7 Tren Fashion Jadul yang Bakalan Lucu kalau Kamu Pakai di Zaman Sekarang

Nggak kebayang kalau ada yang pakai crinoline di MRT

:

Atas nama tren fashion, banyak orang yang rela melakukan hal-hal nggak masuk akal. Normalnya, kamu mungkin bakal ketawa ngakak kalau lihat seseorang jalan-jalan di mal pakai setelan kayak begini:

via pinterest.com

Tapi karena kamu nggak tahu kalau setelan kayak gitu lagi tren, akhirnya kamu malah dikutuk sebagai orang yang nggak ngerti soal fashion. Lalu setelah diledek orang satu mal karena dianggap kurang update sama tren berbusana terkini, kamu pun berlari pulang ke rumah sembari menangis pilu. Sesampainya di rumah, sambil menutupi muka dengan bantal, kamu berpikir, “Kenapa setelan kayak begono bisa jadi tren!? Aku tak kuasa memahaminya.”

Jangan bersedih, kawan! Sepanjang sejarahnya, manusia memang suka menciptakan tren fashion yang unik (kalau nggak bisa disebut konyol). Coba kamu lihat tren fashion jadul di bawah ini, mungkin kamu bakal ngerti. Atau kalau kamu punya nyali besar, kamu bisa coba bangkitkan lagi 7 tren fashion ini.

1. Sepatu lotus

via thesun.co.uk

Alas kaki mini yang berasal dari daratan Tiongkok ini diperuntukkan bagi para perempuan muda dan dewasa di abad 19. Dengan bentuk yang sangat lancip di ujung kakinya, mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana bisa kaki manusia normal muat di dalamnya?

Ternyata cara pakainya sakit banget, cuy. Kaki perempuan yang akan memakai sepatu ini harus dipatahkan sedikit demi sedikit selama dua sampai tiga tahun sampai akhirnya bisa masuk ke sepatunya. Merasa ngilu? Iya, memang ngilu.

Meskipun cara untuk memakai sepatu ini terkesan sangat menyakitkan, para perempuan Tiongkok dulu percaya mereka bisa jadi wanita feminin jika punya kaki kecil. Di zaman sekarang, mana mau orang mematahkan kakinya cuma demi memakai sepatu? Mending beli model sepatu yang lain deh.

2. Rambut macaroni

Percaya nggak percaya, nama tren rambut jadul ini terinspirasi dari pasta. Tapi cuma namanya doang yang mirip, karena gaya rambut ini nggak ada hubungannya sama sekali sama makanan Italia. Toh bentuknya malahan lebih mirip roti bagelen raksasa dibanding pasta. Tuh, lihat deh.


via bunkhistory.com

Tren macaroni diperkirakan muncul di tahun 1760 ketika para bangsawan Inggris baru kembali dari perjalanan mereka mengelilingi Eropa. Dan setelah itu, mereka pun terlihat mulai sering memakai wig super besar dengan hiasan topi kecil di atasnya. Sampai sekarang belum ada informasi jelas tentang orang pertama yang memulai tren macaroni.

Kalau kamu mau mencoba gaya rambut macaroni, coba aja. Konon, rambut macaroni aura kamu jadi sebijak George Washington. Saya sendiri nggak mau membuktikannya. Saya masih punya rasa malu.

3. Sepatu crakowe

via historyhustle.com

Kayaknya buat kamu yang sering naik motor, sepatu ini nggak bakalan cocok deh. Bahaya banget, bisa-bisa ujung sepatunya yang panjang itu nyangkut di roda motor.

Sepatu yang berasal dari Polandia ini sangat digandrungi oleh kaum pria Eropa sekitar abad 15. Konon katanya, panjang dari ujung sepatu krakowe menunjukkan status sosial dari sang pemilik. Semakin panjang ujung sepatunya, semakin tinggi statusnya di masyarakat pada waktu itu.

Ehem… jadi kalau panjangnya sampai 77 meter, itu orang mungkin bisa dianggap ultra bangsawan ya? Peduli amat cara jalan jadi ribet, yang penting status sosial.

4. Codpiece

Oke. Selain konyol, tren ini menggelikan banget. Di abad 16, banyak pria yang menambahkan aksen tonjolan di bagian celana mereka yang sudah menonjol. Tebak bagian mana? Yap, di bagian selangkangan.

via sexualhistorytour.com

Tren yang dikenal sebagai codpiecing ini diyakini sebagai simbol maskulinitas pria di kala itu, meskipun nggak semua orang setuju sama tren yang bikin sakit mata ini. Salah satunya Michel de Montaigne, filsuf asal Prancis. Ia menganggap codpiece sebagai hal yang konyol dan tidak berguna untuk dipakai maupun ditunjukkan ke khalayak umum.

Setuju banget, Bang Michel. Geli lihatnya!

5. Gaun crinoline

Mungkin kamu pernah melihat gaun ini sebelumnya di buku pelajaran sejarah atau internet. Gaun ini sering terlihat dipakai oleh para wanita di Eropa zaman dulu. Dan ya, ukuran bagian bawahnya besar banget. Lebih besar dari payung hadiah ketika kamu membuka rekening baru di bank.

via reddit.com

Gaun ini dipasangi lingkaran besi yang meregangkan kain di sekitar pinggang gaunnya, sehingga membuat ukurannya begitu besar. Di tahun 1800-an, crinoline dibuat dengan bahan plastik yang dibalut kain dan bulu kuda. Tapi seiring berkembangnya zaman, bahan utamanya berganti jadi besi.

Crinoline lambat laun mulai tak diminati karena banyak kecelakaan yang disebabkan oleh pakaian ini. Seperti di tahun 1858, seorang wanita asal Amerika Serikat terbakar sampaitewas karena gaun crinoline-nya menyenggol tungku api di rumahnya.

6. Bombasting

via fashionhistory.fit.nyc.edu

Tren yang terkenal di Inggris di abad 16 ini sebetulnya cukup mudah kalau mau ditiru. Kamu tinggal mengisi pakaian di bagian kaki atau tangan dengan bahan-bahan seperti kapas atau bulu domba sebanyak mungkin. Nantinya badan kamu akan terlihat lebih berotot dan berisi. Berat badan juga bisa bertambah sekitar empat sampai enam kilogram.

Nah, buat kamu yang ingin menggemukkan badan dengan cepat dan tanpa efek samping yang berbahaya, kamu bisa coba pakai kostum Doraemon bombasting.

7. Sepatu chopine

via pinterest.com

Seperti sepatu crakowe, sepatu yang muncul di abad 16 ini memiliki makna sosial yang sama mengenai ukuran sepatunya. Tapi ada dua perbedaan utama dari chopine dan crakowe.

Pertama, chopine hanya dipakai oleh perempuan, sementara crakowe bisa dipakai oleh siapa saja. Kedua, kalau crakowe dikenal dengan ukuran ujung sepatunya yang panjang, chopine memiliki bagian tumit yang tinggi banget. Ini sebenarnya egrang atau sepatu sih?

Chopine dibuat dari bahan dasar seperti kayu dan besi yang dilapisi kulit agar terlihat tampak lebih indah. Awalnya, fitur tumit yang tinggi pada chopines dibuat untuk melindungi pemilik sepatu dari gangguan yang muncul ketika mereka berjalan kaki, seperti terkena genangan air atau tersandung. Namun saking tingginya, banyak wanita yang harus dibantu naik untuk bisa memakai chopines. Fix, ini egrang.

Tertarik buat coba? Nggak usah terburu-buru. Kamu nggak usah langsung memakainya saat lagi di pusat keramaian. Untuk pertama-tama sih, kamu bisa coba pas jalan-jalan di sekitar kompleks. Pasti kamu jadi pusat perhatian.

Komentar:

Komentar