5 Kisah Pembalasan Dendam ala Film Thriller yang Beneran Terjadi di Dunia Nyata

Karena hanya manusialah makhluk yang bisa membalas dendam

Manusia memang nggak bisa luput dari amarah dan rasa sakit hati yang disebabkan ulah manusia lain. Maka dari itu, orang tua saya selalu mengajarkan untuk selalu berbuat baik ke sesama makhluk hidup. Tapi sayang, saya nggak bisa menyampaikan nasihat orang tua saya ke orang-orang yang hidup di masa lampau. Yup, sejarah kita telah merekam sejumlah peristiwa mengerikan yang dipicu oleh dendam kesumat, seperti yang bisa kamu lihat dari 5 kisah ini.

1. 47 Ronin

via missedinhistory.com

Kesetiaan yang dijunjung tinggi samurai terhadap majikannya memang bukan isapan jempol belaka. Kisah Ako Jiken atau 47 Ronin adalah buktinya.

Pada 1701, dua daimyo (kepala keluarga terhormat) dari Ako yang bernama Asano Naganori dan Kimei Korechika diperintahkan untuk mengatur penerimaan utusan kaisar di Kastil Edo. Mereka pergi mengunjungi pejabat kekaisaran Kira Yoshinaka untuk mempelajari tata krama istana. Tapi sayang, Asano dan Kimei mendapat perlakuan kasar dari Kira. Bahkan mereka dimintai uang suap.

Perlakuan tersebut membuat Asano tersinggung. Kesabarannya pun seakan lenyap tak berbekas. Tanpa berpikir panjang, sang daimyo muda menyerang Kira dengan belati hingga membuat wajahnya tersayat. Meski tak ada korban jiwa, penyerangan dalam bentuk apa pun di Kastil Edo dianggap sebagai kejahatan besar pada masa itu. Akibatnya, Asano diperintahkan untuk melakukan seppuku alias ritual bunuh diri ala Jepang. Asano pun tewas, tanahnya disita pemerintah, keluarganya terlantar, dan 300 pengikutnya dibiarkan tanpa pemimpin. Nggak disangka, 47 dari 300 bawahan Asano ternyata merupakan samurai terpilih yang telah disumpah untuk membalaskan dendam mendiang majikan mereka.

Sepeninggal Asano, Kira Yoshinaka sudah menduga kalau dirinya dalam bahaya. Makanya ia menambah jumlah prajurit yang berjaga di sekitar rumahnya. Tapi alih-alih menyerang Kira secara langsung, 47 ronin menyiapkan strategi khusus yang akan mengantarkan Kira pada kematiannya.

Selama dua tahun, 47 ronin berpencar menjalani kehidupan sederhana untuk menghindari pengawasan para pejabat. Sebagian dari mereka menjadi pedagang dan biksu. Bahkan pemimpin kelompok, Oishi, sampai berpura-pura menjadi pemabuk sekaligus pria hidung belang untuk menyamarkan statusnya sebagai samurai kebanggaan Asano.

Akhirnya di tahun 1703, atau dua tahun sejak kematian Asano, 47 ronin menyerang kediaman Kira. Mereka menemukan Kira yang gemetar ketakutan dan memberinya kesempatan untuk melakukan seppuku. Tapi perintah Oishi sama sekali tak dihiraukan oleh Kira. Oishi pun lantas memenggal kepala Kira dengan belati milik Asano. Kepala yang terpenggal itu kemudian dibawa ke kuil tempat Asano dimakamkan sebagai bukti kesetiaan keempat puluh tujuh ronin.

Usai membunuh Kira, 47 ronin menyerahkan diri ke pihak kekaisaran. 46 diantaranya dijatuhi hukuman seppuku, sedangkan satu orang sisanya mendapat pengampunan.

2. Caesar muda menyalib bajak laut yang menculiknya

via mentalfloss.com

Dari sejarah, kita mengetahui bahwa Julius Caesar adalah sosok kaisar yang perkasa dan tak kenal ampun. Siapa pun yang berani mencari masalah dengan dengan sang Kaisar hampir dipastikan tak akan selamat. Begitulah yang terjadi pada sekelompok bajak laut di cerita ini.

Saat Julius Caesar berlayar di Laut Aegen, ia diculik oleh bajak laut yang kemudian meminta tebusan. Mereka menuntut 20 keping emas agar Caesar bisa pulang dengan selamat. Tapi Caesar merasa tersinggung dengan nilai tebusan yang dianggapnya terlalu rendah untuk orang penting seperti dirinya. Caesar lantas meminta bajak laut untuk menaikkan jumlah tebusan.

50 keping perak, itulah tebusan yang harus dibayar rekan Caesar untuk membawa temannya pulang. Sebelum pergi, Caesar kira-kira berkata seperti ini:

“Gue janji gue bakal ngeringkus elo elo semua, terus gue salib sampe mampus!”

Sayangnya, peringatan Caesar hanya dianggap angin lalu oleh kelompok bajak laut tersebut. Dan benar saja, setelah bebas, Caesar yang saat itu masih berusia 25 tahun segera mengumpulkan pasukan untuk membantunya membalaskan dendam. Jumlah pasukannya memang nggak banyak, tapi cukup untuk bikin bajak laut keroco babak belur.

Caesar dan pasukannya kemudian pergi ke pulau kecil tempat bajak laut berkemah. Satu per satu anggota kelompok bajak laut ditangkap, lalu digantung di tiang salib. Caesar pun nggak lupa untuk membawa kembali uang tebusan yang ternyata masih utuh.

3. Dendam pangeran dari Portugal yang dipicu masalah asmara

via centerofportugal.com

Di tahun 1340, Raja Alfonso IV dari Portugal menjodohkan putranya, Peter I, dengan putri Pangeran Villena yang bernama Constanza. Melalui perjodohan itu, Raja Alfonso IV berharap bisa memperkuat aliansi kerajaan mereka. Tapi saat itu, Peter I sebenarnya sedang tergila-gila pada wanita lain yang juga merupakan kekasihnya, Ines de Castro.

Lima tahun berselang, Constanza meninggal dan Peter I bisa leluasa melanjutkan kisah asmaranya dengan Ines. Tapi sayang, hubungan dua sejoli itu ditentang keras oleh sang Raja yang pada akhirnya mengusir Ines dari istana. Merasa kecewa, Peter I kemudian menegaskan ke ayahnya bahwa ia nggak akan menikah dengan wanita lain selain Ines. Kengototan Peter sayangnya, malah memperkeruh situasi.

Di tahun 1355, Raja Alfonso IV mengirim tiga orang untuk melenyapkan Ines. Tiga pembunuh bayaran itu kemudian pergi dengan membawa satu tujuan: memenggal kepala Ines de Castro.

Mengetahui kekasihnya telah wafat, Peter I merasa sakit hati hingga ia membenci ayah kandungnya sendiri. Nggak heran jika Peter I mencoba melakukan pemberontakan berkali-kali, meskipun usahanya selalu berakhir sia-sia. Di tahun 1357 atau dua tahun setelah pembunuhan Ines, Raja Alfonso IV wafat karena penyakit yang dideritanya. Ia mewariskan takhta kerajaan pada putra satu-satunya, Peter I.

Segera setelah menjadi raja, Peter I berhasil menangkap dua dari tiga pembunuh Ines de Castro. Mereka dieksekusi mati oleh seorang algojo yang tak lain adalah Peter I. Caranya? Dada mereka dibelah, kemudian Peter I mengambil jantung mereka dengan tangan kosong. Menurutnya, itu adalah bentuk keadilan atas apa yang mereka lakukan pada hati Peter I.

4. Tragedi Olimpiade Munich 1972

via cnn.com

Nggak ada yang menyangka Olimpiade 1972 di Munich, Jerman, bakal ternodai aksi terorisme dari kelompok radikal asal Palestina. Saat itu, 11 atlet Israel ditangkap dan ditembak mati oleh kelompok teroris yang disebut Black September. Insiden tersebut tak hanya merenggut nyawa 11 atlet, tapi juga seorang polisi lokal. Aksi terorisme itu berakhir setelah kepolisian Jerman berhasil menembak mati lima dari delapan anggota teroris, sementara tiga orang sisanya ditangkap.

Sebagai reaksi atas insiden tersebut, Mossad selaku agensi intelijen Israel melancarkan dua operasi militer terpisah yang disebut Operation Spring of Youth dan Operation Wrath of God. Tujuannya untuk melacak dan membunuh warga Palestina yang diduga terlibat dalam aksi terorisme di Olimpiade Munich.

Di Operation Spring of Youth, tentara Mossad menyerbu markas Palestine Liberation Organization (PLO) di Lebanon. Penyerbuan yang dilakukan pada April 1973 tersebut menewaskan tiga petinggi dan beberapa anggota PLO, dua warga sipil, dan dua tentara Israel. Sementara itu di Operation Wrath of God yang diprakarsai Perdana Menteri Golda Meir di tahun 1972, pasukan Israel menargetkan PLO dan anggota Black September.

Operation Wrath of God berlangsung selama 20 tahun sejak pembantaian massal di Munich. Selama itu pula, belasan anggota Black September tewas di tangan tentara israel. Tapi biasanya sebelum mereka dilenyapkan, intelijen Israel bakal mengirim bunga dan kartu ucapan duka ke keluarga anggota Black September.

Di kartu ucapan itu tertulis: “Kami tak akan mengampuni, kami tak akan lupa.”

5. Akku Yadav dan 200 wanita yang dendam kesumat

via mygoodtimes.com

Selama beberapa lama, maraknya kasus pelecehan seksual di Kasturba Nagar, India, nggak pernah ditanggapi serius oleh pihak kepolisian. Akibatnya, para wanita yang jadi korban pelecehan cowok berandalan hanya bisa memendam kekesalan tanpa bisa berbuat banyak. Setelah jumlah korban menunjukkan angka yang cukup ekstrem, polisi India (salah satunya mungkin Inspektur Vijay) akhirnya nggak bisa bermalas-malasan lagi. Mereka sukses meringkus Akku Yadav, anggota komplotan pemerkosa yang telah menodai sekitar 200 wanita dalam 10 tahun terakhir.

13 Agustus, 2004, Akku Yadav sedang berdiri di persidangannya. Ia menunggu hakim menjatuhkan hukuman terhadapnya.

Tapi sebelum palu tanda persidangan berakhir diketuk, 200 korban pemerkosaan keburu menerobos masuk ke ruang persidangan. Gerak-gerik dan ekspresi wajah mereka jelas menunjukkan perasaan dendam yang hebat. Sebagian bahkan ada yang membawa senjata tajam, bubuk cabai, batu, balok kayu, dan benda lain yang dianggap bisa menebus dosa si pemerkosa.

Polisi yang berjaga nggak berdaya menahan arus massa yang ingin main hakim sendiri. Dan kerusuhan pun tak bisa dihindari.

Segagah-gagahnya Akku Yadav, mana mungkin ia bisa melawan 200 orang yang tengah beringas dengan tangan kosong. Singkat cerita, Akku Yadav dikeroyok sampai tewas.  Sementara massa yang mengamuk hanya bisa dibubarkan oleh rasa puas akan pembalasan dendam. Hari itu, Akku Yadav ditusuk sebanyak 70 kali. Tubuhnya penuh luka memar, dan, maaf… kemaluannya dipotong pakai pisau dapur.

Hikmah yang bisa kita petik dari 5 kisah di atas: jangan cari masalah dengan orang yang belum kamu kenal betul. Mungkin aja orang yang kamu sakiti hatinya bisa lebih pendendam darimu. Atau lebih parah lagi, ia lebih mudah kerasukan iblis saat hatinya disakiti. Tapi ingat, dendam itu nggak baik lho…

Komentar:

Komentar