Semua tentang Otaku: Nggak Cuma soal Anime atau Manga doang

Sugooooi, bang!

:

“Iiiih… aku nggak mau pacaran sama kamu ah. Kamu otaku! IG kamu aja penuh sama gambar kartun cewek Jepang yang rambutnya ijo, matanya merah, bulu hidungnya kuning, alisnya ungu, bibirnya item!”

Dialog di atas saya ambil dari dialog di komik Jepang alias manga dengan sedikit modifikasi. Yup, bahkan di anime atau manga, karakter otaku tuh identik sama konotasi negatif. Sekali lagi, anime dan manga aja sering menyindir otaku!

Saya jadi kepikiran nih, kenapa ya orang yang dilabeli sebagai otaku sering dianggap cupu? Mereka juga sering diidentikkan sama orang yang suka sama kartun dan karakter anime cewek. Padahal nggak semua otaku tuh kayak gitu. Gini deh, biar kamu nggak salah persepsi, izinkan saya buat menjelaskan tentang otaku.

Otaku itu apa sih? Varian baru dari otak-otak?

Itulah tanggapan saya waktu pertama kali mendengar istilah otaku, pada zaman dahulu kala, mungkin saat Jihan Fahira dan Adam Jordan masih sering nongol di sinetron. Tapi otaku jelas bukan varian lain dari otak-otak; definisinya lebih rumit dari itu.

Otaku itu istilah yang dipakai buat menyebut orang yang suka banget sama suatu hal. Bukan suka lagi sih lebih tepatnya, tapi terobsesi. Biasanya sih di zaman sekarang, sebutan otaku lebih ditujukan kepada orang yang suka sama budaya populer yang berasal dari Jepang, kayak anime atau manga.

Tapi itu di zaman sekarang. Lebih bagus kalau kita lihat dulu sejarah singkatnya.

Kata otaku (おたく/オタク) dipopulerkan oleh penulis Akio Nakamuri di tahun 1983 dalam bukunya yang berjudul Manga Burikko. Istilah itu dipakai untuk merujuk orang yang menyukai sesuatu secara mendalam. Jadi sebenarnya, otaku tuh nggak merujuk ke orang atau kelompok tertentu yang suka anime dan manga doang.


“Owalah, gitu toh! Memangnya ada ya otaku jenis lain? Kirain cuma pada suka kartun doang otaku tuh aku kira…”

Iya, otaku itu banyak jenisnya, nggak cuma orang yang terobsesi sama kartun doang. Nih, saya kasih beberapa contoh jenis-jenis otaku pada umumnya.

Tipe-tipe otaku

Anime/Manga Otaku

Nggak ada tempat yang kosong buat nempel poster Atep Seven/via duniagames.com

Aaah, ini mah udah gampang banget ditemui di mana-mana. Di kampus, di sekolah, di mal, di gorong-gorong, otaku jenis ini memang paling gampang buat ditemukan. Atau mungkin kamu sendiri termasuk otaku tipe ini?

Selain relatif gampang ditemukan kalau dibandingkan otaku tipe lain, anime/manga otaku juga paling mudah dikenali. Mereka biasanya suka pakai aksesoris yang berhubungan dengan anime atau manga favorit. Sekalinya kamu ajak mereka ngobrol hal-hal yang berbau anime, mereka bakal membalas obrolan kamu dengan semangat berapi-api.

Game Otaku

via ungeek.com

Kalau tipe otaku yang satu ini mendedikasikan hidupnya buat video game. Biasanya sih, kalau lagi di luar rumah, mereka lebih sering nongkrong di warnet tempat yang banyak koleksi video game. Entah buat lihat-lihat doang (cuci mata) atau memang niat mau borong game.

Cosplay Otaku

via eastwest.com

Otaku jenis ini suka banget berpakaian seperti karakter (game/anime/film) favorit. Cosplay otaku bisa disebut tipe otaku yang paling niat. Soalnya mereka kadang bikin kostum sendiri buat dipakai di acara-acara cosplay. Kalaupun nggak bikin sendiri, mereka harus sewa kostum. Dan biaya buat sewa itu nggak bisa dibilang murah juga.

Kamu bisa menemukan cosplay otaku di acara Jejepangan tingkat kampus maupun nasional, semacam Ennichisai atau Jak Japan Matsuri.  

Idol/Jpop Otaku

Orang-orang ini lagi memperebutkan toa pengeras suara ya?/via otakumode.com

Punya temen yang keranjingan sama AKB48 atau JKT48? Nah, mungkin temen kamu itu termasuk jenis otaku yang ini. Biasanya idol otaku tuh loyal banget sama grup musik mereka sukai, sampai-sampai mereka selalu beli setiap rilisan album dan merchandise dari idola mereka itu. Jangan tanya soal konser, mereka pasti jadi garda terdepan di antara semua penonton.

Tapi yang bikin salut, idol otaku biasanya hafal seluk beluk grup favoritnya. Malahan nggak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan waktu buat menghafal detail koreografi tarian. Dedikasi, bro!

Sebenarnya masih banyak tipe otaku selain yang udah saya bahas, seperti seiyu (voice actress) otaku; figurine otaku; meido (maid) otaku; sampai tetsudou (train) otaku, atau otaku yang terobsesi sama kereta.

Oh gitu toh. Tapi aku dikasih tahu sama teman, otaku itu nggak banget orangnya. Kenapa sih mereka bisa dicap gitu?”

Otaku itu keren, biasa aja, atau malah nggak banget?

Hmmm, ini persoalan yang menarik. Bisa dibilang pandangan miring orang-orang terhadap otaku dipengaruhi sama sifat dari para otaku yang terlalu serius dalam menyukai suatu hal. Bahkan nggak jarang dari otaku yang masuk ke dalam tahap obsesi yang berlebihan sampai lupa dengan kenyataan.

Di budaya Indonesia, fenomena seperti itu mungkin masih bikin dahi orang-orang berkerut. Nggak cuma di Indonesia sih, di Jepang yang notabenenya “negeri asal” istilah otaku, sedari dulu masyarakat umum menganggap aneh otaku yang punya obsesi berlebihan terhadap sesuatu. Jadi nggak semua otaku itu bisa menyebut dirinya sendiri sebagai otaku di muka umum. Mereka takut dicap aneh di lingkungan pergaulan.

Tapi seiring perkembangan zaman, udah mulai banyak orang yang berani melabeli diri mereka  sebagai otaku. Hal ini bisa dibilang suatu kemajuan. Kalau dari pengamatan gembel saya sih, alasan kenapa banyak orang yang mulai membanggakan diri jadi otaku itu bisa jadi karena mereka sekarang merasa nggak sendirian lagi. Jumlah mereka lebih banyak dibandingkan dulu, dan mungkin ikatan batin di antara mereka udah terjalin kuat.

Atau salah satu alasan lain adalah karena munculnya figur publik (atau public figyuuur kalau kata”artis-artis”) yang mengaku sebagai penggemar anime. Contohnya, aktor kawakan Samuel L Jackson yang bilang kalau dia suka sama anime di video wawancaranya di Youtube. Ada pula musisi Kanye West yang mendeklarasikan kalau film anime favorit dia bukan Spirited Away, tapi Akira.

via thefader.com

Apa itu berarti Samuel L Jackson dan Kanye West termasuk otaku? Entahlah, saya bukan tetangga mereka. Jadi saya nggak bisa memastikan. Lagi pula orang yang cuma doyan anime belum tentu termasuk otaku. Tapi yaaah… seenggaknya mereka nggak sungkan buat mengakui kalau mereka penggemar berat anime.

Jadi apa otaku itu keren, biasa aja, atau nggak banget? Jawabannya tergantung kamu sendiri.

Satu yang pasti, kamu nggak usah bingung dan sensi lagi sama otaku. Otaku juga manusia. Hanya saja mereka terobsesi sama suatu hal yang mungkin sama sekali nggak menarik minat kamu. Dan kalau kamu termasuk otaku, nggak usah malu. Okay!?

Komentar:

Komentar