7 Kesalahan Paling Fatal Sekaligus Konyol dalam Sejarah Kemiliteran Dunia

Aspek kemiliteran pun tak bisa luput dari human error

Aspek militer dalam suatu negeri memang sangat dibutuhkan guna mempertahankan keamanan dari berbagai ancaman. Yup, militer adalah unsur yang sangat penting, dan seringkali menentukan sejarah pembentukkan atau keruntuhan suatu negara. Maka dari itu, orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di bidang militer haruslah bijak dalam mengambil tindakan atau keputusan. Keputusan di bidang militer seringkali menentukan nasib banyak orang.

Tapi sejarah pernah mencatat beberapa keputusan dan tindakan yang konyol dalam bidang militer di berbagai belahan dunia. Seperti dalam 7 kisah yang bakal kamu simak berikut ini.

Hmm… pada akhirnya kita bakal sadar kalau manusia itu nggak bisa luput dari kesalahan. Tak terkecuali orang-orang yang memegang peran penting di bidang kemiliteran. Yuk langsung saja kita simak daftarnya.

1. Pasukan Hannibal vs longsor salju

via ancient-origins.net

Para sejarawan menganggap Hannibal Barca sebagai salah satu komandan perang paling hebat dalam sejarah. Ia adalah pemimpin pasukan Carthagian (sekarang Tunisia) yang pandai dalam mengatur strategi perang. Pada tahun 216 SM, Hannibal dan pasukannya berhasil mengalahkan tentara Romawi dalam pertempuran di Kota Cannae. Kemenangan itu semakin mengukuhkan reputasi Hannibal, sebab strategi perangnya mampu menutupi kelemahan pasukannya yang kalah jumlah dari pasukan Romawi.

Namun sebelum pertempuran di Cannae, Hannibal sempat membuat keputusan konyol ketika ia dan pasukannya sedang dalam perjalanan menuju daerah kekuasaan Romawi.

Saat melintasi Pegunungan Alpen, Hannibal menjelaskan kalau jalur bersalju yang hendak dilewati mereka tergolong aman. Ia pun berusaha membuktikannya dengan menghentakkan tongkat kayu ke atas tumpukan salju. Tapi ketika dilalui, jalur bersalju itu runtuh. Alhasil sebagian pasukan Hannibal terbawa longsor salju. 18.000 tentara, 2000 kuda, dan beberapa gajah perang mati dalam peristiwa tersebut. Lebih ironisnya lagi, jumlah korban jiwa dalam longsor salju itu lebih besar daripada peperangan mana pun yang dilalui Hannibal sepanjang karier militernya.

2. Pertempuran Changping

via illustratedcuriosity.com

Pada tahun 206 SM, pasukan Qin sudah mengepung benteng milik Kerajaan Zhao di Shangdang, Tiongkok, selama tiga tahun berturut-turut. Komandan Zhao Kuo dari Zhao tentu tak mau tingal diam. Ia dan 450.000 pasukannya mencoba untuk menghentikan pengepungan tersebut. Dan ternyata, pasukan Qin yang dipimpin oleh Bai Qi jumlahnya lebih sedikit dari perkiraan Zhao Kuo sebelumnya.

Keunggulan jumlah pasukan membuat Zhao Kuo pongah dan gegabah. Ia langsung mengerahkan pasukannya untuk memburu setiap musuh yang melarikan diri. Kereta yang berisi persediaan makanan pasukan Zhao pun terpaksa harus ditinggalkan. Kesempatan itu tentu tak disia-siakan Bai Qi yang langsung memerintahkan pasukan berkudanya untuk membakar suplai makanan pasukan Zhao.

Saat kembali ke Shangdang, Zhao Kuo dan pasukannya yang berharap bisa mengisi perut mereka mendapati seluruh bahan makanan hangus terbakar. 46 hari kemudian Zhao Kuo dibunuh. Sekitar 400.000 bawahannya yang sudah dalam keadaan kelaparan terpaksa menyerah, meskipun akhirnya mereka dieksekusi mati oleh Bai Qi.

Blunder fatal dari Zhao Kuo tersebut kemudian mengantarkan kita pada salah satu pembantaian terbesar dalam sejarah peperangan. Dan itu terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu!

3. Pertempuran Carrhae

via pinterest.co.uk

Pada tahun 35 SM, jenderal perang Romawi, Marcus Licinius Crassus dan 45.000 legiunnya berusaha menginvasi Kekaisaran Parthian. Crassus mendapat kabar bahwa sebagian besar pasukan Parthian sedang menyerang Armenia. Tentunya itu adalah kabar gembira bagi Crassus yang berhasrat menguasai sebagian wilayah kekuasaan Parthian. Dan itulah mengapa ia memutuskan untuk melancarkan invasi militer.

Supaya tiba dengan cepat, Crassus dan pasukannya langsung melewati jalur padang pasir untuk mengambil alih kota-kota milik Parthian di kawasan Mesopotamia. Merasa diburu waktu, Crassus tak mengizinkan pasukannya bermalam di tepi sungai untuk sekadar beristirahat atau mengisi persediaan air mereka. Padahal kondisi jalur yang mereka lalui cukup ekstrem dan menguras tenaga.

Setibanya di Kota Carrhae, Crassus dan pasukannya (secara tak terduga) disambut 10.000 tentara berkuda Parthian yang dipimpin Surenas. Pertempuran pun tak terelakkan. Rasa lelah, haus, dan lapar akhirnya jadi penyebab kekalahan telak pasukan Romawi dalam Pertempuran Carrhae.  Crassus tewas dalam pertempuran tersebut, sedangkan 10.000 pasukannya yang masih hidup ditahan dan dijual sebagai budak oleh Surenas.

4. Terlalu mabuk untuk menyerang

via en.wikipedia.org

Oktober 1625, dalam usaha gabungan antara Inggris dan Belanda untuk menginvasi Spanyol, Sir Edward Cecil dan armada perangnya terhambat oleh situasi yang terkesan konyol. Keberangkatan Cecil beserta ratusan kapal dan 10.000 bala tentara menuju kota pelabuhan Cadiz tak dilengkapi persediaan makanan yang cukup. Jalan satu-satunya yang bisa ditempuh untuk mengatasi situasi itu adalah dengan merampas bahan makanan yang ada di Cadiz.

Tapi di sisi lain, Cadiz dikenal sebagai kota penghasil wine terbaik di Eropa. Dan pada masa itu sepertinya tak ada pelaut yang tak tergiur oleh minuman beralkohol. Setelah merampok persediaan anggur (baca: pesta minum), tentara yang mabuk mengancam akan melakukan pemberontakan. Cecil kemudian memerintahkan pasukannya kembali ke kapal.

Tak ada tembakan apalagi korban jiwa dalam invasi militer tersebut.

5. Angkatan laut Brazil tak sengaja mengenggelamkan kapal sendiri

via en.wikipedia.org

Pada bulan Juli 1945, kapal induk angkatan laut Brazil, BZ Bahia, tenggelam di Samudra Atlantik. Usut punya usut, ternyata penyebabnya bukan karena peperangan, melainkan human error dari awak kapal yang bertugas.

Seorang petugas meriam tak sengaja menembak salah satu pesawat di dek kapal. Pesawat tersebut kemudian meledak dan terhempas, menabrak rangkaian perangkat militer lainnya yang berada di atas kapal. Alat pendeteksi kapal selam pun ikut terpental dan meledak saat menghantam baling-baling kapal.

Bahia tenggelam dalam waktu tiga menit. Setengah dari keseluruhan awak kapal dinyatakan hilang. Untungnya, empat hari kemudian para awak yang berhasil selamat segera ditemukan oleh pesawat induk Brazil lainnya.

6. Kode: Tootsie Roll

via candy.com

Pada masa Perang Korea di tahun 1950, sekitar 15.000 pasukan divisi angkatan laut Korea Selatan bersembunyi di sebuah waduk di Gunung Chosin. Mereka sedang bersiap menghadapi 120.000 pasukan Tiongkok yang hendak melewati batas negara. Tapi kondisi di gunung tersebut sungguh tak ramah. Suhu yang dingin (hampir di bawah 30 derajat celcius) membuat persediaan makanan mereka membeku.

Hingga suatu ketika, seorang anggota divisi melakukan panggilan ke markas besar. Ia meminta Tootsie Rolls, yakni kata sandi untuk peluru mortir. Tapi petugas yang menerima panggilan tersebut mengartikan Tootsie Rolls secara harfiah (permen karamel terkenal buatan Amerika). Akibatnya, peti demi peti yang berisi permen karamel dijatuhkan oleh pesawat pengantar suplai divisi angkatan laut Korsel.

Yup, walaupun tak mendapat suplai peluru mortir, setidaknya persediaan makanan yang membeku bisa tergantikan oleh permen karamel.

7. Kapal perang Yamato yang menyebabkan banjir

lingxiang1982cgsociety.org

Kapal perang Yamato yang dibuat oleh militer Jepang pada masa Perang Dunia II merupakan kapal perang paling berat dalam sejarah. Bayangkan saja, berat kapal ini mencapai 73.000 ton!

Tak heran kalau Yamato menciptakan gelombang besar saat memasuki perairan. Dan itulah yang terjadi kala Yamato dilepaskan di Nagasaki untuk pertama kalinya. Masuknya kapal ke laut menciptakan tsunami kecil yang membuat level air di sungai setempat melesat naik. Rumah-rumah di sekitar sungai jadi kebanjiran, dan gelombang di sekitar pantai pun membuat perahu-perahu nelayan terbalik.

Tapi sayang, pada akhirnya kapal perang raksasa itu hancur dalam peperangan.

Itu dia 7 kesalahan terkonyol dalam bidang militer yang pernah tercatat dalam sejarah. Kira-kira di masa mendatang bakal ada kesalahan serupa nggak ya? Hmm… who knows. Yang jelas, manusia memang nggak bisa luput dari kesalahan.

Komentar:

Komentar