7 Karya Seni Aneh yang Bisa-bisanya Laku Terjual dengan Harga Mahal

Ini... seni?

Sebuah karya seni sudah selayaknya punya nilai estetika dan pesan yang bisa menginspirasi para penikmatnya. Hampir semua orang pasti pernah dibuat berdecak kagum waktu melihat karya seni yang indah, termasuk saya dan kamu.

Beda lagi ceritanya dengan 7 karya seni berikut ini. Alih-alih memanjakan mata kamu, ketujuh karya seni ini malah bisa bikin kamu bingung. Saya sendiri bukan kritikus seni, tapi kemungkinan besar kamu nggak akan (mampu) merasakan keindahan maupun pesan berarti di balik karya-karya ini. Lebih anehnya lagi, ketujuh benda ini dibanderol dengan harga yang sama sekali nggak masuk akal.

Mulai dari karya seni yang tak bisa dilihat sampai lukisan absurd jutaan dolar, ini dia tujuh karya seni paling aneh yang pernah laku terjual.

1. Non-Existent Art (karya seni tak terlihat)

via widewalls.ch

Hey, tunggu dulu. Apa yang bisa kita nikmati dari karya seni yang tak bisa dilihat? Jawabannya, hampir tak ada. Bentuk dari semua karya yang dipajang di galeri Museum of Non-Visible Art, New York, hanya ada di benak para senimannya.

Para pengunjung tak bisa melihat karya yang dipajang di museum tersebut. Tapi para seniman pameran menyediakan semacam deskripsi singkat di masing-masing karya tak terlihat mereka. Jadi seenggaknya, pengunjung bisa membayangkan apa dan bagaimana kira-kira bentuk karya yang dipajang. Wow!

Kamu pasti menganggap kalau karya seni semacam ini sangat nggak layak untuk diperjualbelikan. Tapi ternyata, pada tahun 2011 seorang wanita rela menghabiskan $10.000 (sekitar Rp144 juta) untuk membeli karya seni tak terlihat berjudul Fresh Air atau Udara Segar.

Kalau karya itu misalkan dipajang di kamar, apa bisa menambah dekorasi ruangan? Oh, atau mungkin udara di kamar jadi lebih… segar?

2. Kotoran seniman 

via voguesugar.com

Artist’s Shit adalah karya dari seniman asal Italia, Piero Manzoni. Karya Manzoni ini terdiri dari 90 kaleng berukuran 4,8 x 6,5 cm, berat bersih sekitar 30 gram, dan berisikan kotoran Manzoni sendiri. Kamu nggak salah baca, kaleng itu berisi kotoran.

Untuk menjelaskan produknya, Manzoni menyertakan label dalam bahasa Inggris, Italia, Prancis, dan Jerman sekaligus. Kira-kira begini tulisan di labelnya:

“Kotoran seniman

Isi 30 gram

Diawetkan dengan baik

Diproduksi dan dikemas

Pada bulan Mei 1961”

Satu kaleng kotoran Manzoni pernah dilelang dan laku terjual dengan harga 124.000 euro (sekitar Rp2 miliar) pada Mei 2007. Kaleng kotoran nomor 083 juga dilelang dengan harga 97.250 poundsterling (sekitar Rp1,8 miliar).

Usut punya usut, setiap gram kotoran di dalam kaleng dihargai sama dengan nilai emas pada tahun 1961 (sekitar Rp500.000 per gram). Apa kamu rela mengabiskan uang demi sekaleng kotoran Manzoni? Kalau saya lebih baik bikin kotoran kalengan sendiri dengan label tokoh anime favorit.

3. Piss Christ

via cnn.com

Piss Christ adalah foto karya Andres Serrano yang menunjukkan boneka Kristus di dalam cairan urin Serrano sendiri. Foto tersebut berhasil memenangkan penghargaan karya visual terbaik pada satu kompetisi seni di tahun 1989.

Tapi selain menuai kesuksesan, karya Serrano pun dikecam oleh banyak penikmat seni, termasuk para pejabat Amerika yang menilai karya Serrano sama sekali tak beretika. Para pengkritik pun dibuat geram saat mengetahui Serrano menerima uang sebesar $15.000 (sekitar Rp215 juta) dari agensi kesenian pemerintah Amerika yang membeli Piss Christ.

Saat dipamerkan di National Gallery of Victoria, Australia, karya Serrano ini akhirnya dirusak oleh seorang pemrotes. Lagian bikin karya kok kayak gini sampai segitu sih. Ini sih namanya udah keterlaluan.

4. Potongan kuku seniman

via thesun.co.uk

Seorang pria bernama Mike Drake mengumpulkan potongan kukunya yang dia gunting selama sebelas tahun di dalam kantong plastik. Awalnya dia ingin membuang potongan kuku tersebut. Tapi saat itu, Drake tiba-tiba terpikir untuk membuat sesuatu dari potongan kukunya. Drake akhirnya “menyulap” 1040 potongan kuku yang sudah dikumpulkan menjadi pemberat buku dengan mencampurkan bahan akrilik dalam proses pembuatannya.

Masing-masing pemberat buku yang dia klaim sebagai karya seni itu dijual seharga $300-$500 (sekitar Rp4 juta – Rp7 juta). Untuk ukuran pemberat buku saja harganya kehitung mahal tuh.

5. Patung Venus de Milo yang dibuat dari kotoran

via sabrisfunkyart.blogspot.com

Karya seni yang kamu lihat di atas adalah replika patung Venus de Milo yang dibuat dari kotoran. Apa itu kotoran hewan atau manusia, tak disebutkan sayangnya. Pematungnya, Zhu Cheng, dibantu oleh sembilan muridnya saat membangun patung ini. Dalam pameran seni di Henan Art Museum, Zhengzou, Tiongkok, patung ini dipajang di dalam kotak etalase yang tertutup.

Yup, tujuannya supaya bau kotoran tak sampai membuat para pengunjung terganggu.

Seorang kolektor seni asal Swiss yang tertarik akhirnya membeli kotoran… ups, patung ini dengan harga 300.000 yuan (sekitar Rp650 juta). Wah, benar-benar sulit dipercaya.

6. Kubus berisi sampah New York

via pinterest.com

Zaman sekarang, sampah saja bisa jadi karya seni. Nggak perlu proses yang rumit, cukup masukan sampah yang kamu temukan ke dalam kotak transparan dan… voila! Kamu pun berhasil membuat sebuah mahakarya. Kira-kira begitulah yang dilakukan seniman asal New York, Justin Gignac.

Garbage of New York City ciptaan Gignac nggak lebih dari kotak transparan berisikan sampah dari kota New York. Mulai dari kaleng bekas, sendok plastik, struk belanja, hingga bungkus makanan, dia sulap semua itu jadi penghias kotak yang nantinya dijual. Tapi untuk memiliki kotak berisi sampah ini, kamu mesti merogoh kocek sekitar $50-$100 (Rp700 ribu – Rp1,5 juta).

Kalau kamu punya uang lebih waktu jalan-jalan di New York, nggak ada salahnya tuh beli suvenir  seperti karya Gignac.

7. Red Mirror

via gerhard-richter.com

Yang kamu lihat di atas adalah sebuah lukisan. Oh, kamu cuma melihat satu warna? Ya memang begitu lukisannya, kayak contoh warna yang bisa kamu lihat di katalog lipstik atau cat tembok. Dan yang lebih mengejutkan lagi, lukisan itu terjual dengan harga $750.000 (setara Rp1,8 miliar).

Lukisan yang diberi nama Red Mirror ini merupakan karya Gerhard Richter, pelukis asal Jerman. Dia memang dikenal sebagai pelukis best seller bergenre abstrak. Karya-karya Richter yang lain mungkin lebih mudah dipahami oleh para penikmatnya. Tapi kalau yang satu ini… hmm… apa ya hubungannya dengan mirror (cermin)?

Wah, nyerah saya. Lagian saya bukan penggemar lukisan abstrak Richter.

Jujur, saya jadi iri melihat keuntungan yang dihasilkan 7 karya nyeleneh tersebut. Kayaknya nggak butuh proses kreatif yang melelahkan atau keterampilan khusus untuk membuat karya semacam itu. Beda banget sama karya seni pada umumnya. Iya nggak? Apalagi yang kotak sampah tuh, nggak jelas banget, sumpah!

Yah, tapi saya bisa juga salah sih. Toh saya bukan kritikus.

10 Shares

Komentar:

Komentar