10 Kisah Orang yang Meninggal Karena Kebodohannya Sendiri, Jangan Ditiru Ya Guys!

Jangan main-main dengan nyawa!

:

Kematian memang bukan hal yang patut dibercandakan. Dan sudah tentu setiap orang, termasuk kamu, suatu hari nanti bakal merasakan kematian. Bukan maksud nakut-nakutin ya, tapi kalau dibayangin, kematian memang salah satu hal paling mengerikan yang bakal terjadi dalam hidup.

Kita nggak tahu kapan dan bagaimana kita bakal meninggal. Tapi sebagai manusia yang dianugerahi akal, seenggaknya kita bisa berusaha memperpanjang usia dengan hal-hal yang simpel. Contohnya dengan menjaga kesehatan, memiliki pola hidup yang baik, dan lebih berhati-hati dalam berkendara ataupun dalam kegiatan lain yang bisa mengancam keselamatan hidup. Ngak sulit kan, guys?

Tapi memang dasarnya manusia. Ada yang cerdas, yakni mereka yang saya anggap menerapkan contoh yang disebutin di atas; ada pula yang kurang memanfaatkan akal, yakni mereka yang malah menantang keselamatan jiwa dan terkadang tanpa tujuan jelas pula. Nah, orang-orang tipe kedua ini yang bakal kita bahas sekarang.

Oh iya, 10 kisah ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dan tercantum dalam daftar nominasi Darwin Awards, penghargaan bagi orang yang dianggap mati secara “sukarela” karena kebodohan mereka yang di luar nalar. Dirangkum dari berbagai sumber, yuk langsung aja kita tengok kisah 10 orang yang meninggal karena kebodohan sendiri ini.

1. Supir truk yang mungkin kebanyakan nonton film aksi

via jonvilma.com

Pada tahun 1995, seorang supir truk asal Amerika bernama James Burns meninggal setelah berusaha memperbaiki truknya yang tengah melaju di jalan tol. Sebenarnya truk yang dikendarai James nggak rusak-rusak amat dan masih bisa melaju dengan mulus. Tapi waktu itu, ban truk mengeluarkan suara aneh yang bikin James penasaran dan ingin segera memperbaikinya.

Alih-alih memperbaiki roda truknya setelah menepi, James malah nyuruh temannya buat mengambil alih kemudi biar dia bisa cek apa yang salah pada ban truknya. Kejadian selanjutnya kayak di film-film aksi nih. Di saat truknya lagi ngebut, James dengan berani keluar dan menempel ke bagian bawah truknya. Tapi sebelum James berhasil membetulkan apa pun itu yang salah dengan ban truknya, dia keburu kehilangan keseimbangan.

Selanjutnya udah bisa kamu tebak. Nggak lama setelah itu nama James muncul di koran.


2. Pengkhianat di dalam van

via mpora.com

Marco dan teman-temannya sedang berkendara dengan van di suatu pegunungan. Pada saat mereka menuruni sebuah bukit, tiba-tiba rem van tersebut blong. Sialnya lagi, di ujung jalur itu ada tikungan dan tebing yang curam.

Marco yang saat itu jadi supirnya langsung panik. Ia lalu melompat keluar dari van yang sedang melaju tanpa kasih tahu teman-temannya tentang masalah rem tersebut.

Untungnya di tengah kekacauan itu, salah satu teman Marco langsung mengambil alih kemudi dan berhasil mengendalikan van yang hampir terjun ke jurang. Van tersebut akhirnya berhenti di tepi tebing. Nah, pas mereka naik bukit lagi buat memeriksa keadaan Marco (dan mengutuk aksi pengecutnya), ternyata nyawanya udah melayang. Kepalanya membentur trotoar dengan keras akibat aksi melompatnya yang “heroik”.

3. Pencuri seluncuran di resort ski

via: mpora.com

Pada tahun 2008, David Monk (46) dan teman-temannya berlibur ke daerah bersalju Sauze D’Oulx, Italia. Setelah berpesta bir di sore hari, mereka punya ide usil: mencuri matras pelindung dari pembatas baja di bawah lereng salju, dan menggunakannya sebagai seluncuran.

Mereka menanjaki lereng lagi untuk kemudian berseluncur ke bawah menggunakan matras tersebut. Namun ide kekanak-kanakan mereka ternyata berbuah pahit. Setelah meluncur dengan kecepatan tinggi, David langsung membentur penghalang baja yang matras pelindungnya udah ia copot itu.

David pun langsung meninggal di tempat.

“Ia adalah orang yang cerdas,” kata teman David saat diwawancarai Daily Mail. Apa kalian setuju kalau David adalah orang yang cerdas?

4. Pengendara snowmobile yang keras kepala

via youtube.com

Pada tahun 2000, Walters (43), seorang pria asal Alaska, Amerika Serikat, meninggal usai tertimbun longsoran salju. Mungkin kalau dijelaskan sampai sini, kematiannya terkesan seperti sebuah kecelakaan akibat bencana alam.

Tapi tunggu dulu. Saat itu Walters sedang melakukan highmarking menggunakan snowmobile kesayangannya. Highmarking sendiri adalah jenis olahraga salju di mana si atlet berkendara ke atas lereng sampai snowmobile-nya nggak sanggup lagi meladeni curamnya tanjakan, untuk kemudian balik lagi ke bawah.

Menurut saya jenis olahraga salju ini terdengar pointless alias nggak ada faedahnya. Apalagi waktu itu polisi negara bagian Alaska udah mengingatkan warga kalau kegiatan macam ini rawan memicu longsor, sebab salju di atas lereng sedang tebal-tebalnya. Pengendara snowmobile lain mungkin mematuhi peringatan tersebut, tapi beda halnya dengan Walters.

Pada highmarking-nya yang pertama ia udah tertimpa longsor kecil yang menimbun kaki sampai tangannya. Orang biasa mungkin bakal kapok dan milih pulang setelah mengalami kejadian tersebut. Tapi Walters tetaplah Walters. Ia dan snowmobile-nya nanjak lagi ke atas lereng, dan kali ini aksinya memicu longsor yang lebih besar. Cukup besar untuk menyapu dan mencabut nyawanya.

5. Atlet jet ski air terjun Niagara

via iloveny.com

Menurut saya, terjun bebas di Niagara dengan peralatan apa pun merupakan ide yang gila. Dan pria asal Amerika bernama Roberts adalah salah satu orang tergila di dunia.

Pada tahun 1995, Roberts memutuskan untuk menguji nyalinya. Ia terjun dari Niagara menggunakan jet ski. Ia melaksanakan ide gila tersebut bukannya tanpa persiapan. Ia melengkapi jet skinya dengan roket dan dirinya sendiri dengan parasut.

Kira-kira begini kronologi yang direncanakan Roberts:

  1. Mengendarai jet skinya menuju tepian Niagara
  2. Menyalakan roket pendorong untuk lompatan yang maksimal
  3. Membuka parasutnya dan terjun dengan selamat

Kalau dipikir-pikir rencana Roberts memang sudah matang. Tapi, dia melupakan satu faktor penting: air membuat segala sesuatu menjadi basah.

Saat Roberts sudah sampai di tepian lalu mencoba menekan tombol roket, roketnya itu udah kepalang basah dan nggak bisa nyala. Ia pun terjun dan coba membuka parasutnya. Tapi mungkin hari itu adalah hari sial bagi Roberts, karena parasutnya juga keburu basah terkena air sampai nggak bisa kebuka. Akhirnya Roberts terjun bebas menuju kematiannya.

6. Bungee jumper amatir

via xtremespots.com

Pada tahun 1997, kepolisian Reston di Virginia, Amerika Serikat, menemukan jasad seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Eric Barcia. Ia diduga meninggal setelah mencoba bungee jumping dari atas jembatan setinggi 21 m. Setelah diselidiki, Eric ternyata bukanlah bungee jumper berpengalaman. Ia telah mengabaikan standar keamanan bungee jumping.

Setelah mengaitkan satu ujung tali bungee ke tubuhnya dan ujung satu lagi ke jembatan, ia dengan pedenya melompat dari ketinggian 21 m dengan tali bungee yang juga memiliki panjang 21 m.

Ukuran tali dan tinggi jembatan sudah dia ukur tuh. Tapi kayaknya ia lupa kalau tali bungee pasti melar. Duh… Eriic!

7. Balon helium dan GPS

via blogdomrcondes.blogspot.co.id

Adelir Antonio de Carli adalah seorang pendeta asal Brazil. Ia juga merupakan pembela hak asasi manusia sekaligus seorang sky diver berpengalaman. Buat menaikkan penggalangan dana di acara amalnya di tahun 2008, ia menyiapkan parasut, helm, GPS, makanan, minuman, dan baju termal untuk mengudara dengan sebuah kursi yang diikat pada 1000 balon helium.

Satu faktor yang bikin penerbangannya berujung maut adalah karena sang pendeta nggak tahu cara memakai GPS. Setelah terbang setinggi 6000 meter, ia melakukan panggilan telepon untuk minta bantuan, tapi nggak ada yang bisa bantu. Tim pencari pun nggak tahu di mana Antonio berada sebab dia nggak menggunakan GPS-nya.

Sembilan hari setelah penerbangan, Antonio belum juga ditemukan dan tim SAR pun udah nyerah. Sebenarnya ia bisa aja terjun dari balon menggunakan parasut untuk menyelamatkan diri, tapi entah kenapa ia gak memakainya.

Dua bulan kemudian sebagian jasad Antonio ditemukan oleh kru pengeboran minyak, 100 km di lautan lepas.

8. Perampok “emas”

via comofazeremcasa.net

Kejadian ini terjadi pada tahun 2009 di South Carolina, Amerika Serikat, saat seorang perampok tewas setelah menggunakan cat semprot pada wajahnya.

Michael Gregory Thomas (23) dan Thomas James (24) adalah perampok bersenjata api yang waktu itu beraksi di sebuah toserba. Untuk menyembunyikan identitasnya, James mencat emas wajahnya menggunakan pilox (bahasa populernya cat semprot) yang jelas-jelas punya label dilarang digunakan pada kulit dan mata. Meskipun rencana perampokan mereka berjalan mulus, nggak lama setelah itu James berhenti bernapas akibat keracunan gas dari pilox yang dia pakai pada wajahnya.

Sedikit sharing, buat kamu yang pernah ngecat pake pilox, pasti kenal betul gimana baunya yang menyengat ‘kan? Bahkan kadang menyemprot pilox tanpa menggunakan masker bisa bikin kepala jadi pusing. Jadi gimana nih pendapat kamu tentang Tuan James?

9. Lelaki yang pamer gigitan ular

via mpora.com

Pada tahun 1997, seorang pria bernama Wayne Roth asal Pennsylvania, Amerika, digigit ular kobra peliharaan temannya, Roger, setelah mencoba untuk mengangkat ular tersebut dari kandang.

“Gue gak perlu ke rumah sakit, Ger. Gue pria. Segini doang mah cetek!” kira-kira begitu perkataan Wayne kepada Roger waktu itu.

Nggak lama berselang, Wayne malah ngajak Roger ke pub. Di sana Wayne pengin membuktikan  kalau ia memang “pria sejati”. Ia pamerkan luka gigitan ular ke teman-temannya di pub sambil minum-minum dan ngobrol ngalor-ngidul. Sejam kemudian Wayne langsung sekarat dan akhirnya tewas.

Racun kobra memang butuh waktu beberapa jam untuk bekerja dan menyerang saraf inti korban, dan Wayne nggak tahu soal itu. Meskipun ia tahu, kayaknya Wayne bakal tetap pergi ke pub deh.

10. Kontes machoman dua pria idiot

via ebay.com

Pada tahun 1996, seorang petani asal Polandia bernama Krystof Azninski mendapatkan anugrah Darwin Award of the Year akibat keberaniannya memotong kepalanya sendiri.

Berdasarkan laporan surat kabar Reuters, Azninski dan teman-temannya yang waktu itu sedang mabuk  memutuskan untuk bertelanjang dada dan melakukan kontes pria ter-macho sedunia. Kontes dimulai dengan memukul kepala masing-masing dengan lobak beku. Tapi perlahan-lahan, kontes itu meningkat ke tahap yang lebih ekstrem.

Nah, waktu salah seorang kontestan motong kakinya sendiri pakai gergaji mesin, Tuan Azninski merasa panas. Ia ambil gergaji mesin tersebut dan dengan macho-nya melayangkan benda tajam itu ke lehernya.

Waktu diwawancara, salah satu teman Azninski bilang, “Konyol sekali. Waktu kecil dulu ia suka pakai rok kakak perempuannya, tapi kini ia mati layaknya pria sejati.” Jujur aja, komentar ini bikin saya tambah gereget saking bodohnya.

Anyway, menurut kamu tuan Azninski berhak nggak dapet predikat pria termacho sedunia?

Nah, itu dia cerita 10 orang yang meninggal karena kebodohannya sendiri. Mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa kamu petik nih dari cerita-cerita di atas. Oh, apa kamu tertarik buat menyandang titel Darwin Awards selanjutnya? Jangan deh guys!

Komentar:

Komentar