Kisah Hidup Caligula, Kaisar Romawi yang Dianggap Pemimpin Tergila dalam Sejarah

Apa benar kaisar Romawi ini nggak waras?

Pada usia 3 tahun, Gaius Caesar Germanicus pernah menemani ayahnya ke medan perang. Saat itu Gaius memakai baju perang mini yang menarik perhatian legiun Romawi. Sejak saat itulah Gaius dijuluki Caligula, yang artinya ‘sepatu kecil’. Tapi ironisnya, dalam sejarah dunia julukan yang terkesan kekanak-kanakan itu identik dengan nama penguasa Romawi paling kejam.

Pada umur 25 tahun, Caligula diangkat menjadi Kaisar Romawi yang ketiga. Masa pemerintahannya tergolong singkat, hanya sekitar 4 tahun (37-41 masehi) saja. Tapi selama waktu yang singkat itu, catatan sejarah menyebut Caligula telah melakukan berbagai kekejaman. Dan konon, dia juga punya perilaku yang terkesan seperti orang sinting.

Sebenarnya, sebagian besar cerita populer mengenai Caligula berasal dari biografi singkat yang ditulis oleh sejarawan Romawi, Suetonius. Biografi tersebut ditulis puluhan tahun setelah Caligula wafa. Dan Suetonius pun punya reputasi buruk sebagai penulis. Dia kerap mencampuradukkan gosip dan fakta dalam berbagai catatan sejarah yang ditulisnya. Jadi, ada kemungkinan beberapa bagian kisah Caligula berasal dari gosip yang beredar di masyarakat Romawi pada masa itu.

Salah satu mitos menarik yang sering dibahas yaitu saat Caligula mendaulat kuda kesayangannya, Incitatus, sebagai penasihat kekaisaran. Caligula juga mengklaim dirinya sebagai Dewa. Dia bahkan membangun sebuah kuil tempat orang-orang bisa menyembahnya. Tak heran jika sejarawan menyebut Caligula sebagai mad emperor (kaisar gila).

via sansimera.gr

Saat pertama kali diangkat jadi kaisar, Caligula mendapat sambutan hangat dari rakyat Romawi. Berbagai kebijakan seperti upah tinggi untuk prajurit militer, pajak yang rendah, dan pembebasan tahanan yang dihukum secara tak adil, membuat Caligula segera dicintai rakyatnya. Sang Kaisar pun sering mengadakan berbagai pertunjukan seperti balapan kereta kuda, pentas drama, dan Gladiator.

Namun di balik kepemimpinannya, Caligula punya cara yang ekstrem untuk melindungi harga dirinya sebagai Kaisar.

Caligula mempunyai postur yang tinggi dan berkulit putih. Badannya yang dipenuhi bulu menyebabkan dia sering jadi bahan ejekan masyarakat Romawi di kala itu. Tapi setelah menjadi kaisar, dia enggan menoleransi bentuk hinaan apa pun yang dilayangkan kepadanya. Bahkan siapa pun yang kedapatan menyebut kata ‘domba’ (bentuk penghinaan pada Caligula yang badannya berbulu) di hadapan Caligula bakal dihukum mati.

Beberapa bulan semenjak menjadi kaisar, Caligula jatuh sakit. Entah apa penyebabnya. Tapi setelah sembuh dari sakitnya, Caligula marah. Dia menganggap seseorang telah berusaha meracuninya. Dari sanalah rentetan kekejaman dan perilaku ‘gila’ Caligula mulai muncul. Dia mulai mengeksekusi mati setiap anggota kekaisaran yang diduga mencoba membunuhnya, termasuk keluarganya sendiri.

Orang pertama yang dihukum mati adalah Gemellus, keponakan Caligula sekaligus pewaris takhta kerajaan. Nenek Caligula yang merasa marah atas kematian Gallus di tangan cucunya sendiri pun meninggal tak lama kemudian. Sementara itu, anggota keluarga yang selamat dari hukuman mati diasingkan dari kekaisaran Romawi.

via masterart.com

Pejabat kekaisaran Romawi mulai membenci Caligula setelah sang Kaisar mengklaim bahwa dirinya Dewa yang patut disembah. Caligula juga menyuruh bawahannya membangun jembatan yang menghubungkan istana dengan Kuil Jupiter. Alasannya, supaya dia bisa bertemu dan bercakap dengan Dewa Jupiter secara langsung. Tak sampai di situ, sang Kaisar mulai mengenakan pakaian layaknya dewa-dewa Romawi di depan publik. Kadang dia berpenampilan seperti Hercules, Dewa Merkurius, Venus, dan Apollo, tergantung suasana hatinya.

Tapi ternyata, itu semua tak cukup untuk memuaskan obsesi. Caligula kemudian memerintahkan bawahannya supaya mengganti patung-patung di setiap kuil dengan patung dirinya yang berbalutkan emas.

Pada suatu ketika, Caligula berpesan pada dewan kekaisaran bahwa dirinya akan meninggalkan Romawi dan pindah ke Mesir, di mana dia akan disembah sebagai Tuhan. Seiring berjalannya waktu, para petinggi kekaisaran merasa muak dengan perilaku Caligula. Mereka ingin menyingkirkan Kaisar dari takhtanya. Alhasil, Cassius Chaerea, seorang prajurit dari Garda Praetoria mulai menyusun siasat untuk membunuh Caligula.

Pada 24 Januari tahun 41, Caligula ditusuk sebanyak 30 kali oleh sejumlah prajurit. Jasadnya kemudian dimasukkan ke sebuah lubang galian yang dangkal. Kabarnya, Cassius adalah orang pertama yang menusuk Caligula, disusul oleh prajurit lain yang ikut terlibat dalam pembunuhan tersebut. Tak hanya Caligula saja yang dibunuh, istri dan anak perempuannya juga turut jadi korban konspirasi kekaisaran Romawi.

via theaceblackblog.com

Setelah Caligula wafat, dewan kekaisaran memutuskan untuk menghapus namanya dari sejarah Romawi. Patung-patung Caligula dihancurkan dan mereka mulai mempertimbangkan nama-nama calon pewaris takhta selanjutnya. Mengetahui kabar pembunuhan sang Kaisar, rakyat Romawi dibuat geram dan menuntut agar pembunuh Kaisar segera diadili. Menanggapi hal ini, Claudius, paman Caligula yang didaulat sebagai Kaisar selanjutnya, menjatuhkan hukuman mati terhadap Cassius dan komplotannya.

Para sejarawan berteori kalau perilaku Caligula yang terkesan gila disebabkan oleh epilepsi yang dideritanya. Teori ini didukung oleh fakta bahwa Caligula sering berbicara pada bulan di malam hari. Masyarakat Romawi zaman dulu percaya kalau epilepsi disebabkan oleh pengaruh bulan. Mungkin Caligula sering berbicara dengan bulan karena dia meminta agar bulan menyembuhkan epilepsinya, entahlah.

Sementara pendapat lain mengatakan Caligula menderita hipertiroid, terbukti dari sifat sang Kaisar yang sangat temperamental.

Ada beberapa fakta menarik lainnya tentang Caligula. Kabarnya, dia adalah Kaisar yang sangat menyukai emas dan perhiasan. Caligula senang menaburkan kepingan emas dan benda-benda mewah (yang tentu saja terbuat dari emas) ke tanah, lalu berjalan di atasnya. Dia pun kabarnya senang menghabiskan waktu berjam-jam berkubang di dalam tumpukan emas.

Konon, kandang kuda peliharaan Caligula terbuat dari batu marmer yang mahal. Kalung kuda dihiasi oleh batu-batu perhiasan, bahkan tempat makannya pun terbuat dari gading gajah. Ya, Caligula sangat mencintai kudanya, Incitatus, sampai-sampai dia mengajaknya untuk makan malam dan minum sampanye bersama. Incitatus punya beberapa budak pribadi yang selalu merawatnya dan memberinya gandum dengan kualitas terbaik.

Hmm… benar-benar kaisar yang aneh, bukan? Menurutmu apakah julukan ‘kaisar gila’ yang diberikan pada Caligula sudah cukup mencerminkan semua perilaku anehnya?

- Advertisement -
Shares 9

Komentar:

Komentar