5 Peradaban yang Hilang secara Misterius, Teka-tekinya Masih Belum Terpecahkan

Ke manakah penduduk kota-kota ini pergi? Nggak ngajak-ngajak

:

Bumi kita ini menyimpan berbagai situs bersejarah yang jumlahnya luar biasa. Dan karena jumlahnya yang banyak itu, para ilmuwan jadi nggak pernah kehabisan bahan penelitian.

Tapi bukan berarti situs bersejarah gampang buat diteliti. Terkadang para ilmuwan pun kesulitan mendapat penjelasan tentang kehidupan orang-orang di masa lampau hanya dengan mengamati situs sejarah. Beberapanya malah ada yang mengundang tanda tanya dan bikin para ilmuwan hanya bisa berspekulasi.

Misalnya seperti lima peradaban yang hilang ini. Kota-kota yang pernah dibangun masyarakat zaman dulu ini sekarang sudah jadi tempat yang kosong penghuni. Tapi para ilmuwan tak tahu pasti mengapa dan bagaimana masyarakatnya meninggalkan peradaban yang telah dibangun selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Coba kamu simak dulu daftarnya.

1. Easter Island

via commons.wikimedia.org

Terkenal dengan deretan patung Moai di sepanjang pantainya, Easter Island (Pulau Paskah) dulunya adalah rumah bagi puluhan ribu suku Rapa Nui. Mereka diperkirakan bermigrasi ke pulau yang sekarang ada di teritori Chile itu dengan melewati Lautan Pasifik selatan. Mereka melakukan itu sekitar abad ke-8, dengan hanya dengan memakai perahu kayu.

Peradaban Rapa Nui cukup berkembang pada masanya dan menjadi semacam kawasan industri pembuatan patung Moai. Saat pertama kali penjelajah Eropa datang ke Easter Island di tahun 1722, masih ada sekitar 2000-3000 populasi Rapa Nui. Tapi seiring berlalunya waktu, jumlah tersebut kian menyusut sampai akhirnya populasi yang tersisa kurang dari 100 orang.

Tak ada berita yang jelas mengenai sebab-musabab penurunan populasi Rapa Nui. Beberapa spekulasi pun masih jadi perdebatan. Tapi kemungkinan besarnya, hal itu disebabkan oleh sumber daya alam Easter Island yang kian menipis dari masa ke masa.

Beberapa penemuan lain mengungkap adanya perang suku dan kelaparan yang melanda populasi Rapa Nui.

2. Catalhöyük

via sci-news.com

Catalhoyuk disebut-sebut sebagai kota tertua di dunia yang ada sekitar 9000-7000 tahun yang lalu. Meski demikian, peradaban kuno ini cukup berkembang di bidang pertanian.

Hal yang paling unik dari Catalhoyuk adalah struktur perumahannya yang hampir menyerupai sarang lebah. Setiap rumah dibangun berdempetan dengan pintu masuk di bagian atap. Dengan bentuk rumah seperti ini, penduduk Catalhoyuk tak membangun jalan, melainkan tangga-tangga dan undakan di atap yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lainnya.

Konon, penduduk kota Catalhoyuk sering mendekorasi pintu masuk rumah mereka dengan tengkorak banteng dan menghias dinding-dinding rumah dengan lukisan. Peradaban ini juga punya tradisi mengubur penduduk yang wafat di bawah lantai rumah. Hal itu diketahui dari penemuan 266 kerangka di bawah tanah reruntuhan kota kuno Catalhoyuk di Turki.

Para ilmuwan memperkirakan selama 2000 tahun berdiri, angka tertinggi populasi kota Catalhoyuk mencapai 10.000 jiwa. Tapi pada akhir masa kejayaannya, kota ini ditinggalkan begitu saja oleh para penduduknya, dengan alasan yang masih belum diketahui sampai sekarang.

3. Angkor Wat

via timetravelturtle.com

Terletak di Kamboja, Angkor Wat adalah kompleks kuil yang dulunya merupakan bagian dari Kota Angkor, ibu kota Kerajaan Khmer. Kota Angkor berkembang pada masa pemerintahan Khmer, sekitar tahun 1000-1200. Tapi Angkor kemudian ditinggalkan oleh para penduduknya 300 tahun sebelum Kerajaan Khmer tumbang.

Ada beberapa faktor yang diperkirakan jadi penyebab runtuhnya Angkor, mulai dari faktor peperangan hingga bencana alam. Tapi yang masih jadi pertanyaan para ilmuwan adalah berapa jumlah penduduk Angkor saat masih berjaya? Jika dilihat dari luasnya daerah dan struktur kota yang cukup tertata, diperkirakan populasi Angkor bisa mencapai jutaan. Bahkan beberapa arkeolog percaya kalau Angkor adalah situs kota kuno terbesar pada masanya.

Hmm… mungkin karena terbatasnya catatan sejarah yang ada, kita belum tahu pasti kenapa kota sebesar Angkor berakhir menjadi reruntuhan seperti sekarang.

4. Peradaban Lembah Indus

via littleindia.com

Kota kuno Mohenjo-Daro dan Harappa yang terletak di Pakistan adalah rumah bagi peradaban Lembah Indus. Konon, peradaban ini tergolong maju, menyaingi peradaban di Mesopotamia dan Mesir kuno.

Namun ada sebuah misteri yang belum terungkap di balik hilangnya peradaban Lembah Indus. Penelitian para arkeolog mengungkap adanya sistem saluran air minum, gorong-gorong, dan pemandian di situs bersejarah itu. Ada pula sekitar 40 kerangka ditemukan secara terpisah di beberapa bagian kota. Setelah diteliti, posisi jenazah yang tak wajar mengindikasikan kematian mendadak.

Satu teori konspirasi mengatakan kalau peradaban Lembah Indus musnah dalam satu malam akibat serangan nuklir. Ilmuwan asal Inggris, David Davenport menemukan bukti adanya radiasi dan material yang meleleh. Bisa jadi jenazah yang ditemukan meninggal karena suhu panas yang mendadak.

Tapi teori yang lebih rasional menyimpulkan adanya pergantian iklim. Alhasil para penduduk mengalami kekeringan dan kelaparan, lalu bermigrasi ke daerah lain.

5. Suku Anasazi

via persiancarpet.com

Suku Anasazi mulai menghuni dataran Amerika Utara sejak tahun 1500 Sebelum Masehi, tepatnya di sepanjang pegunungan Foothills, Amerika Serikat. Kala itu orang-orang Anasazi “menyulap” tebing-tebing menjadi kompleks perumahan yang masih bertahan sampai sekarang.

Di akhir abad 13, Suku Anasanzi tiba-tiba meninggalkan rumah tebing mereka dan menyebar ke beberapa daerah. Sejak itu peradaban Anasazi pun hilang ditelan zaman. Beberapa pakar percaya, Suku Anasazi kesulitan menemukan metode bertani yang sesuai dengan populasi penduduk yang kian meningkat. Kekeringan di beberapa daerah juga memperburuk kondisi tersebut.

Namun ada pula mitos yang mengatakan kalau Suku Anasazi berpindah (pulang) ke dimensi lain. Mitos ini didasari oleh kepercayaan Suku Anasazi dan lukisan spiral yang ditemukan di reruntuhan kota tebing. Hasil penelitian menunjukkan kalau spiral tersebut mewakili matahari. Tapi bagi mereka yang percaya dengan legenda, spiral itu adalah gerbang menuju dimensi atau galaksi lain di luar angkasa.

Suatu hari nanti mungkin peradaban kita juga akan berakhir, menyisakan reruntuhan kota yang jadi saksi bisu akan keberadaan kita. Tapi alih-alih bencana alam dan kelaparan, perang nuklir jadi faktor yang paling mungkin menghancurkan peradaban kita kelak.

Yaa, tapi nggak tahu juga sih. Mungkin saya terlalu banyak nonton film sains fiksi ya?

21 Shares

Komentar:

Komentar