5 Teknologi Paling Misterius dari Zaman Kuno, Ilmuwan pun Sampai Dibikin Kebingungan

Ilmuwan aja bingung, apalagi saya

:

Zaman kuno, zaman ketika manusia hidup dengan teknologi yang amat sederhana. Setidaknya itulah anggapan umum jika kita membahas peradaban manusia di masa lampau. Tapi itu ‘kan anggapan umum. Teknologi zaman kuno bisa jadi tak sesederhana yang kita bayangkan.

Sesungguhnya, ada juga lho teknologi di zaman dulu yang tergolong canggih. Sayang, keberadaannya terlalu diselubungi oleh rahasia dan misteri. Contohnya seperti 5 teknologi zaman kuno yang akan kita bahas kali ini.

Teknologi zaman kuno yang pernah tercatat dalam sejarah ini tak bisa dibuat ulang, bahkan dengan ilmu pengetahuan modern yang kita punya sekarang. Resep pembuatan teknologi ini tak banyak diketahui. Beberapa di antaranya memang sengaja dirahasiakan dan akhirnya hilang ditelan zaman. Apa saja 5 teknologi yang dimaksud? Yuk langsung kamu simak daftarnya.

1. Tembakan sinar panas Archimedes

via livescience.com

Archimedes merupakan seorang insinyur dan matematikawan Yunani yang punya peran penting dalam sejarah peperangan bangsa Yunani dan Romawi kuno. Archimedes disebut pernah membuat berbagai senjata militer yang digunakan tentara Yunani sekitar tahun 200 SM. Berkat senjata Archimedes, pasukan Romawi seringkali dibuat tak berkutik setiap kali kapal-kapal perang mereka memasuki perairan Yunani.

Salah satu senjata ciptaan Archimedes yang cukup terkenal yakni Archimedes’ death ray (sinar kematian). Senjata ini terdiri dari deretan cermin besar yang dipegang oleh tentara Yunani di sepanjang benteng di pinggir laut. Setiap cermin sudah dipoles sedemikian rupa hingga mampu mengubah sinar matahari menjadi energi panas yang dipusatkan ke arah kapal musuh.

Versi lain menyebut sinar kematian berasal dari satu cermin raksasa berbentuk parabola; konsep yang hampir serupa dengan pistol laser di zaman modern. Archimedes death ray dipercaya mampu membakar dan menenggelamkan kapal-kapal Romawi dari jarak 50 meter dalam hitungan detik.

Beberapa ilmuwan modern pernah mencoba membuat replika senjata ciptaan Archimedes itu. Di tahun 2005, para mahasiswa MIT (Massachusetts Institute of Technology) berhasil membakar sebuah kapal dengan memusatkan cahaya matahari lewat perisai perunggu dari zaman Romawi. Tapi sinar kematian Archimedes yang asli dipercaya lebih kuat dan mematikan dibanding hasil eksperimen tersebut.


2. Vitrum Flexile

via ancientpages.com

Konon pada zaman Romawi kuno, Kaisar Tiberius (yang berkuasa tahun 14-37 Masehi) pernah mendapat hadiah berupa mangkuk kaca dari perajin yang tak disebutkan namanya. Mangkuk itu terbuat dari vitrum flexile (kaca elastis) atau jenis kaca yang tak bisa pecah. Terbukti setelah memberikan mangkuk kaca tersebut pada Kaisar, si perajin memintanya kembali, lalu membanting mangkuk itu ke lantai. Bukannya pecah, mangkuk itu malah jadi agak penyok di bagian yang berbenturan dengan lantai. Bagian yang penyok lalu diketuk menggunakan palu kecil, dan bentuk mangkuk kaca itu pun kembali seperti semula.

Sayangnya, satu-satunya perajin yang tahu formula kaca elastis itu harus mati dipenggal atas perintah Tiberius. Sang Kaisar takut vitrum flexile bisa menyaingi nilai perak dan emas yang jadi alat pertukaran utama pada masa itu.

Kisah tentang kaca elastis pertama kali dikemukakan oleh penulis Romawi, Petronus (tahun 27-66 M). Sejarawan lain, Plinius yang Tua (23-79), pernah juga mengabadikan vitrum flexile dalam tulisannya. Menurutnya, kebenaran kaca elastis masih bisa dipertanyakan meski masyarakat pada masa itu sering berbicara tentang keajaibannya.

Tahun 2012 ilmuwan modern baru bisa menciptakan kaca elastis yang disebut willow glass. Hmm… berarti perajin kaca yang membuat vitrum flexile punya pengetahuan 2000 tahun lebih maju dari masanya.

3. Greek Fire

via allthatsinteresting.com

Pada abad 7 sampai 12 kapal-kapal perang Byzantine jadi momok menakutkan di medan perang. Pasalnya, pasukan Byzantine melengkapi kapal perang mereka dengan senjata kimia mematikan yang disebut Greek Fire (Api Yunani).

Senjata itu menembakkan cairan berapi melalui pipa yang membakar kapal-kapal musuh. Kinerjanya hampir sama seperti pelontar api di zaman sekarang. Tapi konon, Greek Fire masih bisa berkobar di dalam air dan hanya bisa dipadamkan oleh pasir, cuka, dan air seni. Lebih mengerikannya lagi, pasukan musuh yang terkena cairan tersebut tak akan bisa selamat meski sudah menceburkan diri ke laut.

Para ilmuwan dan sejarawan zaman sekarang dibuat penasaran dengan senjata kuno yang canggih ini. Sayangnya bangsa Byzantine sangat merahasiakan formula Greek Fire, dan rahasia itu pun tak pernah terungkap hingga kini.

4. Ramuan penangkal segala jenis racun

via ancient-origins.net

Selama hidupnya, Raja Mithridates VI dari Pontus (120-63 SM) dikenal sebagai penguasa yang tak mempan diracun. Dia punya cara yang unik untuk membuat dirinya kebal dari racun. Caranya yaitu dengan meminum racun sedikit demi sedikit sampai tubuhnya mulai terbiasa menahan efek segala jenis racun.

Tapi konon, Mithridates juga sempat membuat ramuan penawar segala jenis racun yang disebut Mithridatium. Resep ramuan tersebut kemudian disempurnakan oleh tabib pribadi kaisar Romawi, Nero.

Resep Mithridatium yang asli sudah hilang. Tapi para sejarawan kuno mengatakan kalau bahan-bahan yang digunakan antara lain opium, potongan ular viper, dan campuran beberapa jenis racun dan penawarnya.

Di tahun 1992, ilmuwan senjata kimia yang bekerja dengan militer Uni Soviet, Sergey Popov, pernah mencoba membuat Mithridatium versi modern. Tapi sayang, eksperimennya berakhir dengan kegagalan.

5. Seismoskop Zhang Heng

replika seismoskop Zhang Heng/ via ancientpages.com

Sekilas, alat pendeteksi gempa yang dibuat Zhang Heng (77-139) terlihat seperti guci pajangan yang punya nilai seni tinggi. Penciptanya sendiri adalah seorang ilmuwan, astronom, dan seniman asal Tiongkok.

Mungkin kamu dibuat penasaran bagaimana alat pendeteksi gempa Zhang bekerja. Lalu apa pula fungsi dari delapan naga yang menggigit bola perunggu, serta katak di bagian sisi alat tersebut. Nah, ternyata delapan naga mewakili delapan arah mata angin, sedangkan katak-katak di bawahnya berfungsi sebagai penampung bola.

Saat mendeteksi gempa, naga yang mewakili arah gempa akan menjatuhkan bola perunggu dari mulutnya ke mulut katak. Konon, alat ini bisa mendeteksi gempa sejauh 650 kilometer meski getaran gempa tak terasa oleh manusia di lokasi seismoskop.

Tak ada orang yang benar-benar tahu bagaimana mekanisme di dalam seismoskop tersebut. Tapi para ilmuwan berpendapat kalau alat Zhang itu bekerja dengan memanfaatkan rangkaian pendulum (di dalamnya) yang sensitif terhadap getaran.

Zaman kuno memang selalu berhasil menarik perhatian kita dengan berbagai misteri dan rahasia yang belum terungkap. 5 teknologi itu pun mungkin jadi pertanda bahwa masih banyak hal yang bisa kita telusuri dari peradaban nenek moyang di zaman kuno dulu.

Komentar:

Komentar