Kurang Dianggap Semasa Hidup, 5 Tokoh Jenius Ini Baru Terkenal Setelah Meninggal

Tertarik mengikuti jejak mereka?

:

Setiap orang pasti punya potensi untuk menjadi terkenal, terlebih lagi kalau orang itu punya bakat luar biasa yang nggak dimiliki oleh semua orang. Kamu pun pasti tahu beberapa tokoh populer masa kini yang punya bakat luar biasa. Sebut saja, misalnya, euhmmm, anu, ….

Kamu isi aja sendiri titik-titiknya.

Tapi sebenarnya, kalau berbicara mengenai bakat, kita tak harus menghubungkannya dengan ketenaran. Toh orang-orang yang gigih mengasah minat dan bakat pada akhirnya akan mendapat pengakuan dari orang lain pula. Iya, nggak?

5 tokoh terkenal berikut punya kisah menarik yang sedikit berbeda dari penjelasan di atas. Semasa hidup, kelima tokoh jenius ini tak begitu terkenal. Beberapanya bahkan ada yang tak diakui karena alasan tertentu. Tapi setelah meninggal, barulah bakat dan usaha mereka akhirnya dihargai oleh orang-orang di kemudian hari. Hmm… kira-kira siapa saja ya?

1. Vincent van Gogh

via listelist.com

Sebagian dari kamu sudah nggak asing lagi sama nama Vincent van Gogh. Yup, van Gogh merupakan pelukis terkenal asal Belanda. Karya-karya impresionis van Gogh juga dinilai memiliki pengaruh terhadap perkembangan seni rupa di Barat. Tapi pengakuan dunia akan keterampilan van Gogh ini justru datang setelah sang pelukis tiada.

Semenjak kecil van Gogh sudah mulai tertarik menggambar dan melukis berkat dorongan dari ibunya. Baru di umur 20 tahun dia berniat untuk mengembangkan karier keartistikannya lebih jauh lagi. Tapi impian van Gogh terhalang oleh gangguan epilepsi yang dialaminya sedari dulu. Dia pun akhirnya depresi dan bunuh diri di tahun 1890.


Meski sudah melukis selama beberapa dekade, Vincent van Gogh belum juga dapat ketenaran. Tak banyak pula orang yang mengetahui tentang kematiannya. Tapi tak lama setelah meninggal, banyak lukisan van Gogh yang tersebar ke berbagai negara seperti Prancis, Belgia, dan Jerman. Itu semua berkat bantuan istri dan saudara ipar van Gogh sendiri.

Ketenaran van Gogh kian meningkat setelah para kolektor Inggris dan Amerika membawa lukisan van Gogh ke negara mereka. Di tahun 1990 lukisan van Gogh yang berjudul Portrait of Dr. Gachet terjual dengan harga $82,5 juta (sekitar Rp1.1 triliun). Fantastis!

2. Galileo Galilei

via universetoday.com

Ada kisah yang menarik sekaligus memilukan tentang kehidupan Galileo Galilei (1564-1642). Semasa hidupnya, Galilei merupakan seorang matematikawan dan astronom yang berusaha meneliti sistem tata surya. Dia membangun teleskop yang bisa meneropong jauh ke planet lain, termasuk Saturnus dan Jupiter. Berdasarkan penelitiannya, dia membuktikan teori heliosentrisnya Copernicus ternyata benar; bumi mengelilingi matahari yang pada dasarnya adalah pusat dari tata surya.

Namun pada masa itu, penemuan Galilei sangat bertentangan dengan pandangan kristen ortodoks yang sejak dahulu berpegang pada teori geosentris (bumi sebagai pusat alam semesta). Tak heran kalau penemuan Galilei kemudian dianggap sebagai fitnah oleh pemimpin tertinggi gereja, Paus Urban VIII. Galilei pun akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Sayang sekali, upaya Galilei untuk mengembangkan ilmu pengetahuan malah berujung hukuman. Tapi kontribusi Galilei terhadap perkembangan sains ternyata nggak dihiraukan begitu saja oleh para ilmuwan modern. Sekarang beliau dianggap sebagai salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh sepanjang sejarah.

3. El Greco

via commons.wikimedia.org

Lahir dengan nama asli Doménikos Theotokópoulos di tahun 1541, El Greco dikenal sebagai pelukis aliran ekspresionisme yang berasal dari Yunani. Sebagian besar objek lukisannya bersifat religius;  kehidupan Yesus dan berbagai peristiwa penting di Alkitab lainnya.

El Greco mengembangkan kariernya sebagai pelukis di Italia. Dalam karyanya, El Greco sengaja membuat objek lukisan terlihat lebih panjang dari ukuran asli. Tapi ciri khas tersebut justru membuat lukisan-lukisan El Greco dianggap aneh dan terlalu dramatis pada waktu itu. Akibatnya, lukisan El Greco sering dihujat dan diabaikan begitu saja.

Bahkan setelah kematiannya di tahun 1614, El Greco masih saja dikritik karena lukisannya terlalu membingungkan dan sulit dimengerti. Barulah di awal abad 20 sampai sekarang, lukisan-lukisan El Greco mendapat sambutan hangat dari para seniman modern. Gaya ekspresionisme dalam lukisannya begitu dihargai karena cenderung menerapkan teknik modern yang juga dipakai dalam karya seni kontemporer. Yup, seniman modern menilai karya-karya El Greco terlalu mendahului zamannya.

4. Henry David Thoreau

via mentalfloss.com

Henry David Thoreau (1817-1862) adalah filsuf dan penulis asal Amerika Serikat. Ia termasuk salah satu tokoh sejarah yang mempelajari hubungan antara alam dan manusia secara mendalam. Pemikiran Thoreau tentang pentingnya hidup alami dan berbaur dengan alam telah menginspirasi tokoh-tokoh dunia, termasuk Mahatma Gandhi dan Leo Tolstoy.

Namun ternyata, perjalanan karier Thoreau sebagai penulis sempat menghadapi tantangan. Pemikiran Thoreau yang tertuang dalam bukunya dianggap membingungkan dan sulit dimengerti oleh para pembacanya. Belum lagi Thoreau termasuk penulis yang berkarakter unik. Dia kerap mencampurkan puisi ke dalam tulisan ilmiahnya. Alhasil, dari dua buku yang berhasil dicetak dengan uang pribadinya, Thoreau tak mendapat keuntungan berlimpah.

Di akhir tahun 1920, tulisan Thoreau baru mulai mendapat pujian dari para pemimpin, filsuf, dan penulis yang terinspirasi oleh karyanya. Sekarang Thoreau dianggap sebagai salah satu penulis paling penting di Amerika Serikat, terutama karena pandangannya yang begitu mendalam mengenai alam dan politik.

5. Henry Darger

via pinterest.com

Henry Darger merupakan artis dan penulis yang kehidupannya cenderung tertutup dari dunia luar. Ya, dulu tak banyak orang yang mengenal Henry Darger, apalagi karya-karyanya. Kehidupan Darger begitu terasing. Tapi di sisi lain, Darger mampu menyulap pengalaman dan perjalanan hidupnya menjadi karya seni yang menakjubkan.

Sifat Darger yang tertutup tentu sangat berkaitan dengan pengalaman masa kecilnya. Darger ditinggal mati oleh kedua orangtuanya saat dia masih kecil. Sejak itu dia tinggal di panti asuhan. Kabarnya di tempat tersebut, Darger kerap dihukum karena suka membuat suara-suara aneh. Diduga ia mengalami Sindrom Tourette; sindrom yang menyebabkan penderitanya melakukan gerakan tiba-tiba tanpa bisa dikendalikan. Setelah tinggal di panti asuhan, Darger muda menjalani rehabilitasi di Lincoln State School  (rumah sakit jiwa khusus anak-anak di Lincoln).

Pada tahun 1930, Darger pindah ke Chicago. Di sanalah ia menyimpan rahasia hidup yang akhirnya terungkap beberapa dekade kemudian. Setelah kematiannya di tahun 1973, Darger meninggalkan manuskrip bergenre fantasi setebal 15.145 halaman. Karya Darger itu berjudul The Story of the Vivian Girls, in What is known as the Realms of the Unreal, of the Glandeco-Angelinnian War Storm, Caused by the Child Slave Rebellion.

Semua ilustrasi di dalamnya dilukis menggunakan cat air. Dan uniknya, manuskrip Darger baru ditemukan di tahun 1990-an. Pada akhirnya karya-karya Darger banyak menginspirasi para kartunis generasi berikutnya.

Melihat kisah 5 tokoh di atas, kita jadi paham kalau penghargaan akan suatu karya atau ide belum tentu datang secara langsung. Hmm… jadi kayaknya yang mesti kita lakukan adalah percaya dan terus mengasah minat dan bakat kita. Betul, nggak? Siapa tahu nama kamu baru terkenal jauh setelah masa hidup kamu.

Komentar:

Komentar