Jenis-Jenis Penumpang Paling Menyebalkan yang Pasti Pernah Kamu Temui di Dalam Bus

:

Dulu, di zaman ketika saya belum mengenal asyiknya naik motor matic, saya sering banget naik bus buat jalan-jalan keliling Kota Kembang. Bahkan sekarang pun, ketimbang pakai kereta, saya masih suka naik bus kalau pergi ke luar kota.

Bus itu keren dan bikin nagih buat dinaiki soalnya. Sebagai salah satu moda transportasi favorit para sobat miskin irit, bus itu bisa menyatukan banyak insan dengan berbagai macam sifat dan latar belakang. Bahkan karakter-karakter di FTV aja bisa ketemu jodoh saat lagi naik bis. Jadi, apa kamu masih meragukan kehebatan bus?

Hmm…? Kamu mau tahu judul FTV-nya? Sayang sekali, saya lupa judulnya. Nanti kalau saya udah ingat, saya kasih tahu deh.

Anyway, bus itu memang bisa menyatukan banyak manusia dengan berbagai sifat dan latar belakang. Tapi karena keunggulannya itu, kadang-kadang kita juga bisa menemukan tipe penumpang yang berperilaku menyebalkan. Seenggaknya saya pernah bertemu langsung dengan tipe penumpang yang punya kemampuan buat bikin darah saya mendidih. Mungkin kamu juga pernah bertemu dengan…

Penumpang tipe “pembajak” kursi penumpang lain

Pernah nggak saat kamu lagi pengin tidur di bis, tiba-tiba hidung kamu disergap oleh aroma semriwing yang kurang sedap? Setelah kamu selidiki, ternyata aroma tidak sedap itu berasal dari kaki penumpang lain (baca: bau kaki, atau dalam bahasa Latin-nya, bau cokor!). Apalagi kalau si penumpang itu dengan indahnya menaikkan kaki ke kursi di depannya, kayak gini nih contohnya…

via news.nestia.com/

… Amarah yang tersimpan di dalam relung hati kita bisa semakin bergejolak tuh.

Maka dari itu, jika kamu bertemu dengan tipe penumpang seperti ini, kamu bisa mengatasinya dengan cara:


1. Beranjak dari kursi yang kamu tempati, samperin si penumpang tersebut, lalu tatap dia lekat-lekat seakan kamu lagi memandang makhluk yang tidak berguna sama sekali.

2. Bilang ke dia, “Waah, Pak/Bu, kakinya Bapak/Ibu wangi sekali. Saya serasa sedang menghirup aroma Baygon lavender. Tapi sayang, saya alergi dengan wangi bunga lavender. Jadi, bisa tolong turunkan kakinya?”

3. Kelitiki kakinya sampai dia tertawa “Hauhauhauhauhau…!” Dan ketika badannya lemas karena kebanyakan tertawa, segera lemparkan senyuman sinis seolah-olah kamu telah menodai harga dirinya. Dijamin dia bakalan malu sendiri (dan kamu juga kemungkinan besar bakal ikutan malu).

Penumpang yang naik bus seolah-olah mereka mau piknik

via thebeautyoftravel.com

Memang nggak ada salahnya membawa bekal makanan buat disantap selama perjalanan, apalagi kalau kamu tipe orang yang sedikit-sedikit ngemil, sebentar-sebentar lapar.

Tapi yang bikin risih itu, kadang ada aja tipe penumpang yang perbekalan makanannya banyak banget! Udah kayak orang yang mau piknik di Kebun Raya atau beruang kutub mau hibernasi. Kamu nggak salah baca, MIRIP MAU PIKNIK, lengkap membawa piring dan alat-alat makan lainnya.

Ada beberapa solusi yang bisa kamu terapkan jika ketemu penumpang jenis ini:

1. Coba berikan reaksi yang berlebihan alias lebay saat dia makan. Kasarnya sih, kamu jadi komentator makanan. Misalnya saat dia mengeluarkan bekal mie instan goreng, kamu bisa komentari dia dengan volume suara yang cukup tinggi, “Asyiiik makan mie goreng nih, uuuh maknyossss! Tekstur lembutnya sungguh memanjakan lidah! Ahaaaaay!”

2. Kalau kamu dan dia duduknya saling bersebelahan, kamu bisa iseng buka video yang sangat “menggugah selera makan” semacam 2 Girls 1 Cup atau situs Sukatoro saat dia akan membuka bekal makanannya. Pas buka halaman situsnya, kamu bisa menambahkan efek komentar semacam “Wiiih, seger banget! Kok bisa gitu ya?” untuk memancing kekepoan si penumpang sebelahmu.

Penumpang tipe “keluarga harmonis”

via missoulian.com

Bukan maksud saya menyalahkan orang tua yang membawa anak kecil ke kendaraan umum. Saya paham betapa sulitnya mengatur anak kecil itu. Hanya saja, selalu ada orang tua yang sedikit pun nggak mau repot-repot buat mengatur perilaku anak mereka. Mereka tetap bergeming tatkala anak-anak mereka teriak-teriak, lari ke sana ke mari, dan mengganggu ketenangan yang didambakan penumpang lain di dalam bus.

Jadi, jika kamu pengin merasa tentram dan nyaman saat di perjalanan, kamu bisa mengatur siasat seperti ini:

1. Pura-pura kesurupan aja. Lalu kamu tunjuk orang tuanya sambil pasang muka gila dan menjerit histeris, “Aaargh…! Suruh diam anak-anak itu! Kalian tidak akan mau melihat diriku murka! Aaaargh, bluarghhhh! Aing menta kopi hideung! Cikopi hideung!”

2. Saat ada momen ketika kamu dan orang tuanya nggak sengaja saling tatap mata, kamu coba mainkan lidahmu, jilat bibir, dan pasang muka genit. Dengan menggunakan cara ini, biasanya ada dua efek yang dihasilkan: Mereka bakal turun dari bus, atau malah membalas ekspresi kamu dengan lebih binal.

3. Kalau dua cara sebelumnya nggak berhasil, coba hubungi Kak Seto untuk berkonsultasi. Lebih baik lagi jika kamu telepon kak Seto dan suruh penumpang itu untuk ngobrol langsung dengannya. Katanya sih, kalau kak Seto yang ngasih wejangan tentang parenting, udah pasti ampuh.

Sebenarnya, bagaimanapun perilaku penumpang di bus, semuanya kembali lagi kepada kita yang menyikapinya. Mungkin kalau kamu bisa menghadapi semua situasi di atas dengan tenang dan santai, perjalananmu akan terasa lebih mudah tanpa ada drama ketidaknyamanan. Tetap sabar dan semangat yo!

Prabu Pramayougha :