9 Penggambaran dan Legenda Naga dari Berbagai Belahan Dunia, Apa Benar Makhluk Ini Pernah Ada?

Pernah dengar legenda 9 naga ini?

Menurut kamu apa naga benar-benar ada? Atau apakah naga pernah benar-benar hidup berdampingan dengan manusia?

Hmm… sepertinya kita tak akan pernah tahu jawabannya. Asal-usul naga pun masih jadi pertanyaan. Ada pendapat yang mengatakan kalau legenda naga berasal dari penemuan fosil dinosaurus zaman peradaban kuno. Ada pula anggapan bahwa kisah naga muncul setelah manusia melihat reptil raksasa seperti buaya atau kadal. Tapi uniknya, terlepas dari teori tersebut, orang-orang dari berbagai belahan dunia sempat percaya akan keberadaan naga. Bahkan beberapa kebudayaan ada yang menganggap naga sebagai makhluk suci.

Tentunya terdapat perbedaan karakteristik naga di setiap negara. Misalnya, naga dari budaya Tiongkok lebih terlihat seperti ular raksasa. Sedangkan di Eropa, wujud naga lebih terlihat seperti buaya, memiliki sayap, dan bisa menyemburkan api.

Coba tengok 9 penggambaran naga dari berbagai belahan dunia ini buat tahu perbedaan lainnya.

1. Shenlong, Tiongkok

via wendyjargonncom

Tiongkok termasuk negara yang identik dengan mitologi naga. Ada sekitar sembilan tipe naga di budaya Tiongkok. Salah satunya Empat Raja Naga yang masing-masing menguasai satu lautan di empat arah mata angin (Barat, Timur, Utara, dan Selatan). Tapi mungkin jenis naga Tiongkok yang paling kita kenal itu Shenlong. Yup, inilah naga suci yang jadi populer berkat Dragonball.

Dalam mitologi Tiongkok, Shenlong merupakan naga yang berperan sebagai pengatur cuaca. Dia bisa mengendalikan angin, awan, serta hujan demi kelangsungan hidup umat manusia. Shenlong sering digambarkan berwujud seperti ular raksasa berwarna hijau, memiliki tanduk dan empat kaki, tapi tak bersayap.

2. Wyvern, Inggris

via myhicalrealm.com

Makhluk mitologi ini begitu populer pada seni heraldik (pembuatan lambang) abad pertengahan di Eropa. Bahkan sampai sekarang, Wyvern masih digunakan sebagai lambang sekolah maupun klub olahraga di beberapa negara (seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada). Wujudnya hampir mirip dengan naga di legenda Eropa. Cuma bedanya, Wyvern hanya punya dua kaki, sedangkan sebagian besar naga di mitologi Eropa memiliki empat kaki.

Dalam cerita fiksi modern, Wyvern sering digambarkan bisa menyemburkan es dengan napasnya; bukan api seperti kebanyakan naga dari dunia fantasi.

3. Yamata no Orochi, Jepang

via yokai.com

Yamata no Orochi pertama kali disebutkan dalam catatan kuno Jepang yang ditulis Kojiki dan Nihogi. Legenda tentang makhluk berbentuk ular ini konon berasal dari mitologi Shinto di zaman pra-sejarah. Yamata no Orochi mempunyai delapan kepala dan delapan kaki. Dalam tulisan Kojiki, Yamata no Orochi pada akhirnya berhasil dibunuh oleh dewa petir dan lautan, Susanoo. Setelah membunuh Yamata no Orochi, Susanoo mengambil pedang legendaris Kusanagi dari dalam daging ular tersebut.

Kamu yang pernah nonton anime Naruto pasti sudah nggak asing lagi sama makhluk mitologi ini ‘kan? Yup, Yamata no Orochi merupakan inspirasi dari karakter anime, Orochimaru.

4. Druk, Bhutan

via realmofhistory.com

Bhutan jadi satu-satunya negara dalam daftar ini yang memasukkan lambang naga ke bendera nasionalnya. Sekadar informasi, pada  abad 17 nama resmi Bhutan adalah Druk Yul (negeri naga petir). Nama itu mengacu pada sekte Budha yang mendominasi budaya, keagamaan, serta kerajaan Bhutan sejak masa lampau.

Pemimpin Bhutan diberi gelar Druk Gyalpo, yang artinya Raja Naga Petir. Negara yang berada di kawasan pegunungan Himalaya ini pun punya lagu kebangsaan yang berjudul Druk Tsendhen (Kerajaan Druk)

Konon pada zaman dulu, ketika pemimpin sekte Budha mulai membangun biara, terjadi badai petir yang hebat. Gemuruh halilintar terdengar begitu keras layaknya auman naga. Pemimpin Budha menganggap hal itu sebagai suatu pertanda. Dia pun menamai biara yang dibangunnya Druk Ralung, yang artinya Biara Naga Petir Ralung.

5. Akhekh, Mesir

via realmofhistory.com

Akekh atau Akekhu dalam mitologi Mesir merupakan hewan legenda yang kabarnya tinggal di sekitar padang pasir di dekat sungai Nil. Wujud Akekh nampak seperti gabungan dari beberapa hewan. Badannya seperti ular, sedangkan kepala, sayap, dan keempat kakinya menyerupai burung. Konon, makhluk mitologi ini jadi inspirasi legenda griffin di Eropa.

Dalam beberapa lukisan, akekh digambarkan memakai uraei (hiasan kepala Mesir kuno) di kepalanya.

6. Kukulkan, bangsa Aztec

via hexapolis.com

Masyarakat suku Aztec, Toltec, dan Maya di zaman dulu pernah menyembah Kukulkan, seekor ‘Ular Raksasa Berbulu yang Agung’. Dalam kepercayaan suku Aztec, Kukulkan dianggap sebagai Dewa pencipta; pelindung para tukang (pengrajin); dan pengendali hujan, angin, dan api.

Satu piramida pernah dibangun bangsa Aztec guna menyembah Kukulkan. Piramida yang disebut El Castillo (atau The Temple of Kukulkan) itu terletak di kota Tinum Municipality, Meksiko.

7. Lernaean Hydra, Yunani

via mythology.com

Hydra berasal dari mitologi Yunani. Kisah Hydra sebagian besar berasal dari dokumen dan karya seni zaman Yunani Kuno yang masih bertahan sampai sekarang. Berdasarkan catatan yang ditulis Hesiod, Hydra terlahir dari dua makhluk mitologi, Typhon dan Echidna.

Naga ini punya kemampuan magis yang mungkin sudah pernah kamu dengar sebelumnya. Setiap kali kepala Hydra dipenggal, dua kepala baru akan tumbuh sebagai penggantinya. Tak hanya itu, Hydra juga punya napas beracun yang sangat mematikan. Dalam cerita legenda, Hydra menemui ajalnya di tangan Herkules.

8. Fafnir, Skandinavia

via no.wikipedia.org

Konon, Fafnir awalnya adalah anak dari raja bangsa kurcaci, Hreidmar. Suatu ketika, Fafnir membunuh ayahnya sendiri demi mengambil alih kekayaan dan harta benda sang raja. Tapi ternyata harta tersebut sebenarnya milik para dewa yang dirampas oleh Hreidmar. Fafnir yang tak tahu menahu mengenai asal usul rampasan tersebut akhirnya terkena kutukan cincin Andvari, salah satu benda rampasan Hreidmar.

Kutukan tersebut membuat Fafnir berubah menjadi naga dengan sisik baja yang tak mempan ditusuk senjata tajam. Tapi, seorang pahlawan bernama Sigurd berhasil membunuh Fafnir. Dengan pedang tumpulnya (Gram), Sigurd menusuk bagian perut Fafnir yang tak bersisik.

Cerita Sigmund dan Fafnir pun kemudian jadi inspirasi dongeng kanak-kanak di kalangan masyarakat Eropa.

9. Vritra

via realmofhistory.com

Dalam teks kuno Arya, Vritra dikisahkan sebagai musuh utama Indra (dewa petir dan hujan). Vritra merupakan makhluk gaib berwujud ular naga yang sering menyebabkan bencana bagi manusia. Suatu ketika Vritra bikin ulah dengan membuat sejumlah sungai berhenti mengalir, menyebabkan kekeringan dan penderitaan berkepanjangan bagi orang-orang. Indra tak mau tinggal diam, dia langsung memburu Vritra dan terjadilah pertarungan yang sengit di antara keduanya.

Akhirnya Indra berhasil membunuh Vritra dengan membelah rahang sang naga menjadi dua dengan tangan kosong. Legenda mengatakan kalau kekuatan Indra berasal dari ramuan ajaib, Soma.

Kematian Vritra membuat sungai-sungai di India mengalir seperti sedia kala.

Itu dia 9 legenda dan penggambaran naga dari berbagai belahan dunia. Apa kamu tahu legenda naga lainnya yang nggak sempat dibahas di artikel ini? Kalau iya, boleh dong share di kolom komentar.

- Advertisement -
Shares 47

Komentar:

Komentar