5 Kisah Nyata tentang Kanibalisme: Menjadi Kanibal demi Bertahan Hidup di Situasi Genting

Kalau kamu terjebak di situasi ini, apa kamu pun bakal jadi kanibal?

Sebelum kita mulai, saya ingin ngajak kamu berandai-andai terlebih dahulu. Bayangkan kamu dan seorang teman terjebak di atas perahu kecil yang terombang-ambing di tengah lautan. Tak ada persediaan makanan dan minuman yang cukup, dan sejauh mata memandang tak ada pulau yang terlihat. Berhari-hari, berminggu-minggu, tubuhmu kurus kering karena kelaparan. Begitu pun temanmu yang bahkan sudah sekarat. Mungkin tinggal menunggu beberapa hari sebelum dia meninggal. Karena rasa lapar yang hebat, terbesit di benakmu sebuah pertanyaan: “Apa aku makan saja daging temanku setelah ia mati?”

Percaya tak percaya, sejarah mencatat beberapa kasus kanibalisme yang dilakukan manusia demi mempertahankan hidup saat tersesat di alam liar. Mungkin kanibalisme bukan cara yang kamu pilih untuk bisa survive, tapi coba simak dulu 5 kisah nyata ini. Siapa tahu bisa mengubah pandanganmu tentang kanibalisme… yang dilakukan secara terpaksa.

1. Tragedi kapal Essex

via pinterest.co.uk

Essex adalah nama dari kapal penangkap ikan paus asal Amerika. Ironisnya, di tahun 1820 kapal itu diserang seekor paus sperma di Samudra Pasifik. Serangan ikan paus membuat kapal besar yang dipimpin oleh George Pollard Jr. itu tenggelam. 20 kru kapal terpaksa harus pindah ke tiga sekoci sebelum ikut tenggelam bersama Essex. Setelah peristiwa itu mereka terombang-ambing di laut lepas selama 90 hari.

Awalnya mereka bertahan dengan memakan beberapa biskuit sehari dan menghemat persediaan minum yang hanya setengah botol saja. Situasi semakin parah setelah persediaan habis; mereka meminum kencing sendiri dan memakan organ dalam dari kawan yang telah wafat.

Delapan orang dinyatakan selamat. Mereka ditemukan di dua perahu yang tersisa, bersama dengan potongan-potongan tubuh rekan mereka.

Salah satu orang yang selamat, kapten George Pollard Jr. pun terpaksa membunuh keponakannya sendiri. Keponakan Pollard kalah dalam undian yang menentukan siapa anggota yang mesti mereka korbankan (baca: makan). Wah, wah, hukum laut memang kejam.

2. Pengepungan Leningrad

via howstuffworks.com

Pengepungan Leningrad (sekarang St. Petersburg, Russia) terjadi selama tiga tahun pada masa Perang Dunia II. Dalam kurun waktu itu pula warga Leningrad, Uni Soviet, tak henti-hentinya mengalami teror dari pasukan Jerman yang terus membombardir dan memblokir semua akses ke wilayah mereka. Tak adanya persediaan makanan yang masuk membuat penduduk Leningrad banyak yang mati kelaparan.

Kemudian rumor tentang kanibalisme di Leningrad mulai menyebar. Pemerintah Soviet awalnya tak menggubris laporan ini. Tapi setelah diselidiki, kanibalisme yang tadinya dianggap rumor berubah menjadi fakta yang mengerikan.

Selama periode pengepungan, masyarakat Leningrad rata-rata hanya memakan satu roti per hari yang ukurannya tak lebih besar dari sabun batangan. Tak sedikit pula yang terpaksa mengisi perut mereka dengan lem, tas, atau jaket kulit yang telah direbus. Bukti terkini menujukkan adanya sekelompok warga kelaparan yang tega membunuh warga lain untuk dimakan dagingnya.

Sekitar 260 penduduk Leningrad akhirnya ditangkap dan dipenjara karena memakan daging manusia.

3. Tim rugby Uruguay yang terjebak di pegunungan Andes

via dailymail.co.uk

Pada tahun 1972, tim rugby asal Uruguay, Old Christians, terbang ke Chile dengan pesawat untuk bertamu ke markas Old Boys. Tapi nahas, pesawat yang mereka tumpangi jatuh di pegunungan Andes di ketinggian sekitar 4000 meter. Penumpang pesawat berjumlah 45 orang termasuk kerabat dan keluarga para pemain rugby. Dari total penumpang, hanya tersisa 28 orang yang selamat.

Terjebak di pegunungan Andes bersama jenazah orang-orang terdekat yang kian membeku tentu bukan pengalaman yang mengenakkan. Apalagi suhu pegunungan luar biasa dinginnya, sekitar -34 derajat celsius, dan tak banyak pula persediaan makanan yang bisa dibagi.

28 orang ini mesti berjuang bertahan hidup selama 72 hari lamanya di dataran yang ekstrem. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi daging dari anggota tim yang sudah meninggal. Ya, satu per satu anggota kelompok mati sebelum sempat berhasil diselamatkan. Delapan di antaranya meninggal dalam sebuah peristiwa longsor.

Di akhir perjalanan, hanya 16 orang yang berhasil selamat. Itu semua berkat seorang pengembala Chile yang tak sengaja menemukan mereka dan mencari bantuan.

4. The Donner Party

via horrorfuel.com

Mungkin sebagian dari kamu sudah pernah mendengar kisah The Donner Party. Tapi bagi yang belum, di sini saya coba menceritakannya kembali.

Pada tahun 1846, sekelompok penduduk Amerika yang dipimpin oleh George Donner dan James F. Reed (disebut juga Donner Party) bermigrasi ke dataran California menggunakan kereta kuda. Sayangnya perjalanan mereka terlambat akibat salah memilih rute.

Mau tak mau, mereka pun memilih jalur baru. Tapi nasib sial masih belum lepas dari mereka, jalur baru yang mereka pilih ternyata meliputi padang pasir tandus yang membentang sejauh 129 km. Akibatnya, banyak hewan ternak, termasuk kuda yang mati di perjalanan.

Pada awal November 1846 di musim dingin, Donner Party tersesat di pegunungan Nevada-California. Persediaan makanan yang kian menipis membuat mereka terpaksa menyembelih hewan ternak yang tersisa. Belum cukup juga, anjing peliharaan pun ikut disembelih supaya mereka bisa bertahan hidup.

Menjelang Natal anggota kelompok mulai memakan rekannya yang mati. Kanibalisme ini memicu konflik internal; beberapa anggota dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap rekannya sendiri. Akhirnya dari total 87 orang, hanya 48 saja yang selamat sampai tujuan.

5. Richard Parker

via pinterest.co.uk

Tenggelamnya kapal Mignonette yang berlayar dari Inggris ke Australia di tahun 1884, menyebabkan suatu peristiwa yang sungguh mengerikan. Dua bulan setelah berangkat dari dermaga, kapal Mignonette karam. Empat awak kapal, termasuk Richard Parker yang kala itu masih berusia 17 tahun, terpaksa menyelamatkan diri memakai sekoci.

19 hari terombang-ambing di lautan dan kehabisan makanan membuat sang kapten kapal, Thomas Dudley, menyarankan ide gila. Dudley mengusulkan untuk membunuh Parker. Alasannya, Parker satu-satunya awak yang tak punya keluarga. Selain itu Parker pun menderita sakit paling parah di antara yang lainnya. Kedua awaknya menyetujui Usulan Dudley yang lalu menusuk leher Parker dengan pisau lipat. Setelah itu, awaknya yang  lain mulai memakan daging Parker dan meminum darahnya.

Di hari ke-24, kelompok Dudley akhirnya ditemukan. Dudley dan satu anggotanya lalu ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan kanibalisme. Mereka dinyatakan bersalah. Tapi setelah 6 bulan, mereka dibebaskan setelah mendapatkan pengampunan dari pihak berwenang.

Apakah kelima kisah di atas mengubah pandanganmu terhadap kanibalisme? Kalau untuk bertahan hidup, apakah manusia berhak memakan (atau membunuh) manusia lainnya? Hmm… entahlah. Sebab saya belum pernah terjebak dalam situasi mengerikan seperti kisah di atas. Tapi sampai sekarang saya masih yakin kalau kanibalisme itu tindakan yang sangat keji.

- Advertisement -
Shares 372

Komentar:

Komentar