3 Kasus Kriminal dengan Plot Twist Mengejutkan, Ini Bukan Film lho!

:

Mungkin aja pas kamu baca artikel ini, ada sepuluh, dua puluh, seratus, atau mungkin ribuan tindak kriminal sedang terjadi di berbagai penjuru dunia. Belum lagi ditambah kasus kriminal lama yang baru atau belum bisa dipecahkan oleh pihak berwajib.

Nah, di antara sekian banyak kisah kriminal yang pernah terjadi, tentunya ada segelintir kasus yang sangat menarik untuk dibahas. Saking menariknya, kita dibuat seolah-olah sedang menyimak cerita fiksi ala film detektif. Apalagi kalau ceritanya punya twist yang bisa bikin kita terperangah, kaget, melongo, atau terperanjat dari tempat duduk.

“Lho, emang ada kasus kriminal yang bisa bikin kita terperangah, melongo, dan terkejut setengah mati kayak gitu?”

Yaah, meski efeknya nggak selebay itu, 3 kisah kriminal dengan ending tak terduga ini kayaknya bakal tetap bikin kamu takjub.

1. Ingemar dan pembunuh misterius

Ingmar Westlund/via mitti.se

Kematian Agnes Westlund (68) di bulan September 2008, membuat sang suami, Ingemar Westlund, langsung melapor ke polisi. Bagaimana tidak, Agnes ditemukan tewas di tepi danau dekat hutan, di Desa Loftahammer, Swedia, dengan kondisi tubuh penuh luka memar dan tertutup salju.

Setelah melakukan penyelidikan, Polisi langsung mencurigai Ingemar sebagai tersangka tunggal. Kecurigaan itu didasari fakta bahwa tak ada penduduk lain yang menghuni kawasan tersebut selain Ingemar dan istrinya. Tanpa ragu, polisi langsung membawa Ingemar ke kantor untuk dimintai penjelasan.

Setelah 10 hari menahan Ingemar, polisi tetap tak bisa menemukan bukti konkret yang bisa menaikkan status Ingemar sebagai tersangka menjadi pelaku. Ingemar pun akhirnya dibebaskan kembali, meski masih jadi target pantauan polisi. Yaah, mau gimana lagi, habisnya polisi nggak menemukan orang lain yang bisa dijadikan tersangka.


Selain kehilangan istrinya, Ingemar harus rela dikucilkan oleh warga lokal yang sudah mencapnya sebagai pembunuh. Ingemar pun terpaksa pindah dari rumahnya karena merasa nggak nyaman jadi bahan gunjingan.

Tapi nasib malang yang menimpa Ingemar akhirnya sirna ketika tim forensik berhasil mengungkap penyebab kematian Agnes Westlund. Laporan forensik menjelaskan bahwa ada bulu dan air liur elk (sejenis rusa besar) yang menempel di jasad korban.

Yup, Agnes Westlund ternyata tewas diserang elk saat berjalan santai di dekat danau. Kok bisa?

Ilustrasi tersangka/ via nydailynews.com

Umumnya, elk adalah hewan pemalu yang bakal menjauh saat melihat manusia. Tapi di kasus ini, situasinya agak berbeda. Ternyata di sekitar tempat kejadian perkara, ada kebun apel fermentasi yang buahnya sedang merekah. Dengan memakan buah itu, seekor elk bisa mabuk dan berperilaku agresif saat bertemu manusia.

Nah, kebetulan Agnes Westlund saat itu sedang berada di waktu dan tempat yang salah. Alhasil ia diserang elk yang lagi nge-fly hingga nyawanya melayang.

Informasi dari tim forensik akhirnya menutup kasus pembunuhan Agnes. Sementara itu, Ingmar yang telah menyandang status tersangka selama berbulan-bulan, mengajukan laporan baru. Kali ini laporan bukan diajukan ke pihak kepolisian, melainkan ke pemerintah setempat.

Bunyi laporan Ingham kira-kira kayak gini, “Polisi-polisi Lofthammer nggak kompeten!”

2. Misteri di pesta makan malam

via hallmarkchannel.com

Lucien Perot (69) dan Olivier Boudin (38) ditemukan meninggal di dalam rumah yang terletak di Desa Authon-du-Perche, Prancis. Di tempat kejadian perkara ditemukan hidangan mewah yang tersaji di atas meja makan. Dari situ, polisi memperkirakan kedua korban tewas saat sedang berpesta makan malam.

Kira-kira apa yang menyebabkan Tuan Perot dan Tuan Boudin meninggal? Apakah ini pembunuhan?

Kemungkinan besar bukan. Soalnya polisi nggak menemukan adanya tanda-tanda pembunuhan atau perlawanan yang dilakukan korban. Perampokan juga nggak mungkin, sebab barang-barang berharga di dalam rumah masih tertata rapi di tempatnya masing-masing. Belum lagi, kesaksian tetangga menunjukkan bahwa kedua korban bukan termasuk orang yang punya musuh atau jadi incaran gangster. Di mata warga desa, Tuan Perot dan Tuan Boudin adalah sosok yang ramah nan sederhana. Dan itu malah bikin polisi tambah kebingungan.

“Aha! Melihat dari kondisi TKP, kayaknya korban meninggal karena keracunan makanan deh!”

Betul, itulah penyebab yang paling masuk akal dalam kasus ini. Polisi juga turut menyadarinya.

Tapi anehnya, setelah makanan dari TKP diteliti, nggak ditemukan adanya bahan beracun yang berpotensi mengancam nyawa manusia. Ibarat kata, makanan yang tersaji di “pesta makan malam berdarah” itu semuanya lezat dan sehat.

Untungnya misteri kasus kriminal ini perlahan mulai terungkap. Tapi hasilnya justru malah bikin orang-orang yang mendengarnya tambah prihatin pada nasib korban.

Berdasarkan analisis ahli forensik, saat berpesta makan malam, Tuan Perot mengunyah steak yang ukurannya melebihi kapasitas kerongkongan. Alhasil ia tersedak selama beberapa waktu sebelum akhirnya meninggal kehabisan napas. Nggak lama setelah itu, Tuan Boudin ikut meninggal karena panik menyaksikan sahabatnya sekarat terengah-engah. Perasaan panik itu bikin penyakit jantung Tuan Boudin kambuh.

3. Pria yang menemukan dirinya sendiri di daftar anak hilang

via admin.eternallifestyle.com

Di tahun 1977, pasutri Mark Barnes dan Charlotte Moriarty tinggal bersama di Hau’ula, Hawai. Pernikahan mereka dikaruniai seorang putra bernama Marx Panama Moriarty Barnes.

Tapi sayang, di tanggal 21 Juni, saat usia Marx masih 6 bulan, Charlotte membawa kabur Marx dengan alasan yang tak jelas. Mark Barnes pun segera melapor polisi untuk menyelidiki keberadaan istri dan anaknya, memicu pencarian ekstensif yang dilakukan kepolisian di seluruh Hawaii. Tapi sayang, tak ada jejak atau pun petunjuk berarti yang ditemukan.

Nggak lama setelah kabur dengan putranya, Charlotte Moriarty yang ternyata mengidap penyakit jiwa, dibekuk polisi atas kasus penyusupan. Pada saat ditangkap, Charlotte sudah mengganti identitasnya menjadi Jane Amea dan mengaku punya anak yang bernama Tenzin.

Polisi kemudian mengurung Jane Amea di rumah sakit jiwa. Sementara Tenzin alias Marx dikirim ke panti asuhan.

Ketika Tenzin berusia tiga tahun, ia diadopsi oleh Steve dan Pat Carter, pasangan asal New Jersey yang bekerja di Hawaii. Ia pun kembali berganti nama menjadi Steve Carter. Tuan dan nyonya Carter sama sekali nggak tahu kalau Tenzin (atau Marx) sebenarnya anak yang telah “dirampas” dari ayah kandungnya.

Di tahun 2011, ada seorang pria yang sedang menyimak berita tentang Carlina White, bayi korban penculikan yang dipertemukan kembali dengan ibunya setelah 23 tahun berpisah.

Pria itu punya firasat kalau selama ini mungkin saja ia bernasib sama seperti Carlina White. Firasat yang makin kuat mendorongnya untuk menjelajahi situs informasi anak hilang yang dikelola pemerintah setempat. Dan alangkah terkejutnya ia saat berpapasan dengan profil anak hilang yang bernama Marx Panama Moriarty Barnes di situs tersebut.

Alasannya? Sketsa perkembangan usia yang ada di profil Marx sangat mirip dengan wajahnya.

Marx Moriarty Barnes/via brain-sharper.com

Yup, pria yang dimaksud adalah Steve Carter alias Marx Panama Moriarty Barnes yang saat itu sudah berusia 34 tahun. Hasil uji DNA membuktikan bahwa Marx memang anak hilang yang tercantum dalam daftar.

Cerita Marx berakhir bahagia seperti halnya kasus Carlina White. Marx dipertemukan kembali dengan ayah kandungnya setelah terpisah selama 30 tahun lebih. Tapi kebahagiaan itu terasa kurang lengkap, soalnya Marx nggak berhasil melacak keberadaan ibu kandungnya.

Tuh kan, nggak cuma film thriller kriminal aja yang dibumbui plot twist. Kasus kriminal nyata juga ada yang punya twist tak terduga kayak tiga cerita di atas. Kira-kira kalau ketiga yang baru aja kamu simak diangkat jadi film, bakalan bagus nggak ya? Hmm…

bayubaharul :