Milenial Itu Sama Saja dengan Generasi Sebelumnya, Bedanya Cuma di …

Di apa hayoo...?

:

Generasi milenial atau generasi Y sering banget dibeda-bedakan dengan generasi sebelumnya. Anggapan semacam milenial lebih melek teknologi atau lebih punya jiwa bebas sering terdengar. Alhasil, gaya hidup generasi ini pun seakan-akan berbeda jauh dengan generasi X atau baby boomer.

Masih mending sih kalau anggapan masyarakat tentang generasi milenial itu bernada positif. Nggak jarang juga milenial diidentikkan dengan karakteristik yang negatif. Iya, bukan?

Tapi, sebeda itukah generasi milenial dengan generasi pendahulunya? Apakah karakteristik kamu dan orangtua kamu benar-benar begitu berbeda satu sama lain?

Orangtua kamu juga sama dengan kamu, mereka juga suka manjat-manjat genting/via pixabay.com/StockSnap

Dari banyak segi, generasi milenial dan pendahulunya itu sebetulnya sama. Ambil contoh dari cara menghabiskan uang. Kalau generasi X menggunakan uangnya buat membeli kebutuhan sandang dan pangan, milenial juga mengeluarkan uang untuk membeli makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Bedanya, menurut riset dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), uang dan pendapatan yang milenial punya lebih kecil. Jika dibandingkan dengan orang-orang dari generasi Y sewaktu mereka masih muda, milenial itu lebih miskin.

Lebih jauh lagi, riset yang sama menganalisis orang-orang dari generasi berbeda berdasarkan pengeluaran, pendapatan, utang, harta, dan faktor demografis mereka. Hasilnya, pola belanja kaum milenial sama saja dengan generasi sebelumnya. Hanya saja uang yang dibelanjakannya lebih sedikit.

Tapi tingkat pendidikan milenial lebih tinggi ketimbang generasi X

via freepik.com/@pressfoto

Dilansir dari Forbes, generasi Y bisa dibilang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi ketimbang generasi orangtuanya. Milenial rata-rata menyelesaikan pendidikan saat menginjak usia kepala dua. Setelah itu, barulah mereka mulai merintis karier, mencoba peruntungan dari satu job fair ke job fair lain. Itu juga kalau mereka nggak dilanda kegalauan antara memilih cari kerja dulu atau lanjut S2.


Berbeda sama generasi X yang rata-rata memulai karier sebelum umur mereka menginjak 20 tahun. Saat para milenial baru merintis karier selepas wisuda, di umur yang sama generasi X sudah punya pengalaman kerja yang cukup banyak. Mereka lebih mapan baik dari segi karier maupun penghasilan.

“Hey, hey… tapi itu semua ‘kan dialami oleh milenial di Amerika. Toh, kamu juga ngambil sumber dari penelitian di Amerika. Mereka ya mereka. Kita ini berbeda dari mereka. Kita adalah milenial Indonesia.”

Itulah kelemahan dari pemikiran “Kita semua penduduk Indonesia adalah saudara.” Menurut saya, semua manusia di planet bumi ini adalah saudara, nggak peduli kewarganegaraannya. Masalah mereka adalah masalah kita juga. Dan masalah yang dialami milenial Amerika Serikat pun bisa kita jadikan pelajaran, bukan?

Lagipula, dengan sistem ekonomi dunia yang makin tergabungkan seperti sekarang ini, nggak menutup kemungkinan krisis yang terjadi di belahan dunia lain merembet juga ke Indonesia.

Kalau kamu termasuk ke dalam generasi milenial, setuju gak sih kalau kamu itu lebih miskin dari generasi sebelumnya?

Komentar:

Komentar