Cerita Asli dari 7 Film Disney Ini Ternyata Kelam Banget, Nggak Cocok buat Anak-Anak

Cerita Mulan sedih tapinya

:

Kamu yang dulunya suka nonton film-film animasi produksi Disney pasti tertarik karena pengemasan ceritanya yang optimistik dan karakternya yang terlihat lucu lagi menggemaskan. Iya ‘kan? Pokoknya, semuanya serba indah dalam film Disney. Cinderella yang asalnya disiksa habis-habisan oleh saudara tirinya pun bisa berakhir bahagia dengan pangeran idaman.

Tapi tunggu dulu, apa kamu udah tahu kisah asli dari dongeng klasik yang diadaptasi jadi film oleh Disney?

Daripada kamu penasaran, mendingan kita langsung simak aja yuk gimana cerita versi original dari film-film yang digemari banyak anak kecil ini. Dihimpun dari berbagai sumber, ini dia kisahnya.

1. Kisah Cinderella yang lebih mirip film horor sadis

how_cinderella_saved_disney_5
via rotoscopers.com

Selama ini kita tahu Cinderella hidup bahagia selamanya dengan pangeran berkat sepatu kaca yang tertinggal. Sementara kedua saudari tirinya nggak terpilih karena kaki mereka nggak muat saat memakai sepatu kaca.

Tapi dalam versi asli karangan Charles Perrault, dua saudari ini mesti memotong jari-jari kaki mereka. Adalah sang ibu yang tega menyuruh mereka melakukan itu agar kaki mereka muat di sepatu kaca.

Dan nasib sial mereka belum berhenti sampai di situ. Saat pesta pernikahan Cinderella dan sang pangeran, burung merpati “usil” mematuk dan mencabut bola mata mereka. Akibatnya udah pasti, mereka jadi buta. Entah apa reaksi Cinderella melihat nasib malang kedua saudari tirinya itu.

2. Ciuman saja nggak cukup untuk membangunkan Putri Aurora

Disney-Sleeping-Beauty-05-1
via medievalists.net

Dongeng Putri Tidur atau Sleeping Beauty bisa diringkas sebagai berikut: Putri Aurora dibuat tidur selamanya oleh Maleficent. Pangeran tampan datang dan menciumnya. Putri Aurora bangun dan mereka hidup bahagia selamanya.

Dongeng versi Giambattista Basile nggak sesederhana itu. Ceritanya bisa disebut pelik malahan.

Jadi, sebenarnya prince charming nggak pernah mencium sang putri. Entah karena nafsu atau apa, tapi dia bertindak lebih jauh dengan (maaf) menyetubuhinya. Lalu si pangeran pergi begitu aja, meninggalkan Putri Aurora yang masih tertidur.

Saat sang putri terbangun dan melahirkan anak kembar, mereka pun pergi ke istana sang pangeran yang kini telah menjadi raja. Tapi alangkah terkejutnya dia ketika mendapati si raja cabul ini udah punya istri. Terlebih lagi istri sang raja hendak membunuh Aurora.

Untungnya, si raja cabul berhasil menghentikan aksi istrinya. Caranya pun nggak tanggung-tanggung, sang ratu dilempar ke dalam api yang menyala-nyala. Setelah tak ada lagi halangan, barulah raja menikahi Aurora.

Jadi penasaran, gimana perasaan Aurora menikah dengan orang yang dulu menodainya ketika dia lagi nggak berdaya?

3. Penyihir di Snow White mati dengan cara yang jauh lebih sadis

snow-white-and-the-seven-dwarfs
via wizarddojo.com

Putri Salju diracun oleh ratu sekaligus penyihir saat dia tinggal bersama tujuh kurcaci. Nggak terima satu-satunya cewek cantik di rumah harus mendapat perlakuan seperti itu, para kurcaci pun bertekad membalas dendam. Aksi pembalasan dendam yang sering kita temui di film thriller Korea inilah yang mengantarkan si penyihir jatuh dari tebing dan tewas seketika.

Itu cerita Putri Salju/Snow White yang kita saksikan di film Disney. Sedangkan versi Brothers Grimm punya perbedaan dari cara kematian si ratu jahat.

Yup, ratu itu dipaksa menari sambil memakai sepatu dari besi panas sampai dia mati. Hmm… ngomong-ngomong soal sadisme ekstrem.

4. Bocah kayu populer itu ternyata nakalnya kebangetan

pinocchio1940
via chrislejarzar.wordpress.com

Kalau kamu seorang bocah yang terbuat dari kayu dan ingin jadi manusia, jangan pernah menyerah. Pinocchio aja bisa melakukannya, walaupun tentu dengan bantuan magic.

Tapi kamu mungkin harus pikir-pikir lagi kalau pengin menjadikan Pinocchio sebagai bahan panutan.

Dalam cerita asli Pinocchio karangan Carlo Collodi, bocah kayu ini bisa dibilang pencuri yang punya perangai buruk. Ayahnya aja, Geppetto, pusing mikirin Pinocchio. Akhirnya, Pinocchio mesti merelakan nyawanya berakhir di tangan rubah dan kucing yang sudah muak melihat kelakuannya.

Ya, dia mati digantung di pohon. Dia bahkan nggak sempat berubah jadi manusia.

5. Kisah tragis Quasimodo

Hunchback
via tribecafilm.com

Terlahir dengan fisik cacat dan rupa yang buruk nggak menghalangi Quasimodo untuk jatuh cinta pada wanita gipsi. Malahan dia juga berhasil menyelamatkan nyawa wanita yang dicintainya itu dari ancaman hukuman mati.

Kisah The Huncback of Notre Dame yang indah itu sebenarnya bernuansa tragis dalam novel berjudul sama karya Victor Hugo.

Walaupun jatuh cinta pada wanita bernama Esmeralda, Quasimodo tanpa sengaja menjadi penyebab tertangkapnya Esmeralda. Dia tak berdaya dan hanya bisa menyaksikan wanita yang dicintainya itu digantung di depan matanya.

Dengan penuh penyesalan, dia lalu mendatangi makam Esmeralda. Dia bahkan enggan beranjak dari tempat itu meskipun perutnya keroncongan. Akhirnya dia mati karena kelaparan.

6. Heroisme yang berakhir dengan lara

a17dea6874f565de29793788a1a8a2fb
via pinterest.com

“Saya seorang wanita, saya selamat dari peperangan, dan itu sudah cukup. Sekarang saya ingin bersama ayah saya,” itulah kata-kata terakhir Mulan sebelum bunuh diri.

Yup, dalam puisi Hua Mulan, semuanya berjalan buruk untuk Mulan. Setelah Cina kalah perang, Mulan ditawan. Dia menolak saat ditawari jadi istri seorang Khan dan lebih memilih kabur, pulang ke rumah.

Tapi semuanya sudah terlambat tatkala dia sudah berada di rumah. Ibunya memilih untuk menikah lagi setelah ayahnya mati. Melihat kondisi yang dia hadapi, meluncurlah kata-kata terakhirnya tersebut.

Sungguh berbeda dari penggambaran film Mulan garapan Disney. Dalam film itu, Mulan diceritakan sebagai perempuan yang menyamar sebagai laki-laki demi bisa ikut berperang. Perang dimenangkan Cina dan Mulan hidup bahagia.

7. Kemalangan ironis si Putri Duyung

the-little-mermaid
via trueclassics.net

The Little Mermaid mengenalkan kita pada Ariel, putri duyung yang sedang mencari cinta sejatinya. Demi cinta, dia bahkan rela mendapat sepasang kaki walaupun di saat bersamaan harus kehilangan suaranya. Mau gimana lagi, Ariel bisa mendapat rupa manusia gara-gara bikin perjanjian sama penyihir sih.

Singkat cerita, dia menemukan cinta sejatinya, Pangeran Eric. Dan seperti kebanyakan film Disney lainnya, mereka hidup bahagia selamanya.

Kalau kamu baca versi dari Hans Christian Andersen, kehilangan suara bukan satu-satunya syarat agar Ariel bisa dapat kaki manusia. Ya, walaupun mendapat kaki, kedua kakinya itu bakal kerasa sakit luar biasa.

Dan sepertinya si Pangeran nggak tertarik sama perempuan yang kakinya selalu sakit. Akhirnya dia lebih memilih perempuan lain untuk dinikahi. Sedangkan Ariel? Dia lebih memilih bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut.

Bisa dimengerti kalau cerita original ini nggak mungkin diadaptasi jadi tontonan anak kecil. Tapi bagi sebagian orang dewasa, cerita ini sepertinya lebih menarik untuk ditonton di layar lebar bukan?

Atau cuma saya aja yang punya selera cerita yang kelam?

245 Shares

Komentar:

Komentar