7 Motif Terkonyol yang Melatarbelakangi Kasus Pembunuhan, kok Bisa Ya?

Inilah kenapa terkadang jalan pikiran manusia itu sulit dimengerti

:

Jujur, saya selalu tertarik menonton atau membaca berita tentang pembunuhan. Satu hal yang bikin saya tertarik ialah motif pembunuhan di tiap kasus. Yup, para pembunuh biasanya punya alasan tertentu mengapa sampai tega menghabisi nyawa seseorang. Apakah didasari rasa cemburu, keterpaksaan, amarah, atau memang sengaja membunuh untuk kepentingan pribadi, alasannya bisa bermacam-macam.

Bahkan nggak sedikit lho kasus pembunuhan yang dipicu oleh hal sepele. Misalnya, beberapa tahun lalu saya pernah mendengar berita seorang pria yang membunuh teman kencannya (baca: pekerja seks komersil) karena tersinggung dikatai bau badan. Kasus serupa terjadi di bulan Juni 2019 di mana seorang tukang bangunan tewas dibunuh rekan kerjanya akibat lupa mengembalikan korek api. Kok bisa ya?

Mungkin korek api tersebut adalah korek api pusaka yang diwariskan turun temurun sejak zaman Majapahit ke si tukang bangunan. Ya, mungkin aja. Atau mungkin kedua pelaku di atas memang udah nggak waras, sama halnya seperti para pelaku di 7 kisah pembunuhan terkonyol berikut ini.

1. Robert Lyons – “I Love Avril Lavigne!”

via viagogo.com

Di tahun 2008, Robert Lyons terlibat cekcok dengan ibunya mengenai tiket konser Avril Lavigne. Lyons yang merupakan fanboy berusia 40 tahun (ya, 40 tahun!), kesal lantaran sang ibu nggak mau membelikan tiket untuknya. Kekesalan Lyons pun memuncak dan membuatnya bertindak di luar kendali. Di tengah pertengkaran, Lyons memukul kepala ibunya dengan botol minuman keras hingga pingsan, sebelum menghabisi nyawanya dengan sebilah pisau.

Mungkin saat bertengkar, ibu Robert Lyons bilang gini: “Inget umur, Bert. Bukannya cari kerja, nikah, malah minta uang buat nonton konser!” Seketika itu pula Lyons mulai kesetanan.

2. Candace Brito dan Vanesa Zavala – “Jangan ganggu kami yang lagi selfie!”

via footage.framepool.com

Candace Brito dan Vanesa Zavala adalah dua sahabat yang sangat kompak. Sayangnya, kekompakan mereka hanya terlihat saat Brito dan Zavala memukuli seorang wanita bernama Annie Kim Pham hingga tewas di depan sebuah klub malam di California, Amerika Serikat.

Alasannya? Kim Pham yang waktu itu lagi antre masuk klub malam nggak sengaja menghalangi pose Brito dan Zavala yang lagi asyik selfie. Tanpa banyak komentar, kedua sahabat yang baru saja selesai berpesta itu langsung mengeroyok Kim Pham sampai ia gegar otak. Savage!


3. Li Xiuling – “Nggak boleh ada yang lebih pintar dari cucu saya!”

via bustle.com

Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, nggak terkecuali anak-anak. Tapi seorang nenek bernama Li Xiuling merasa cucunya yang masih berusia 5 tahun punya banyak kekurangan dibanding teman sebayanya. Ia menganggap cucunya kurang pintar, kurang atletis, dan sering sakit-sakitan. Apalagi jika dibandingkan dengan anak tetangga, Wang Minghan.

Yup, dibanding cucu Li, Wang Minghan tergolong bocah yang lebih cemerlang, lebih sehat, juga sering dapat ranking bagus di sekolahnya. Dan Li membenci hal itu.

Suatu hari saat melihat Wang Minghan bermain seorang diri di sekitar perumahan, Li mengajaknya pulang bersama, lalu ia mencekik Wang Minghan hingga tewas. Jasad Wang Minghan kemudian ditemukan terkubur di dalam sumur dekat rumah Li.

4. Stanley Neace – “Apaan nih? Telurnya kurang panas!”

via shutterstock

Di lingkungan rumahnya, Stanley Neace dikenal sebagai pribadi yang kurang ramah. Belakangan diketahui Neace menderita gangguan psikologis yang membuatnya sulit mengendalikan amarah. Sikap Neace yang temperamen bikin tetangganya merasa risih dan terganggu. Bahkan pemilik kontrakan pun sudah berencana untuk mengusir pria paruh baya tersebut dari rumahnya.

Tapi sebelum sempat diusir, Neace kembali membuat kegaduhan untuk terakhir kalinya. Kali ini ulahnya sampai merenggut nyawa istri, putri, dan tiga orang tetangga Neace. Semuanya dibunuh dengan cara ditembak. Setelah diselidiki, pembunuhan massal tersebut dipicu oleh rasa ketidakpuasan Neace terhadap telur goreng buatan istrinya yang kurang panas.

Kamu lebih suka telur goreng panas atau dingin, guys?

5. Marvin Potter – “Berani unfriend anak saya di Facebook?”

via cbc.ca

Seorang wanita bernama Janelle Potter terlibat pertengkaran dengan dua temannya, pasangan kekasih bernama Bill Payne dan Billie Jean Hayworth. Nggak seperti kasus pertama, percekcokan ini nggak langsung berujung pembunuhan, Payne dan Hayworth hanya sampai sebatas memutus pertemanan (unfriend) dengan Janelle di jejaring sosial Facebook. Akhir yang normal dari sebuah “drama”.

Tapi entah mengapa, ayah Janelle, Marvin Potter merasa geram saat mengetahui perbuatan Payne dan Hayworth terhadap anak tercintanya.

Beberapa hari berselang, Marvin Potter bersama kakak laki-laki Janelle menyelinap ke kediaman Payne dan Hayworth seperti mata-mata di film James Bond. Mereka pun langsung membunuh keduanya dengan senjata api.

Dor! Dor! 

“Itulah akibatnya jika kamu berani unfriend anak saya, hahaha!”

6. Fergus Glen – “Bilang makasih kek!”

via dontpanicnyelviskola.com

Fergus Glen adalah pemuda pengangguran yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Wainioumata, Selandia Baru. Sebagai seorang pengangguran, nggak aneh kalau Fergus membenci adiknya, Craig Glen, yang sudah lebih dulu menikah, hidup mapan, punya dua anak, dan bahkan udah cerai dengan istrinya.

Tapi yang nggak disangka, Craig juga membenci Fergus. Kakak beradik ini selalu bertengkar tiap kali bertemu.

Suatu hari di tahun 2003, Craig berkunjung ke rumah orang tuanya, rumah yang juga dihuni Fergus. Alhasil, terjadilah pertengkaran antara Fergus dan Craig. Tapi usai bertengkar, Fergus mencoba membayar kelakuan buruknya dengan menyiapkan makan malam untuk seluruh anggota keluarga. Makanan itu pun disantap Craig dengan lahap. Tapi sayang, Fergus nggak mendapatkan ucapan terima kasih yang ia harapkan terucap dari mulut adiknya. Fergus pun kesal bukan kepalang.

Malam harinya saat Craig tertidur pulas, Fergus meluapkan amarahnya dengan mengayunkan kapak ke tubuh Craig sebanyak delapan kali. Craig pun tewas karena lupa mengucapkan kalimat sederhana, “Makasih, bro!”

7. Brenda Spencer – “Aku benci hari Senin!”

via africabusinessclassroom.com

Di tahun 1976 pernah ada kasus pembunuhan massal yang mengejutkan publik Amerika Serikat. Saat itu gadis berusia 16 tahun bernama Brenda Ann Spencer memberondong 30 butir peluru ke arah bangunan SD Grover Cleveland, di mana banyak anak sekolah mengantre untuk masuk kelas. Sekolah tersebut terletak tepat di seberang rumah Spencer di kawasan San Diego, California.

Aksi brutal Spencer mengakibatkan kepala sekolah dan seorang wali kelas tewas di tempat, sementara delapan anak dan seorang polisi mengalami luka tembak. Saat ditanyai wartawan tentang apa motif penembakan massal tersebut, dengan santainya Spencer menjawab, “Aku benci hari Senin!”

Ya, saya juga benci hari Senin, Brenda! Tapi nggak pernah kepikiran tuh buat nembak orang pakai senjata semi otomatis.

Tuh kan, ternyata ada sejumlah orang yang tega menghabisi nyawa manusia lain karena alasan yang konyol dan nggak masuk akal. Jangan sampai kamu bertemu dengan tipe orang di atas deh. Meskipun, kisah mereka cukup menarik untuk disimak bukan?

Hmm… mungkin aja suatu hari nanti nanti bakal ada berita: “Cowok Menghabisi Nyawa Netizen karena Video YouTube-nya Nggak Di-like”. Konyol, tapi bukan berarti nggak mungkin ‘kan?

Komentar:

Komentar