4 Tokoh Sejarah Terkenal dengan Sisi Lain Berbeda dari yang Selama Ini Kita Tahu

Wow... nggak nyangka ya!? Kamu kaget, nggak?

Sewaktu masih kecil, saya pernah mendengar cerita tentang tokoh terkenal yang hidup di masa lalu dari seseorang (sebut saja namanya si Pencerita). Dan si Pencerita ini mengisahkan si tokoh terkenal itu dengan nada negatif, seolah-olah si tokoh terkenal itu merupakan orang paling jahat sedunia. Saya yang masih bocah waktu itu manggut-manggut aja tanda setuju.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun. Saya yang telah dewasa akhirnya tahu kalau yang namanya sejarah itu pelik banget. Hampir semua orang punya sejarah versinya masing-masing. Dan bagi si Pencerita, si tokoh terkenal itu dicap sebagai orang yang kurang baik, meskipun belum tentu orang lain setuju.

Sama halnya dengan si tokoh terkenal di atas, 4 tokoh sejarah berikut ini juga sering disalahpahami lho.

Ya, meskipun di zaman sekarang aliran informasi bisa kita dapat dengan gampang, terkadang tetap saja kita mudah setuju terhadap cerita yang beredar tentang seseorang, tanpa mengetahui sisi lain dari orang tersebut.

1. Marie Antoniette

via discoverwalks.com

Siapa yang nggak tahu tentang Marie Antoniette? Ia adalah Ratu terakhir Prancis yang lengser setelah meletusnya Revolusi Prancis. Marie Antoniette selalu menjadi sosok yang paling dipersalahkan atas terjadinya revolusi Prancis. Kala itu Marie Antoniette juga dibenci karena gaya hidupnya yang mewah, kegemarannya berpesta, dan kebiasaannya mengoleksi perhiasan dalam jumlah banyak.

Gaya hidupnya itu berbanding terbalik dengan nasibnya yang berakhir tragis. Nyawanya hilang setelah kepalanya terkena sabetan pisau tajam guillotine.

Namun, di balik semua hal buruk yang melekat pada dirinya, di umur 14 tahun Marie Antoniette hanya seorang remaja Austria yang dikirim jauh dari rumahnya, untuk menikahi seseorang yang berbicara dengan bahasa berbeda. Bisa dibayangkan kalau kamu jadi Marie Antoniette?

Walaupun gemar hidup dalam kemewahan, tenyata ia pun perempuan yang mandiri dan berpikiran terbuka pada masanya. Tapi justru itu juga yang jadi alasan kenapa ia dibenci. Seorang perempuan asing yang mandiri dan berpikiran terbuka bukanlah perpaduan sifat yang bagus di masa itu. Singkat kata, sebagai individu Marie Antoniette tak sepenuhnya bersifat buruk. Tapi sebagai pemimpin politik, kualitasnya patut dipertanyakan.

Bagaimana soal kutipan terkenal Let them eat cake yang katanya diucapkan Marie Antoinette? Banyak sejarawan yang berpendapat Marie Antoniette tak pernah mengatakan itu.

2. Christopher Columbus

via befren.com

“Ayo, Anak-anak, coba sebutkan siapa penemu Benua Amerika? Yang bisa jawab boleh pulang!”

“Christopher Colombus, bu guru!

Christopher Colombus. Nama yang satu ini pasti udah sering kamu dengar sebagai sang penemu Dunia Baru atau Benua Amerika di tahun 1492. Tapi apa pengetahuan yang kita dapat di bangku sekolah itu benar?

Kenyataannya Columbus tak pernah jadi penemu apa pun. Dunia baru yang diklaim telah ditemukan Columbus itu udah dihuni oleh ribuan orang sejak lama. Jika kita mau berbicara tentang orang dari Eropa yang menemukan Benua Amerika, orang-orang Viking sudah melakukannya sekitar lima abad sebelum Colombus.

Fakta lainnya adalah saat Columbus menginjakkan kakinya di benua tersebut, ia bertindak keji pada Suku Taino. Taino digambarkan sebagai suku yang ramah dan terbuka untuk melakukan barter dengan para pelaut. Tapi setelah kedatangan Columbus, orang-orang Taino mulai terjebak dalam perbudakan. Columbus pun tak segan untuk memotong anggota tubuh atau bahkan membunuh bila mereka tak memenuhi kebijakannya.

3. Tan Malaka

via panjimas.com

Pahlawan yang jarang diingat sebagai pahlawan, ialah Tan Malaka. Namanya mungkin tak semembahana Jendral Soedirman atau Ki Hajar Dewantara. Tapi jangan salah, pemikiran-pemikirannya tak jarang dirujukan oleh Bung Karno di masa perjuangan kemerdekaan. Bahkan ia adalah salah satu orang pertama yang memakai kata “Indonesia” (alih-alih “Hindia-Belanda”) di bukunya Naar de Republiek Indonesia atau Menuju Republik Indonesia.

Lalu, kenapa namanya cenderung kurang dikenal masyarakat luas Indonesia? Itu mungkin karena Tan Malaka sering bergerak di luar negeri dan berpindah-pindah tempat. Ya, sebelum kemerdekaan, ia terhitung jarang berdiam di Indonesia karena diburu oleh pemerintah kolonial.

4. Nicolo Machiavelli

via tonsoffacts.com

Ia adalah tokoh politik dari Republik Florence yang pemikirannya sering diidentikkan dengan para diktator. Konon, diktator sekaliber Benito Mussolini dan Adolf Hitler suka membaca bukunya, Il Principe atau Sang Penguasa. satu buku yang menuangkan teori politik modern pada masanya, sekaligus sumber segala kesalahpahaman mengenai Machiavelli.

Pada sebagian masa hidupnya, Machiavelli dicap sebagai pengkhianat dan penipu oleh penguasa Republik Florence, keluarga Medici. Tahun 1494, sebenarnya keluarga Medici diusir dari Florence oleh tentara Prancis. Jadi otomatis, ketika karier politik Machiavelli melesat di tahun 1498, ia tak berada di bawah komando keluarga Medici.

Tapi sialnya, ketika keluarga Medici kembali dari pengasingannya di tahun 1512, Machiavelli justru ditangkap atas tuduhan pengkhianatan. Ia disiksa habis-habisan hinga mengalami dislokasi pada bahunya. Setelah itu ia dibuang dan diasingkan. Dan dalam masa pengasingan itulah ia menulis Il Principe, sebagai pembuktiannya bahwa ia bukanlah pengkhianat.

Sayangnya cara itu tak berhasil. Bahkan saat keluarga Medici kembali diusir dari Florence di tahun 1527, Machiavelli tetap diabaikan oleh pemerintahan yang baru.

Kurang tepat kiranya jika kita menyebut Il Principe sebagai kitab suci untuk diktator. Apa yang Machiavelli tulis di buku tersebut merupakan teori politik yang sangat masuk akal buat dipraktikkan di masa itu. Kalau teorinya Machiavelli kita praktikkan di masa sekarang, ya iyalah… teorinya pasti terdengar sangat kejam.

Gimana, apa penjelasan di atas kasih kamu sudut pandang yang baru? Atau malah kamu udah tahu sebelumnya?

- Advertisement -
Shares 10

Komentar:

Komentar