4 Kisah di Mana Polisi Gagal Menangkap Penjahat karena Cara Berpikir yang Konyol

Ternyata nggak semua polisi kompeten di bidangnya

Memecahkan suatu kasus kriminal memang bukan perkara mudah… kalau saya yang mengerjakannya. Untung itu bukan pekerjaan saya, tapi tugasnya pak polisi. Sebab saya tahu menyingkap tabir misteri di balik kriminalitas butuh keahlian khusus dan usaha yang berat. Para penjahat juga nggak semuanya bodoh. Ada saja yang pintar dan licin seperti belut. Alhasil butuh waktu bertahun-tahun buat menangkapnya.

Tapi untuk lolos dari jeratan hukum, terkadang penjahat nggak mesti pintar. Kinerja polisi yang kurang apik juga bisa jadi penyebab pelaku kriminal masih berkeliaran. Sekalinya tertangkap, seorang penjahat bisa bebas lagi karena polisi yang nggak becus menjalankan tugasnya. Sama persis seperti yang terjadi di kelima kasus kriminal berikut ini.

1. Phillip Garrido, penculik Jaycee Dugard

via nbcbayarea.com

Pada tahun 1991 Phillip Garrido menculik Jaycee Dugard, lalu menyekapnya selama 18 tahun di gubuk belakang rumahnya. Dalam kurun waktu itu pula, Garrido kerap melakukan pelecehan seksual terhadap Dugard yang akhirnya melahirkan dua orang anak perempuan.

Setelah Dugard dikabarkan hilang, pihak berwajib sampai 60 kali bolak-balik ke rumah Garrido yang dicurigai sebagai dalang penculikan. Tapi pemeriksaan mereka tak membuahkan hasil apa pun sampai 18 tahun lamanya. Padahal, Garrido punya status sebagai residivis penculikan dan pemerkosaan gadis di bawah umur.

Di tahun 2006, tetangga Garrido melapor ke polisi kalau sang residivis mengurung dua anak kecil di sebuah tenda di halaman belakang rumahnya. Sesampainya di rumah Garrido, polisi pun menemukan dua anak perempuan dan jaringan kabel yang terhubung ke sebuah gubuk di belakang rumah.

Polisi mendengar dua gadis kecil itu memanggil Garrido dengan sebutan “ayah”, tapi Garrido bilang kalau mereka adalah keponakannya. Entah kenapa, para polisi itu langsung percaya sama Garrido. Mereka tak mau repot-repot menelepon kakak Garrido yang sebenarnya tak punya anak, atau memeriksa ke dalam gubuk di mana Dugard sedang dikurung.

- Advertisement -

Kemudian mereka pergi begitu saja dari rumah Garrido.

Suatu hari seorang petugas pernah melihat dan bercakap dengan Jaycee Dugard di rumah Garrido. Tapi petugas itu tak sadar kalau Dugard adalah anak hilang yang dicari selama bertahun-tahun. Setelah Dugard berhasil kabur sendiri, dia menyesalkan investigasi polisi yang percuma dan terkesan ngasal itu.

2. Richard Ramirez, The Night Stalker

via post-gazette.com

Di tengah-tengah pembunuhan berantai yang akhirnya merenggut 13 nyawa, Richard Ramirez, sang pelaku, sempat hampir tertangkap polisi. Tapi dia berhasil lolos setelah memenangkan ‘kuis tanya jawab’ dengan seorang petugas bernama John Stavros.

Setelah menerobos lampu merah dengan mobil curian, Ramirez ditilang oleh Stavros. Kala itu Ramirez baru saja kabur dari percobaan penculikannya yang gagal, dan stavros pun sudah mengantongi ciri-ciri penculik yang sebenarnya cocok dengan penampilan Ramirez.

“Hey” kata Stavros sambil memperhatikan penampilan Ramirez, “kamu bukan pria yang membunuh orang-orang di rumah mereka ‘kan?” lanjutnya.

Ramirez lalu berkata kalau dia bukan pria yang dimaksud. Tapi Stavros tetap curiga kalau pria ini adalah dalang dari pemerkosaan dan pembunuhan yang belakangan ini terjadi. Stavros kemudian mengeluarkan pertanyaan pamungkasnya biar Ramirez mengaku, “Kamu… betul bukan pembunuh itu?”

“Bukan Pak, itu bukan saya” jawab Ramirez dengan sopan. Stavros pun kalah dan melepaskan Ramirez.

3. Danny Heinrich, pembunuh Jacob Watterling

via staplesworld.com

Butuh 27 tahun lamanya untuk mengungkap misteri penculikan, pelecehan seksual, dan pembunuhan seorang bocah bernama Jacob Watterling. Padahal empat bulan setelah pembunuhan itu, pelakunya, Danny Heinrich, sempat diinterogasi polisi. Tapi akhirnya dia dibebaskan lagi.

Watterling bukanlah satu-satunya korban Heinrich. Ada juga Jared Scheierl, bocah laki-laki 12 tahun yang berhasil kabur dari kekejaman Heinrich. Scheierl kemudian membantu polisi menggambar sketsa yang mirip dengan Heinrich. Dia memberikan banyak petunjuk yang berguna untuk menjebloskan Heinrich ke penjara. Bahkan Scheierl juga membantu polisi menghubungkan kasusnya dengan pembunuhan Watterling.

Polisi menemukan kalau jejak sepatu dan roda mobil di TKP pembunuhan Watterling cocok dengan sepatu dan mobil Heinrich. 9 Februari 1990 polisi akhirnya menggiring Heinrich ke kantor untuk diinterogasi. Polisi memulai interogasi dengan berkata…

“Kita tahu Anda pelakunya (kasus Watterling),” yang dijawab Heinrich dengan bantahan, “Bukan, bukan saya.”

“Anda!” sanggah polisi,

“Bukan!” kata Heinrich. Percakapan yang mirip pertengkaran sepasang kekasih itu terus berulang, hingga akhirnya polisi menyerah dan membiarkan Heinrich pulang.

Selama 27 berikutnya kecurigaan polisi berpindah pada seorang guru musik yang sebetulnya tak berhubungan dengan kasus Watterling.

4. Warren Welch, David Pennington, dan Ronnie Rusick

via listverse.com

Dua sahabat, Laura Bible dan Ashley Freeman dinyatakan hilang setelah peristiwa kebakaran di rumah keluarga Freeman. Belum diketahui siapa orang yang membakar rumah tersebut. Sementara itu di reruntuhan rumah, polisi hanya menemukan jasad Nyonya Freeman. Dari penemuan itu mereka mencetuskan teori: Tuan Freeman menculik anak perempuannya dan Lauria Bible, membakar rumah, dan membunuh istrinya sendiri.

Tapi teori itu segera terbantahkan. Di reruntuhan rumah ternyata ada jasad Tuan Freeman. Sayangnya jasad itu luput dari perhatian dan sempat beberapa kali terinjak oleh para petugas. Lebih ironisnya lagi, orang yang menemukan jasad Tuan Freeman bukanlah investigator, melainkan orangtua Laura Bible; salah satu korban yang hilang.

Kecewa dengan kinerja polisi, orangtua Bible sampai menyewa dua detektif pribadi untuk melacak keberadaan anaknya. Dalam dua bulan, kedua detektif itu menemukan petunjuk yang mengarah ke seorang pria, Warren Welch. Saat memberitahu penemuan itu ke polisi, kedua detektif itu malah diancam dicabut izin kerjanya karena dianggap terlalu ikut campur.

Barulah 17 tahun kemudian pihak kepolisian menggeledah rumah Welch. Di sana mereka menemukan foto-foto gadis korban penculikan dalam kondisi terikat dan ketakutan. Beberapa foto menunjukkan Welch berpose dengan gadis sebelum membunuhnya.

Wah, menyimak keempat kasus di atas rasanya bikin saya gereget. Sebetulnya para penjahat itu bisa segera ditangkap, menghindari adanya korban lain. Semoga bisa jadi cerminan buat para polisi di belahan dunia lain dan calon-calon polisi di luar sana. Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti 4 kasus di atas deh.

Sumber: Listverse

- Advertisement -
Shares 69

Komentar:

Komentar