7 Suku Teraneh yang Eksistensinya Dipercaya Penjelajah dan Sejarawan Zaman Dulu

Percaya nggak yaah?

:

Kamu pasti pernah dengar cerita tentang monster dan makhluk mitologi dari masa lampau. Misalnya cerita tentang raksasa, bangsa peri, troll, dan manusia serigala. Meskipun kebanyakan orang percaya kalau deretan makhluk tersebut cuma mitos belaka, sebagiannya malah ada yang meyakini keberadaan mereka. Tak sedikit pula orang-orang zaman dulu yang mengaku pernah melihat makhluk-makhluk tersebut dengan mata kepala mereka.

Sama halnya dengan 7 suku yang bakal kita bahas. Melihat ciri-ciri fisik ketujuh suku ini, kamu pasti nggak percaya kalau mereka benar-benar ada. Tapi beberapa penulis, penjelajah, dan sejarawan terkenal zaman dulu ternyata pernah menulis “kisah nyata” tentang keberadaan suku-suku aneh ini. Sebagian penjelajah yang mengaku pernah berkomunikasi secara langsung bahkan bersikeras ingin membuat dunia percaya kalau suku-suku berikut memang pernah ada.

Kalau kamu sendiri, kira-kira percaya nggak?

1. Orang Belmyes

via arjungwriter.com

Pada abad 5 SM, seorang penulis asal Yunani, Herodotus, pernah menulis tentang suku yang orang-orangnya tak memiliki kepala tapi punya wajah di dada mereka. Herodotus memang tak punya bukti yang kuat. Ia pun tak pernah melihat suku tersebut secara langsung. Herodotus hanya menceritakan kembali apa yang orang-orang Libya katakan kepadanya.

Tentunya hal itu sulit dipercaya. Tapi Herodotus bukanlah satu-satunya tokoh yang menyatakan keberadaan suku tersebut. Sejarawan dan penjelajah zaman dulu ternyata banyak yang mendukung apa yang Herodotus tulis di catatan sejarahnya.

400 tahun kemudian Pliny the Elder dari Romawi bersikeras kalau suku yang digambarkan Herodotus memang benar adanya. Pliny menamakan mereka Belmmyae, suku nomaden yang telah berpindah dari Libya ke Ethiopia. Ia pun menambahkan kalau Belmyes adalah suku yang bengis dan berbahaya.

Selain Pliny, penjelajah di abad pertengahan bernama Fermes mengaku kalau dirinya pernah bertemu langsung dengan suku Belmyes. Berdasarkan keterangan Fermes, orang-orang Belmyes bertinggi sekitar 3-4 meter dan hidup di sebuah pulau di Ethiopia.


Penjelajah lain yang mengaku pernah bertemu suku Belmyes secara langsung adalah John Mandeville dan Sir Walter Raleigh.

2. Suku Panotti

via en.wikipedia.org

Berdasarkan catatan Pliny the Elder, orang-orang Panotti hidup di sebuah pulau di Scythia (Eurasia). Mereka memiliki daun telinga raksasa yang menjuntai di samping kepala. Saking besarnya, telinga orang Panotti sampai menutupi tubuh. Walaupun terdengar konyol, telinga mereka juga konon bisa digunakan sebagai selimut di malam hari.

Hmm… mungkin makhluk seperti ini tak lebih dari sekadar dongeng yang dikarang Pliny. Tapi ternyata, ada tokoh lain yang mendukung cerita Pliny. Ia adalah Pomponius Mela, ahli geografi Romawi.

Mela mengatakan kalau Pliny tak berbohong. Hanya saja ia salah menentukan lokasi tempat tinggal bangsa Panotti. Menurut Mela, bangsa Panotti sebenarnya tinggal di kepulauan Orkney (Skotlandia) dan hidup berdampingan dengan bangsa Hippopodes; bangsa manusia berkaki kuda.

3. Suku Abarimon

via en.wikipedia.org

Keberadaan suku Abarimon pertama kali dikemukakan oleh seorang prajurit Alexander yang Agung bernama Baiton. Ketika Alexander dan tentaranya bergerak menuju Timur, Baiton ditugaskan untuk mengintai daerah yang jadi tempat tujuan mereka, India. Tapi sebelum mencapai India, ia mesti melewati pegunungan Himalaya terlebih dahulu. Dan di sanalah Baiton bertemu suku Abarimon.

Menurut kesaksian Baiton, Abarimon memiliki bentuk kaki yang terbalik. Tapi kemampuan berlari mereka sangat baik. Bahkan katanya, Abarimon bisa mengejar binatang liar yang berlari cepat ketika mereka berburu.

Baiton yang terpukau dengan keunikan suku Abarimon akhirnya mengajak salah satu anggota suku untuk pergi ke Yunani. Tapi ketika mereka berdua turun dari Himalaya, orang Abarimon itu mulai sesak napas. Baiton berpikir kalau paru-paru mereka tak mampu menghirup udara yang lebih hangat di bawah gunung. Alhasil, ia membatalkan niatnya untuk membawa pulang orang Abarimon itu.

Kesaksian Baiton didukung oleh Megasthenes. Ketika menjelajahi dataran India, sejarawan Yunani itu sempat melihat dan mengamati kehidupan bangsa Abarimon. Ia menyebut mereka sebagai kaum Nulus. Megasthenes pun mengatakan kalau mereka punya delapan jari di masing-masing kakinya yang terbalik.

4. Suku Sciopodes

via listverse.com

Hampir sama seperti Abarimon, Sciopodes merupakan bangsa manusia yang memiliki bentuk kaki aneh. Satu dari dua kaki suku ini berukuran raksasa, dan itu membuat mereka mesti melompat untuk berpindah tempat. Dokter dari Yunani, Ctesias, adalah orang yang mengaku pernah menyaksikan langsung keberadaan suku Sciopodes. Ia mengatakan kalau manusia berkaki raksasa itu hidup di dataran India.

Ketika cuaca panas, Sciopodes biasa merebahkan tubuh mereka dan menggunakan kakinya yang besar sebagai payung. Dan konon, orang Sciopodes mampu melompat setinggi 3 meter dengan kaki tersebut.

Cerita tentang Sciopodes memang sulit dipercaya. Tapi selama 2000 tahun, tak sedikit orang-orang yang memercayai keberadaan Sciopodes. Beberapa sejarawan seperti Isidore of Seville dan St. Augustine pernah menulis tentang Sciopodes di catatan perjalanan mereka. St. Augustine bahkan sempat menulis sebuah risalah tentang keberadaan Sciopodes.

5. Satyr Libya

via livius.org

Satyr mungkin lebih dikenal sebagai makhluk mitologi Yunani dan Romawi kuno. Tapi orang-orang zaman dulu ternyata banyak yang mengaku pernah menyaksikan makhluk ini secara langsung. Herodotus dan Xenophon menyatakan kalau mereka pernah melihat kulit Satyr yang dipajang di sebuah desa di Turki.

Dan kalau kita mau memasukkan keterangan-keterangan lainnya…

Pausanias mengatakan ada bangsa satyr dari Libya yang pernah ditangkap dan dibawa ke Roma. Plutarkhos bahkan mengklaim melihat langsung Satyr yang ditangkap dari daerah Albania. Seorang tentara Romawi, Sulla, juga mengaku kalau dirinya pernah menangkap Satyr ketika makhluk itu tertidur.

Pada abad 4 masehi, ada desas-desus bahwa bangsa Satyr terakhir telah mati. Jasad mereka kemudian diawetkan dan dipajang. Saint Jerome adalah salah satu tokoh yang katanya pernah melihat tubuh Satyr yang diawetkan menggunakan garam.

6. Suku Calystrii

via esoterx.com

Ctesias tidak hanya pernah melihat suku Sciopodes. Pada abad 5 SM ketika mengunjungi pegunungan India, ia bertemu dengan sebangsa manusia berkepala anjing yang disebut Calystrii.

“Mereka tidak berbicara tapi menggonggong satu sama lain,” kata Ctesias di bukunya yang berjudul Indica. Uniknya, Calystrii mengerti bahasa penduduk lokal di India. Tapi mereka tak bisa membalas ucapan Ctesias dengan kata-kata, melainkan dengan gonggongan dan bahasa tubuh. Ctesias melanjutkan, pada masa itu di pegunungan India terdapat sekitar 120.000 Calystrii yang hidup.

Sama dengan Ctesias, Megasthenes pun bersikeras kalau Calystrii memang ada. Bahkan kesaksian kedua tokoh Yunani itu diperkuat oleh beberapa catatan sejarah dari India dan Dinasti Tang dari Tiongkok. Orang non-Yunani lebih suka menyebut manusia berkepala anjing itu Supana.

Penjelajah terkenal Marco Polo juga mengklaim telah melihat suku manusia anjing seperti Calystrii di sebuah pulau bernama Angamanain. “Aku berani menjamin, semua manusia di pulau ini punya kepala seperti anjing,” katanya. Entah apakah Marco Polo berkata secara harafiah atau tidak ketika ia menyebut “manusia dengan kepala seperti anjing”.

7. Kerajaan wanita Fusang

via listverse.com

Pada tahun 500 Masehi, seorang misionaris asal Tiongkok pernah berlayar menuju Laut Tiongkok Timur dan pulang membawa cerita yang sungguh mengejutkan.

Misionaris bernama Hui-Shen itu mengklaim kalau ia berlayar hingga mencapai daratan bernama Fusang. Jika melihat peta zaman sekarang, Fusang kira-kira berada di daerah San Fransisco atau Meksiko (ada beberapa pendapat ahli yang berbeda). Sesampainya di Fusang, Hui-Shen melihat sebuah kerajaan yang semua penduduknya perempuan. Anehnya, wanita-wanita di dataran tersebut bisa melahirkan tanpa berhubungan intim.

Meskipun berparas cantik, penduduk Fusang memikiki rambut-rambut halus di sekujur tubuh mereka. Mereka bisa melahirkan dengan cara berendam di air lalu menunggu rahim mereka “membuat” bayi dengan sendirinya. Bayi tersebut akan lahir dalam waktu tiga sampai empat bulan. Setelah itu sang ibu memberi makan mereka dengan air susu yang menetes dari rambut-rambut di lehernya.

Andai tujuh suku aneh di atas memang benar-benar ada, apa kamu mau hidup berdampingan dengan mereka? Memang banyak cerita aneh yang pernah tertulis di dalam sejarah, tapi cerita tentang 7 suku di atas kayaknya kelewat aneh deh.

Source: Listverse

Komentar:

Komentar