Terkesan Sepele, Tindakan Kecil 5 Tokoh Dunia Ini Ternyata Telah Mengubah Laju Sejarah

Sejarah kadang berasal dari tindakan yang tidak terduga

Sejarah bisa berubah. Tapi perubahan dalam sejarah ternyata tidak selalu membutuhkan proses yang panjang, lho. Sejarah bisa berubah dengan cepat di waktu tertentu, dan terkadang, dengan cara yang tidak terduga.

Nah, di artikel ini kita bakal melihat bagaimana sejarah bisa berubah karena tindakan sepele dari 5 tokoh dunia berikut ini.

1. Teddy Roosevelt: menyimpan kertas pidato tebal di saku kemeja

all-that-is-interestingcom
via all-that-is-interesting.com

Teddy Roosevelt merupakan presiden Amerika Serikat ke-26 yang terkenal suka menyampaikan pidato-pidato besar ketika masih aktif di dunia politik.

Pada tahun 1912 saat dia kembali mengikuti pemilu, dia sudah menyiapkan pidato setebal 50 halaman untuk para hadirin yang sudah menunggu. Dia lipat kertas-kertas tersebut kemudian dia simpan di saku kemejanya sebelum berangkat. Gak disangka, ternyata tindakan kecilnya itu jadi penyelamat nyawa.

Ketika Roosevelt baru saja menyapa para hadirin, seseorang di kerumunan menembak Roosevelt di bagian dada. Tapi untungnya, kertas pidato tebal tadi menahan laju peluru sehingga luka yang diderita Roosevelt tidak terlalu fatal.

Roosevelt kemudian melanjutkan pidatonya meskipun peluru tadi masih menancap di tubuhnya. Hmm…

2. Martin Luther King: berimprovisasi dalam pidato

everydaypowerblogcom
via everydaypowerblog.com

Kalau seseorang disuruh menyebutkan salah satu quote dari Martin Luther King Jr, pasti orang-orang menjawab “I Have a Dream”.

Yup, kutipan ini merupakan bagian dari pidato Martin Luther King di Lincoln Memorial, 27 Agustus, 1963 silam, dan masih menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia di Amerika Serikat.

Dalam pidato tersebut King menyampaikan pandangannya tentang masa depan yang harmonis, tanpa rasialisme dan diskriminasi yang dia sebut “dream” atau impian.

Meskipun demikian, sebenarnya pada kesempatan itu King sama sekali tidak bermaksud berbicara mengenai mimpi. Pidato yang ingin dia sampaikan sebenarnya sudah ditulis dan disiapkan. Tetapi, ketika seorang penyanyi gospel di kerumunan berteriak “sampaikan pada mereka tentang mimpi kita”, King mulai berimprovisasi.

Dia mulai berpidato dengan hatinya, bukan dari secarik kertas. Dan hasilnya adalah salah satu pidato terbaik dalam sejarah Amerika.

3. Stanislav Petrov: menyalahi tugas tapi menyelamatkan dunia dari perang nuklir

imgurcom
via imgur.com

Stanislav Petrov mungkin tidak begitu dikenal, tetapi orang yang sangat berjasa dalam mencegah terjadinya perang nuklir.

Stanislav Petrov adalah prajurit yang bertugas di pos peringatan dini militer Uni Soviet. Pada 26 September, 1983, Petrov yang waktu itu sedang bertugas, melihat beberapa sensor berbunyi. Sensor tersebut menandakan Amerika Serikat telah meluncurkan misil ke arah Soviet. Petrov mau tidak mau harus segera mengambil tindakan, dan sudah menjadi tugasnya untuk membalas tembakan misil pada situasi tersebut.

Tapi Petrov waktu itu merasa ragu. Dia merasa ada yang ganjil, dan memutuskan untuk menunda laporan kepada atasannya.

Konsekuensi yang mesti ditanggung Petrov cukup besar. Jikalau misil itu benar-benar mendarat di Soviet, pasti banyak nyawa yang bakal menjadi korban, dan peperangan mungkin akan bergejolak lagi. Tetapi untungnya, firasat Petrov ternyata benar, sensor yang berbunyi terbukti hanyalah tanda bahaya palsu.

Akhirnya keputusan Petrov untuk menyalahi tugasnya gak cuma nyelametin negaranya, tapi juga dunia.

4. Franz Ferdinand dan supirnya: salah belok

historycom
via history.com

Gavrillo Princip adalah bagian dari kelompok militan Bosnia yang berusaha menggulingkan Kekaisaran Austro-Hungaria, dan itu berarti dia punya urusan dengan Raja Franz Ferdinand.

Princip dan teman-temannya berencana untuk membunuh Ferdinand pada saat mobil dan iring-iringan raja melintas. Mereka melemparkan bom ke bawah mobil, namun bom tersebut gak langsung meledak. Ferdinand kemudian kabur tanpa luka sedikit pun.

Beberapa lama kemudian, tepatnya 28 Juni, 1914, Ferdinand berencana untuk menjenguk korban serangan bom kemarin di rumah sakit setempat. Dia menyuruh supirnya tidak melintasi jalan tempat mereka diserang, dan mengambil rute yang berbeda ke rumah sakit. Tetapi sayang, karena supirnya berbahasa Ceko, terjadi miskomunikasi di antara mereka.

Akhirnya supir tersebut salah mengambil tikungan, dan Ferdinand dan istrinya pun kembali melintas di jalan tempat mereka diserang. Lebih apesnya lagi, mereka melintas di hadapan Gavrilo Princip, yang gak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Princip langsung menembak mati Ferdinand dan Istrinya, dan memicu terjadinya Perang Dunia I.

5. Marie-Antoniette: ingin kereta kuda yang lebih mewah

surfnetkidscom
via surfnetkids.com

Marie Antoniette adalah Ratu Perancis yang mati dipenggal pada masa Revolusi Perancis. Sebenarnya, dia dan keluarganya bisa kabur dari hukuman kalau saja Antoniette tidak melakukan beberapa tindakan yang “konyol”.

Pada waktu itu, keluarga kerajaan sudah bersiap untuk kabur dengan menggunakan kereta kuda biasa. Tapi Antoniette memaksa naik kereta yang lebih mewah. Dia juga memutuskan untuk kabur dari istana melewati labirin dimana mereka tersesat selama 30 menit. Hasilnya, mereka keburu ketahuan, dan gak lama setelah itu Antoniette dan keluarganya dihukum mati.

Itu dia beberapa contoh tindakan sepele dari tokoh dunia yang berhasil merubah sejarah. Ternyata sejarah punya sisi unik ya, dan gak selalu tersusun atas tindakan dan keputusan-keputusan yang matang dari para pemimpin dunia. Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh lainnya, yang mungkin akan dibahas di kesempatan selanjutnya. Jangan lupa share ya!

397 Shares

Komentar:

Komentar