7 Senjata Antimainstream dari Zaman Kuno, Unik tapi Juga Mematikan

Karena pedang dan panah udah terlalu mainstream

Tombak, panah, pedang, dan kapak mungkin termasuk senjata tradisional yang masih digunakan sampai sekarang. Tapi saya yakin, senjata dari zaman kuno nggak cuma tentang tombak, panah, pedang, dan kapak aja. Orang-orang kuno, khususnya yang gemar berperang, pasti pernah kepikiran buat menciptakan senjata antimainstream yang mematikan.

Well, setelah penyelidikan singkat, ternyata ada banyak senjata unik yang diciptakan orang zaman dulu untuk berbagai tujuan. Dan mungkin beberapa di antara 7 senjata kuno berikut bakal bikin karakter utama di game RPG favorit kamu jadi terlihat super cool!

1. Kakute

via pinterest.es

Kakute merupakan senjata asal Jepang berbentuk cincin berduri yang terbuat dari besi. Senjata ini kerap digunakan ninja wanita untuk melumpuhkan lawan, bukan untuk membunuh secara instan. Sebelum beraksi, ninja wanita akan memakai satu atau dua cincin kakute yang masing-masingnya dilingkarkan di jari tengah dan jempol. Bagian yang berduri lalu diposisikan menghadap telapak tangan untuk menyamarkannya dari penglihatan musuh.

Saat menyerang, pengguna kakute bakal mencengkeram titik vital lawan di bagian tangan atau leher, hingga cengkramannya itu memicu pendarahan fatal. Dan voila! lawan yang udah nggak berkutik akhirnya bisa dieksekusi dengan lebih mudah oleh sang ninja wanita.

2. Urumi

via pinterest.com

Jauh sebelum film-film Bollywood dan Inspektur Ajay membius ibu-ibu Indonesia, ada masa ketika India lebih dikenal berkat sekumpulan prajurit tangguh yang bisa mengendalikan pedang fleksibel. Yup, urumi adalah pedang unik yang bentuknya panjang dan lentur kayak cemeti.

Anyway, urumi bikin saya teringat pada beberapa karakter anime yang memakai pedang fleksibel, kayak Mitsuri Kanroji (Kimetsu no Yaiba) dan Renji Abarai (Bleach). Bedanya, Mitsuri dan Renji jago menggunakan pedang fleksibelnya masing-masing; prajurit biasa belum tentu bisa mengendalikan urumi.

Karena tingkat kelenturan yang tinggi, urumi bisa melukai penggunanya kalau nggak diayunkan dengan hati-hati. Nggak heran jika di abad pertengahan, urumi hanya boleh digunakan oleh pasukan Dinasti Rajput yang terlatih. Seseorang yang menggunakan urumi harus punya koordinasi, konsentrasi, dan ketangkasan yang sempurna. Seandainya kamu sanggup mengendalikan urumi, dijamin kamu bisa menghadapi beberapa musuh sekaligus.

3. Haladie

via wootz.co

Prajurit Rajput tak hanya bersenjatakan urumi aja. Mereka punya satu senjata lagi yang lebih gampang digunakan sekaligus lebih mematikan. Senjata itu bernama haladie.

Haladie versi awal memiliki dua mata belati yang terhubung ke pegangan di bagian tengah. Tapi seiring waktu, pengrajin besi mulai menambahkan satu bilah pisau lagi di bagian gagang haladie. Sejarawan meyakini kalau haladie adalah belati bermata tiga pertama yang digunakan untuk berperang. Kemampuan haladie nggak hanya sebatas menusuk, tapi juga menyayat dan menangkis serangan lawan.

4. Kpinga

via pinterest.com

Prajurit Rajput boleh saja berbangga punya belati bermata tiga. Tapi kayaknya mereka nggak boleh meremehkan kpinga, senjata khas suku Azanda Nubia di Afrika. Sama seperti haladie, kpinga terbuat dari baja dan memiliki tiga mata pisau yang mencuat dari bagian tengah. Bedanya terletak di ukuran, di mana kpinga lebih kecil karena didesain untuk dilempar.

Saat dibawa ke medan perang, prajurit Azanda Nubia bakal meletakkan kpinga di balik punggung atau di balik perisai zande yang panjang. Kpinga hanya akan dilemparkan saat prajurit kehilangan senjata utama. Tapi di tangan orang yang terlatih, satu lemparan kpinga sudah cukup untuk mencabut nyawa musuh.

Dalam tradisi Azanda Nubia, kpinga juga dianggap sebagai simbol kekuatan dan jadi persembahan calon pengantin pria pada keluarga mempelai wanitanya.

5. Belati obsidian

via amazon.com

Konon katanya, belati obsidian adalah senjata paling tajam yang pernah diciptakan manusia zaman dulu. Senjata ini pertama kali dibuat oleh orang-orang Aztec kuno di benua Amerika. Buat kamu yang belum tahu, obsidian merupakan bebatuan yang tercipta dari aktivitas vulkanik. Mungkin itulah sebabnya kenapa senjata ini berwarna hitam pekat.

Di masa kejayaan suku Aztec, pisau obsidian sering digunakan oleh ketua suku dalam upacara pengorbanan manusia. Tapi apakah suku Aztec menggunakan belati super tajam ini untuk bertempur? Entahlah. Satu yang pasti, prajurit Aztec punya senjata perang khusus yang disebut macuahuitl. Ia adalah senjata berbentuk gada yang dilengkapi lempengan kaca obsidian di tepiannya.

Macuahuitl/via pinterest.es

Konon katanya lagi nih, saking tajamnya macuahuitl, penggunanya mampu memotong kepala kuda dengan sekali tebas.

6. Cakar besi zhua

via greatmingmilitary.blogspot.com

Zhua adalah senjata kuno asal Tiongkok yang bentuknya menyerupai cakar. Senjata ini terbuat dari besi sehingga cukup berat saat digunakan. Tapi ternyata, ada alasan bagus mengapa zhua memiliki bobot berat dan desain yang agak nyentrik: ia dirancang untuk melucuti senjata dan perisai musuh saat berperang.

Seandainya kamu prajurit Tiongkok yang sedang bertempur, pasti kamu bakal terkejut menyaksikan perisaimu tiba-tiba dicabik dan disingkirkan oleh senjata berbentuk cakar ini. Saking terkejutnya mungkin kamu bakal mikir, “Perisai aja bisa dicabik, apalagi daging gue? Oh no!

Yup, selain bisa melucuti senjata dan perisai musuh, cakar zhua juga kayaknya ampuh melucuti semangat juang lawan.

7. Zhuge crossbow/chu-ko-nu

via mandarinmansion.com

Siapa sangka senjata kuno paling mutakhir dalam daftar ini pertama kali dibuat sekitar 2.400 tahun lalu. Buat saya yang dulu sering main game Age of Empire, senjata jenis crossbow (busur silang) cukup familier. Tapi waktu itu saya belum tahu kalau ini adalah salah satu senjata tercanggih pada masanya.

Kecanggihan chu-ko-nu terletak pada kemampuannya menembak 10 anak panah panah dalam waktu 15 detik dengan jangkauan hingga mencapai 68 meter. Dengan kata lain, ini adalah senjata semi-otomatis yang diciptakan jauh sebelum era modern.

Bentuk chu-ko-nu memang nggak jauh beda dengan crossbow konvensional. Tapi saat diperhatikan lebih saksama, di bagian atasnya ada kotak yang berfungsi untuk menampung anak panah. Prajurit khusus penembak chu-ko-nu kemudian bakal melepaskan anak panah tersebut dengan cara menarik tuas di bagian belakang. Dahulu kala, senjata ini sering digunakan prajurit kekaisaran untuk melindungi benteng mereka dari serbuan musuh.

Berdasarkan bukti sejarah, chu-ko-nu pertama kali digunakan pada abad 4 SM. Kemudian pada zaman Tiga Kerajaan, rancangan chu-ko-nu disempurnakan kembali oleh seorang ahli strategi militer, Zhuge Liang.

Seandainya kamu prajurit zaman kuno, senjata mana yang pengin banget kamu pakai nih? 

Komentar:

Komentar