Sinestesia: Melihat Warna saat Mendengar Suara dan 5 Tokoh yang Bisa Melakukannya

Ketika kondisi khusus menjadi suatu kelebihan

Apa yang biasanya pertama kali terlintas di benak kamu saat mendengar suatu lagu? Mungkin kamu memikirkan gimana lagu itu bisa memengaruhi perasaan. Atau mungkin kamu malah bertanya-tanya, “Siapa sih ini yang nyanyi? Nggak enak banget suaranya!”

Selain komentar sinis, apa kamu pernah merasakan sesuatu yang unik saat mendengarkan lagu? Seperti, melihat warna misalnya? Jika iya, mungkin kamu punya kondisi neurologis yang disebut sinestesia.

Untuk lebih jelasnya, sinestesia adalah kondisi di mana beberapa indera bergabung atau bertumpang tindih menjadi satu. Orang yang dianugerahi kondisi ini bisa menghubungkan warna dengan angka dan huruf, atau melihat warna ketika mendengar suara. Beberapa dari mereka malah ada yang bisa mengasosiasikan hari dengan bentuk tertentu.

Banyak peneliti yang memperdebatkan penyebab seseorang bisa memiliki sinestesia. Tapi mereka semua setuju kalau kondisi ini sifatnya neurologis (berhubungan dengan otak) dan ada kaitannya dengan genetik. Jenis sinestesia yang paling sering terjadi adalah grapheme-colors (angka dan huruf menghasilkan warna) dan chromesthesia (suara menghasilkan warna dan bentuk).

Tentunya, kondisi ini justru lebih sering memberikan kelebihan. Orang-orang kreatif bahkan memanfaatkannya menghasilkan karya yang menakjubkan. Seperti kelima orang ini misalnya…

1. Vincent van Gogh

via biography.com

Pelukis terkenal dari awal abad 20 yang sering disalahpahami ketika masa hidupnya. Ironisnya lagi, bakat besarnya baru diakui ketika ia sudah meninggal.

Van Gogh sendiri termasuk pemilik kondisi chromesthesia. Sayang sekali bagi Van Gogh, kondisinya itu malah menjadi rintangan. Ketika ia belajar piano di tahun 1885, gurunya kala itu mengetahui Van Gogh bisa mengasosiasikan nada dan warna. Tapi sang guru malah mengira Van Gogh gila, lalu menyuruhnya pergi dan berhenti belajar piano. Sungguh sangat disayangkan ya.

Beda dengan keempat orang berikutnya, yang untung saja hidup di zaman yang lebih maju dari segi pengetahuan.

2. Charli XCX

via bcheights.com

Kalau kamu tahu lagu Boom Clap yang sempat booming, kamu pasti kenal penyanyi unik yang bernama Charli XCX. Penyanyi ini terlahir dengan kondisi chromesthesia, yang membuatnya dapat mengasosiasikan musik dengan warna. Menurut pengakuannya, ia menyukai musik yang berwarna hitam, pink, ungu, atau merah. Sedangkan musik yang nggak disukainya berwarna hijau, kuning, atau cokelat.

3. Duke Ellington

via guideposts.org

Tokoh musik Jazz yang terkenal saat pertengahan abad 20 ini memiliki kongisi chromesthesia juga. Seperti tertulis dalam biografinya, Duke Ellington dapat melihat warna dan merasakan tekstur ketika mendengar nada.

4. Patrick Stump

Patrick Stump via nme.com

Jenis sinestesia yang dimiliki vokalis band Fall Out Boy ini adalah grapheme-color dan chromesia. Patrick akan mengasosiasikan angka dan huruf dengan warna. Ia juga bisa melihat warna ketika mendengar musik, walaupun kemampuan sinestesianya yang berhubungan dengan musik nggak sekuat grapheme-color yang disebutkan pertama.

5. Pharrell Williams

via europafm.com

Pharrell Williams adalah salah seorang dengan kondisi sinestesia yang yakin kalau kondisi khususnya itu bukanlah kelainan, melainkan anugerah. Ia nggak setuju dengan label “kondisi medis” ketika membahas sinestesia. Pharrell bahkan sangat bergantung pada chromesthesia-nya saat membuat komposisi musik. Dengan memakai kemampuannya itu, ia juga bisa mengetahui ketepatan nada seseorang.

Apa kamu juga punya sinestesia? Coba cek di sini deh. Siapa tahu kan…

Komentar:

Komentar