“Yang Sabar Ya” dan Kata-Kata Motivasi Klise yang Paling Sering Kita Ucapkan dalam Hidup

Apa pun masalahnya, solusinya "Yang sabar ya"

Sebut saja namanya Mawar. Sebagai seorang manusia, Mawar pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Dan sebagai makhluk sosial, Mawar juga suka curhat tentang masalah pribadi ke orang terdekat yang bisa dipercaya.

Kayak waktu tempo hari nih, Mawar yang lagi galau karena pacarnya selingkuh, akhirnya curhat ke teman-temannya di grup WhatsApp. Dia pengin dikasih solusi apa yang harus dilakukan pada pacarnya yang berengsek itu.

Tapi alangkah terkejutnya Mawar ketika teman-temannya seolah kompakan membalas seperti ini:

“Yang sabar ya…”

Kata-kata motivasi yang satu ini memang paling ajaib. Singkat, tapi bisa dipakai buat berbagai masalah. Mau itu masalah besar atau kecil, kata-kata “Yang sabar ya,” pasti bisa dipakai.

Contoh penggunaan:

  • Astaga, di punggung aku ada bisul gueedeee banget. Sakit banget nich…!
  • Aku udah muak sama pacar aku. Dia tuh nggak bisa dibiarin bentar, pasti langsung genit-genitan sama cewek lain. Aku harus gimana?
  • Aku sudah lelah dengan hidup ini.

Tiga keluhan yang skala urgensinya berbeda satu sama lain itu bisa kamu balas dengan kata-kata sederhana: “Yang sabar ya.”

Lihat si Mas, bawaannya jadi pengin bilang “Yang sabar ya, Mas…”/via freepik.com/@Yanalya

Sebetulnya kalau kita pakai logika, kita memang harus sabar saat mendapat masalah. Tanpa harus dikasih tahu pun kita pasti udah tahu tentang itu. Sebagai orang dewasa, Mawar juga tahu dia harus sabar.

Kamu jangan berburuk sangka dulu nih. Mawar bersyukur dan senang dia punya teman-teman yang perhatian padanya. Buktinya mereka mau menghibur, menguatkan, dan membantu Mawar dengan kata-kata “Yang sabar ya”. Tapi masalahnya, apa yang dia butuhkan adalah solusi. Mawar sendiri tahu, di kondisinya saat itu dia harus sabar.

Beberapa menit masa penantian, teman-teman Mawar nggak kunjung menawarkan solusi. Kata-kata terakhir yang ditinggalkan mereka di grup WhatsApp hanyalah, “Yang sabar ya.” Merasa kesal dan frustrasi, Mawar pun memutuskan buat represhing sambil berkendara memakai mobilnya yang bersih mengkilat karena baru dicuci pakai sabun muka — bersih sampai ke pori-porinya.

Tapi sepertinya hari itu Mawar lagi sial. Kunci mobilnya nggak bisa ditemukan. Saat lagi mencari-cari kunci mobilnyalah, ibunya Mawar datang menghampiri. Walaupun, entah kenapa sang ibunda yang biasanya penyabar dan penuh welas asih seperti Dewi Kwan Im di serial Kera Sakti, mendadak merasa kesal melihat Mawar yang grasak-grusuk mencari kunci mobilnya.

Tanpa banyak ba-bi-bu, sang ibunda pun bertanya dengan anggun:

“Coba ingat-ingat lagi, tadi di mana nyimpannya?”

Ibunya Mawar hanyalah manusia biasa. Ia sama dengan kita-kita. Toh kamu juga suka refleks bilang, “Coba ingat-ingat lagi…” kalau ada teman yang kehilangan barang ‘kan? Mungkin itu sebagai bentuk empati, karena kita tahu gimana nyeseknya kehilangan barang. Apalagi kalau yang hilangnya itu barang berharga kayak dompet, kunci kendaraan, ponsel, laptop, atau harga diri…

Eh, harga diri juga masuk harta berharga ‘kan?

Tapi begini masalahnya: bila orang itu ingat di mana terakhir kali dia simpan barang yang hilang itu, dia nggak akan sibuk mencari-carinya lagi.

Itu juga yang ada di pikiran Mawar. “Duh, Bu. Kalau saya ingat di mana itu kunci disimpan, saya nggak akan nyari-nyari sekarang. Lagian, daripada Ibu ngedumel sambil bertolak pinggang, kenapa nggak bantu saya cari kunci mobil?” gerutu Mawar dalam hati, karena dia nggak berani ngomong blak-blakan sama ibunya.

Begitulah sekelumit kisah hidup Mawar. Biarpun dia cuma karakter fiksi yang saya buat, tapi masalah hidupnya nggak jauh beda sama masalah sehari-hari kita ‘kan?

Dan memang nggak ada yang salah kalau kita mau memberi semangat pada teman dengan kata-kata motivasi klise. Tapi pernahkah terpikir sama kamu kalau kata-kata motivasi macam itu efeknya kayak kenikmatan tanggal muda? Cuma sesaat.

Ngomong-ngomong soal Mawar, kira-kira apa ya nasihat yang bagus buat dikasih ke dia? Hmm… hmm… hmm…

Yang sabar aja deh, Mawar.

3 Shares

Komentar:

Komentar