10 Reka Ulang Wajah Manusia yang Hidup Ribuan Tahun Lalu, Lengkap dengan Cara dan Fotonya

Kembaran Brad Pitt udah ada dari zaman Neolitikum?

:

Seiring berkembangnya zaman, teknologi untuk mengungkap kehidupan manusia di masa lampau semakin maju dan terperinci. Menariknya, dengan teknologi canggih tersebut, kini kita bisa melihat bagaimana rupa orang-orang yang hidup ribuan bahkan puluhan ribu tahun lalu. Caranya yakni dengan merekonstruksi wajah dari sampel tengkorak dan hasil DNA yang ditemukan. Rekonstruksi itu lalu digabungkan dengan program komputer, teknologi pencetakan 3D, dan sentuhan artistik seniman forensik.

Contoh hasilnya bisa kamu lihat di foto berikut.

Ava setelah direkonstruksi/via dailymail.co.uk

Tampak dalam foto di atas adalah wanita yang hidup di Zaman Batu, sekitar 4000 tahun yang lalu. Para ilmuwan memberinya nama panggilan Ava, singkatan dari Achavanich, nama pemakaman Zaman Batu tempat jasad Ava ditemukan. Tentu saja saat ditemukan pertama kali di dataran tinggi Skotlandia di tahun 1987, Achavanich hanya tinggal tulang belulang.

Tapi ada satu hal yang menarik perhatian para ilmuwan. Alih-alih dikubur di dalam tanah setelah wafat (seperti masyarakat zaman batu pada umumnya), tempat peristirahatan Ava berbentuk sebuah ruangan yang terpahat di bongkahan batu besar. Dari situ para ilmuwan berteori bahwa Ava diperlakukan lebih spesial dibanding individu lain di komunitasnya.

Sekarang pertanyaannya, sebenarnya untuk apa sih para ilmuwan merekonstruksi wajah orang yang hidup ribuan tahun lalu? Apa tujuannya?

Tujuan pertama mungkin untuk mengobati rasa penasaran manusia modern mengenai peradaban di masa lampau. Toh di zaman Ava tentu belum ada kamera atau pelukis aliran realisme. Jadi kita nggak tahu bagaimana rupa orang-orang yang hidup di Zaman Batu. Selain itu, teknologi rekonstruksi wajah semacam ini ternyata sangat membantu para ilmuwan penganut teori evolusi dalam meneliti perubahan penampilan fisik manusia dari masa ke masa.

Sementara bagi kita orang awam, mengetahui wajah “nenek moyang” yang hidup di zaman kuno pastinya jadi pengalaman yang menarik. Dengan begitu juga kita bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai peradaban manusia yang selama ini hanya bisa kita pelajari di buku sejarah.


via sites.google.com

Tentu kamu juga penasaran ‘kan bagaimana para ilmuwan merekonstruksi wajah manusia zaman kuno secara detail dari tengkorak dan hasil tes DNA?

Pertama-tama, para ilmuwan memindai tengkorak (atau seluruh kerangka jika tersedia) untuk memperoleh gambar 3D menggunakan perangkat lunak khusus. Gambar tersebut kemudian dicetak menggunakan printer 3D, alias dijadikan tengkorak replika dengan bentuk dan ukuran yang sama.

Nah, di tahap ini pula para ilmuwan mempertimbangkan setiap detail, seperti penanggalan radiokarbon, plak gigi, dan analisis DNA untuk menentukan warna mata, kulit, dan rambut. Sementara dengan meneliti struktur tengkorak, para ilmuwan akan mengetahui bagaimana bentuk wajah manusia kuno saat masih hidup.

Setelah semua informasi terkumpul, proses rekonstruksi wajah pun dimulai. Di tahap ini seniman forensik akan bekerja menyusun bagian-bagian wajah secara bertahap di sekitar tengkorak replika. Mulai dari struktur otot dan saraf, kulit, hidung, mata, mulut, telinga, dan rambut. Proses ini dilakukan seperti halnya seniman membuat patung manusia, tapi dengan metode yang lebih detail dan rumit.

Untuk tahu lebih jelas proses lengkapnya, coba kamu tonton video tentang bagaimana ilmuwan mengungkap wajah dari mumi wanita berusia 1.600 tahun di bawah ini.

Oke, selain Ava dan mumi asal Peru di atas, siapa sajakah manusia kuno yang sejauh ini telah berhasil direkonstruksi oleh para ilmuwan dan bagaimana asal-usul mereka? Yuk kita simak daftar yang dihimpun dari All That’s Interesting.

1. Wanita Neanderthal

Sisa tulang belulang dari wanita yang hidup sekitar 30.000 tahun lalu ini ditemukan di sebuah gua di Gibraltar. Menurut ilmuwan, wanita tersebut merupakan salah satu orang Neandarthal terakhir yang hidup di dataran Eropa.

2. Pemuda Jerman dari Zaman Besi

via allthatsinteresting.com

Dari hasil penelitian, pemuda yang terlihat macho ini diketahui meninggal di usia 20-an. Ia memiliki rambut yang diikat menyerupai sanggul, gaya rambut yang juga menjadi ciri khas anggota suku tradisional Jerman di Zaman Besi.

3. Jane of Jamestown

via allthatsinteresting.com

Jane merupakan gadis asal Jamestown, Amerika Serikat, yang dibunuh dan dimakan oleh orang-orang yang tinggal satu atap dengannya. Kejadiannya sekitar abad 17.

Tengkorak Jane yang terpotong-potong beserta tulang belulangnya (yang tak lengkap) ditemukan pada tahun 2012, di antara tulang-tulang hewan yang disembelih dan sisa makanan lainnya, di ruang bawah tanah Jamestown. Dari penemuan tengkorak Jane, terungkaplah salah satu kasus kanibalisme paling awal yang terjadi di Amerika.

4. Pria dari zaman Neolitikum

Pria Neolitikum yang kanan ya, bukan yang kiri/via allthatsinteresting.com

Meski sekilas agak mirip Brad Pitt, pria ini diperkirakan hidup sekitar awal zaman Neolitikum, atau lebih tepatnya 500 tahun sebelum Stonehenge dibangun. Para arkeolog menemukan tengkorak beserta tulang belulang pria tersebut di kawasan Wiltshire, Inggris, di tahun 1863.

5. Patcham Woman

via allthatsinteresting.com

Ada fakta mengerikan di balik gambar wanita yang dijuluki “Patcham Woman” di atas. Saat ditemukan di tahun 1936 di Inggris, ada sebatang paku besar yang tertancap di bagian belakang tengkoraknya. Bahkan di liang lahat Patcham Woman, para arkeolog pun menemukan banyak paku berserakan, dan beberapanya tertancap di bagian dengkul.

Arkeolog memperkirakan kalau Patcham Woman adalah korban pembunuhan di era Romano-Inggris (era kependudukan Romawi di Inggris).

6. Gadis dari zaman Mesolitikum

via allthatsinteresting.com

Gadis yang dijuluki Avgi (bahasa Yunani yang artinya “Fajar”) dalam foto di atas adalah salah satu manusia kuno tertua yang ditemukan. Setelah kerangkanya diteliti, ditemukan bahwa Avgi berasal dari zaman Mesolitikum atau sekitar tahun 7000 Sebelum Masehi. Kala itu, manusia baru mulai mengandalkan aktivitas bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangan.

7. Nebiri

via allthatsinteresting.com

3.500 tahun lalu, pria bernama Nebiri ini adalah orang berkedudukan tinggi yang bertugas di bawah rezim Firaun Thutmoses III (tahun 1479–1425 SM). Dari mumi yang ditemukan, terungkap bahwa Nebiri meninggal karena serangan jantung di usia 45-60 tahun.

8. Meritamun

via allthatsinteresting.com

Selain Nebiri, mumi Mesir kuno yang berhasil direkonstruksi ialah Meritamun. Menurut sejarah Mesir kuno, Meritamun adalah putri dari Firaun Ramses II dan istrinya, Ratu Nefertari. Rekonstruksi wajah mumi Meritamun dilakukan tahun 2016 oleh tim ilmuwan dan ahli forensik Universitas Melbourne, Australia.

9. Naia

via allthatsinteresting.com

Naia dulunya merupakan remaja yang hidup di Zaman Es sekitar 12.000 – 13.000 tahun silam. Ia ditemukan oleh tim penyelam di Semenanjung Yucatan, Meksiko, di tahun 2007. Penelitian forensik mengungkap Naia tewas akibat terjatuh dari ketinggian di usianya yang masih remaja.

10. Myrtis

via allthatsinteresting.com

Di situs kuburan massal Athena kuno, para arkeolog menemukan satu tengkorak milik seorang gadis berusia 11 tahun. Gadis tersebut diberi nama Myrtis. Gambar di atas menunjukkan hasil rekonstruksi wajah Myrtis, lengkap dengan balutan pakaian khas wanita Yunani kuno sekitar tahun 430 SM.

Itulah penjelasan tentang bagaimana para ilmuwan mampu mengungkap wajah manusia kuno yang hidup ribuan, bahkan puluhan ribu tahun silam. Kamu juga udah nyimak beberapa hasil rekonstruksi wajah manusia kuno yang berhasil dilakukan sejauh ini. Yup, teknologi canggih zaman sekarang memang memungkinkan ilmuwan untuk menghasilkan hasil rekonstruksi wajah yang akurat. Tapi satu hal yang perlu ditekankan: hasil rekonstruksi bisa sedikit berbeda jika ditangani oleh seniman yang berbeda pula. Share pendapatmu di kolom komentar ya!

Komentar:

Komentar