Memberi Uang Tips untuk Driver Ojek Online, Perlu Nggak Sih?

Persaingannya ketat, Bung!

Entah itu golongan pendukung capres nomor 1 atau nomor 2, golongan pendukung mantan gubernur atau gubernur, dan golongan bubur harus diaduk atau nggak, kalau diberi pertanyaan seperti ini pasti semua driver ojek online (ojol) pada kompak menjawab: iya lah!

via selular.id

Tapi bagaimana dari sisi konsumen? Sepanjang pengamatan saya, masih banyak konsumen yang nggak tahu atau kurang peduli tentang uang tips. Bahkan nggak jarang ada pernyataan seperti:

“Kerja nggak ikhlas banget sih, sampai mengharapkan uang tips.”

Apa ada di antara kamu yang berpikir seperti itu?

Yang patut kamu ketahui, pendapatan driver ojol saat ini nggak sebesar pada saat awal jasa transportasi daring muncul. Dulu kita sering nemu berita tentang driver ojol yang bisa beli rumah, mobil, atau motor hanya dengan beberapa bulan narik. Ya iya lah, dulu kan jumlah driver baru dikit, sedangkan permintaannya banyak. Belum lagi perusahaan suka memberi intensif gede untuk menarik minat calon pengemudi baru.

Tapi bagaimana dengan sekarang? Meskipun permintaan dari konsumen masih tetap banyak, sekarang driver udah numpuk banget. Ditambah lagi bonus yang mereka terima nggak sebesar dulu. Makanya jangan heran kalau sekarang kamu mendengar ada driver yang mengeluh sepi order, atau bisa tupo aja udah syukur.

via tempo.co

Saya sendiri pernah mendengar curhatan para driver ojol yang bilang untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya dengan mengandalkan ojek online itu susah. Maka dari itu, ketika ada konsumen yang memberi tips, mereka bersyukur banget. Bahkan ada yang sampai mengucapkan terima kasih berkali-kali, atau matanya berkaca-kaca karena terharu.

Dan kalau dipikir-pikir, tarif di aplikasi itu nggak mencakup biaya parkir. Jadi kalau ada tempat yang nggak menyediakan parkir gratis untuk driver ojol, mereka harus bayar pakai uang sendiri (atau pakai uang tips jika dikasih sama konsumen).

Masalah tentang tips ini mungkin mirip dengan yang ada di Amerika. Dave, pemilik channel The World of Dave, pernah bilang di salah satu videonya bahwa memberi tips di Amerika itu wajib. Kalau nggak kasih tips, konsumen bisa dianggap nggak sopan dan nggak beretika. Nih videonya.

“Gitu amat? Lagian itu kan di Amerika, bukan di Indonesia. Tiap pekerjaan kan ada risikonya. Udah risikonya jadi driver harus pakai duit sendiri buat bayar parkir, bensin, dan lain sebagainya. “

Ada, pasti ada yang mikir kayak gini. Sekali lagi, mungkin ada di antara kamu yang berpikir kayak gitu.

Pemikiran kayak gitu nggak salah juga sih, tapi tentu ada alasan yang bagus di balik kebiasan pemberian tips di Amerika. Seperti yang disebutkan Dave, bayaran per jam di sana terhitung rendah. Dan di sinilah peran tips mulai terlihat.

Terlepas dari itu, saya nggak memaksakan kamu untuk selalu kasih uang tips ke setiap driver yang mengantar kamu. Kamu punya kebebasan penuh untuk kasih tips atau nggak, dan itu nggak bisa dipaksakan. Belum lagi jika kita memasukkan performa driver sebagai bahan pertimbangan. Contohnya, ada orang yang mendapat pelayanan buruk tapi tetap memberi tips dan bintang lima untuk sang driver; ada juga mereka yang realistis dengan memberi bintang sesuai pelayanan dan tanpa memberi tips.

via marketeers.com

Di sini saya cuma ingin mengingatkan kita untuk memanusiakan manusia. Bagi sebagian orang, uang Rp4000 mungkin bukan jumlah yang terlalu besar. Tapi untuk sebagian orang lainnya, itu jumlah yang lumayan.

Kalau memang kamu lagi nggak ada duit untuk kasih tips, bintang lima dan ucapan terima kasih juga sudah cukup. Tapi nggak ada salahnya kan kasih tips sesuai kemampuan di saat kamu lagi punya rezeki berlebih?

Mungkin sampai sini aja sih pembahasannya soal pemberian tips untuk driver ojol. Ada yang punya pengalaman atau opini lain? Coba utarakan di kolom komentar.

- Advertisement -
Shares 5

Komentar:

Komentar