5 Orang yang Berhasil Selamat dari Situasi yang Semestinya Sudah Merenggut Nyawa Mereka

Orang-orang apes yang beruntung

Kira-kira di situasi seperti apa kamu bakal merasa nyawamu terancam dan mustahil untuk diselamatkan? Kalau saya sendiri merasa takut pas membayangkan diri saya tenggelam di tengah laut. Kayaknya semungkinan saya untuk selamat di situasi seperti itu sangatlah kecil. Apalagi jika tak ada satu orang pun yang bisa memberikan pertolongan. Saya mungkin hanya bisa pasrah dan berharap keajaiban segera datang menyelamatkan saya.

Nah, keajaiban yang saya maksud bisa kamu temukan dalam 5 kisah nyata di bawah ini. Orang-orang ini secara tak terduga berhasil selamat dari situasi yang semestinya sudah merenggut nyawa mereka. Beberapa di antaranya bisa selamat karena faktor keberuntungan. Tapi ada pula cerita beberapa orang yang terus berjuang untuk bertahan hidup, melewati situasi mengerikan yang bisa berakhir kematian. Coba simak deh kalau kamu penasaran.

1. Pria yang selamat dari kecelakaan kereta, pesawat, beberapa kecelakaan mobil… kemudian menang lotere senilai jutaan dolar

via allthatsinteresting.com

Entah mengapa keberuntungan sepertinya selalu berpihak pada Frane Selak, seorang guru musik asal Kroasia. Pengalaman mujur Selak dimulai pada Januari tahun 1962. Pada waktu itu, Selak sedang menaiki kereta api menuju Kota Dubrovnik, Kroasia. Di perjalanannya tiba-tiba kereta itu tergelincir ke luar jalur, lalu masuk ke sungai es. 17 penumpang tewas dalam insiden itu, tapi Selak berhasil luput dari kematian meski lengannya patah dan beberapa bagian tubuhnya terluka.

Setahun kemudian, Selak kembali terjebak dalam kecelakaan. Kala itu dia sedang menumpangi pesawat dari Zagreb menuju Rijeka, ketika pintu pesawat tiba-tiba copot saat berada di ketinggian. Alhasil, tekanan udara pun menghisap para penumpang pesawat ke luar, termasuk Selak. Kecelakaan itu merenggut 19 nyawa, tapi Selak yang juga ikut terlempar ke luar pesawat beruntung bisa mendarat di atas tumpukan jerami. Dia pun segera dibawa ke rumah sakit dan mulai siuman beberapa hari kemudian.

Di tahun-tahun berikutnya Selak lagi-lagi berhasil selamat dari kecelakaan bus dan beberapa kecelakaan mobil (1966-1995). Bahkan kabarnya, saat menghindari mobilnya bertabrakan dengan bus, Selak menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang. Kemudian dia mendarat di pepohonan sembari menyaksikan mobil yang dikendarainya meledak di dasar jurang.

Keberuntungan Selak berlangsung sampai dia menginjak usia senja di tahun 2003. Kala itu Selak memenangkan lotere berhadiah jutaan dolar Amerika.

2. Pramugari yang selamat dari ledakan bom di ketinggian 10.000 meter

via fitircentrodeestudios.com

Pesawat Yugoslav Airlines DC-9 yang terbang dari Copenhagen (Denmark) menuju Belgrade (Serbia) di tahun 1972 meledak di angkasa. Ledakan disebabkan bom yang ditanam di ruangan kargo oleh kelompok separatis Kroasia, Ustashe.

Pesawat yang sedang berada di ketinggian sekitar 10.000 meter itu hancur berkeping-keping di udara, menewaskan 27 orang dari total 28 penumpang. Satu-satunya penumpang yang berhasil selamat hanya pramugari pesawat, Vesna Vulovic.

Segera kisah Vulovic jadi sorotan media pada masa itu. Orang-orang tak percaya Vulovic bisa selamat dari ledakan dan terjun bebas dari ketinggian yang ekstrem tanpa parasut. Kabarnya, Vulovic duduk di bagian ekor pesawat sebelum terjun ke daratan. Meski menderita cidera yang cukup parah, pramugari yang beruntung itu bisa tetap bertahan hidup. Bahkan nama Vulovic tercatat dalam Buku Rekor Guinness sebagai orang yang berhasil selamat dari terjun bebas tanpa parasut paling lama.

3. Masih hidup meski sempat terombang-ambing di lautan selama empat bulan

via outdoorrevival.com

Pada November 1942, kapal dagang Benlomond berangkat dari Cape Town, Afrika Selatan, untuk mengangkut kargo di Paramibo, Guyana Belanda (sekarang Suriname). Kemudian saat mengarungi Samudra Atlantik, Benlomond tiba-tiba ditorpedo oleh perahu tempur Jerman. Kapal dagang itu pun akhirnya tenggelam.

Semua awak dan penumpang kapal tewas. Tapi ada satu orang yang berhasil selamat. Dia adalah Poon Lim, pelaut berkebangsaan Tiongkok yang ikut berlayar bersama Benlomond. Dalam tragedi itu, Lim yang kala itu berusia 24 tahun, hampir saja mati tenggelam. Tapi dia berhasil melihat salah satu rakit Banlemond yang masih utuh, lalu menaikinya. Tak hanya itu, Lum juga menemukan tangki air dan beberapa makanan kaleng di antara puing-puing Banlemond.

Setelah persediaan makanannya habis, Lim bertahan hidup dengan memakan ikan mentah yang dia tangkap dengan pancingan buatannya sendiri. Selama 133 hari Poon Lim terombang-ambing di lautan sampai akhirnya ditemukan oleh nelayan Brazil. Pengalaman Poon Lim jadi kisah bertahan hidup di lautan paling lama yang tercatat dalam sejarah.

4. Selamat dari tembakan radiasi sinar akselerator partikel

via curiousity.com

Anatoli Bugorski merupakan seorang Ilmuwan yang terlibat dalam pengerjaan akselerator partikel Uni Soviet, Synchrotron U-70. Pada 13 Juli 1978, Bugorski sedang menengok ke dalam bagian akselerator partikel. Dan pada saat itulah dia mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Wajah Bugorski terkena sinar proton yang langsung menembus bagian belakang kepalanya. Pada saat diwawancarai, Bugorski berkata kalau sinar itu “Lebih terang dari ribuan matahari.” Tapi dia sama sekali tak merasakan sakit.

Tingkat radiasi sinar itu mencapai 200.000 saat masuk ke wajah Bugorski. Sebenarnya tingkat radiasi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat nyawa Bugorski melayang. Setengah wajah Bugorski membengkak dan hampir tak bisa dikenali. Setelah beberapa hari kulit, kulit wajahnya pun mulai mengelupas. Secara keseluruhan, sinar proton itu telah membakar sebagian wajah, tengkorak, dan jaringan otak Bugorski.

Akibat kecelakaan itu telinga kiri Bugorski jadi tuli, dan bagian kiri wajahnya lumpuh karena jaringan kulit yang rusak. Walaupun radiasi sempat membuat kesehatan mentalnya terganggu, dia mampu bertahan dan menyelesaikan studi doktoralnya.

5. Sudah sekarat dan dibiarkan mati oleh rekannya, penjelajah ini masih sanggup bertahan hidup

via allthatsinteresting.com

Penjelajahan Hugh Glass bersama kelompoknya ke hutan belantara Amerika (1823) disambut dengan perlawanan dari penduduk asli Amerika. Glass dan kelompoknya diserang secara tiba-tiba, mengakibatkan 17 orang meninggal dalam tragedi tersebut. Glass sendiri tertembak di bagian kaki dan melarikan diri ke dalam hutan. Tapi nahas, saat dia mencoba memulihkan diri, seekor beruang grizzly menyerangnya. Bahu dan tenggorokan Glass robek, kakinya pun terluka dikoyak gigi beruang.

Rekan-rekannya yang baru tiba ikut membantu Glass membunuh beruang grizzly itu. Pada saat itu, kondisi Glass sangat parah hingga anggotanya menganggap dia sudah tak bisa diselamatkan. Akhitnya dua anggota kelompok dibayar oleh anggota lainnya untuk menemani Glass sampai dia meninggal dan mengubur jasadnya.

Namun setelah lima hari, Glass masih hidup meski tak sadarkan diri. Alih-alih merawat Glass yang terluka parah, dua orang itu malah membawa barang-barang milik Glass dan pergi meninggalkannya begitu saja. Kemudian Glass yang sudah sadar langsung menyadari pengkhianatan yang dilakukan anggota kelompoknya itu. Dia mengobati luka di kakinya seorang diri.

Konon, Glass sengaja memasukkan belatung ke dalam luka di kakinya. Belatung itu lalu memakan daging kaki Glass yang sudah membusuk. Setalah itu dia berangkat untuk mencari anggota kelompok yang sudah mengkhianatinya.

Glass mesti menempuh jarak ratusan kilometer untuk sampai ke tujuannya. Kondisi tubuhnya terkadang membuat dia harus merangkak di perjalanannya. Berkat bantuan para penduduk yang merasa iba, Glass berhasil selamat dan menemui komplotan yang meninggalkannya. Glass akhirnya mengampuni pengkhianatan yang bisa membuat nyawanya melayang itu.

Kisah Glass yang bertahan hidup dari situasi genting itu diabadikan dalam sebuah film Hollywood yang berjudul The Revenant.

Pastinya kamu nggak mau terjebak di situasi yang sama seperti kelima orang di atas. Tapi kisah mereka jadi bukti bahwa keajaiban itu memang ada. Dan terkadang, keinginan kuat manusia untuk bertahan hidup bisa jadi penyelamat di situasi genting.

- Advertisement -
Shares 23

Komentar:

Komentar