8 Fakta Unik tentang Kucing yang Bisa Bikin Kamu Lebih Mengerti Sifat Hewan Imut Ini


Apa kamu termasuk orang yang memelihara kucing di rumah? Atau kamu tertarik buat memeliharanya? Kemungkinan besar alasan kamu mau memelihara hewan yang satu ini karena tergoda oleh kelucuan dan keimutan mereka ‘kan? Kayaknya jarang banget deh orang yang pelihara kucing karena terinspirasi oleh raja-raja Mesir kuno dulu.

“Hmm, jadi Fir’aun demen melihara kucing ya? Keren banget! Aku jadi pengin melihara kucing nih.” Saya sendiri (untungnya) belum pernah nemu orang yang punya alasan kayak gitu.

Nah, buat kamu pencinta kucing, ada baiknya kamu ketahui fakta-fakta menarik tentang sifat, perilaku, dan kebiasaan mereka yang dihimpun dari berbagai sumber ini. Tapi sebelum kita masuk ke bagian tersebut, kita lihat dulu yuk sebentar fakta unik tentang kucing yang ada di masa lampau.

1. Kucing di dalam sejarah

spy-cat
via modernnotion.com

Pernah dengar ada kucing yang diutus jadi mata-mata? Well, ini bukan cerita fiksi lho. CIA pernah menerapkan “taktik” ini di era Perang Dingin dalam usaha mereka untuk memata-matai Uni Soviet. Yup, dengan dibekali pemancar radio yang ditanam di kepala dan mik yang dipasang di telinga, seekor kucing pun bisa menjadi agen rahasia.

Tapi nahasnya, kucing mata-mata itu ditabrak taksi saat menjalankan misi pertamanya, tentu tanpa disengaja.

Itu kisah dari masa perang dingin. Selanjutnya, kita mundur lagi lebih jauh. Apa kamu pernah bertanya-tanya dari mana kucing berasal? Ada satu cerita yang menyatakan kucing itu “dilahirkan” oleh singa. Dahulu kala, untuk mengantisipasi persediaan makanan yang disimpan dalam bahtera dari sergapan tikus, Nabi Nuh meminta pada Tuhan untuk diberikan perlindungan. Hasilnya adalah satu atau dua ekor kucing keluar dari hidung singa saat ia bersin. Tapi kisah yang satu ini hanya legenda kok, bukan fakta.

2. Kucing = tukang tidur

pet-882446_960_720
via pixabay.com

Kucing memang seakan terlahir secara alami sebagai tukang molor. Rata-rata seekor kucing bisa menghabiskan 70% dari hidupnya, atau 16 jam per hari, dengan tidur. Katakanlah ada seekor kucing berumur sembilan tahun. Itu berarti ia “cuma” terbangun sekitar tiga tahun. Enak bener ya jadi kucing.

Jadi kalau kucing peliharaan kamu sering tidur, itu wajar banget. Kucing memang butuh banyak tidur demi menghemat energi mereka dalam melakukan aktivitas. Aktivitas berburu dan mempermainkan tikus, misalnya.

Ngomong-ngomong soal tikus, apa kamu pernah lihat kucing yang suka…

3. Membawa bangkai tikus ke rumah

cat-1177483_960_720
via pixabay.com

Kucing pada dasarnya adalah pemburu ulung sekaligus karnivora. Jadi ketika mereka pengin menunjukkan perasaan suka pada manusia, mereka akan menunjukkannya dengan satu-satunya cara yang mereka ketahui: memberikan hasil buruan.

Ada pula yang berkata perilaku ini dikarenakan mereka menganggap kita nggak bisa cari makanan sendiri. Oleh karena itu, kucing, terutama yang betina, berlaku seakan mereka adalah ibu yang mesti mengajari kamu bagaimana cara mendapatkan makanan sekaligus makan yang benar.

Hmm, coba kalau kucing bisa disuruh nyari duit yah. Eh, udah ada deng jenis piaraan yang bisa nyari duit, meskipun nggak direkomendasikan sama sekali buat dipelihara: tuyul.

4. Kucing versus anjing

4984798619_177f9c2dc5_b
via flickr.com

Maksudnya bukan mau menyatakan kucing itu musuh abadi anjing. Pernyataan itu sendiri nggak 100% benar kok. Maksud saya di sini lebih ke membandingkan kemampuan kucing dengan anjing.

Umumnya, orang beranggapan anjing punya kemampuan mendengar yang sangat baik, jauh lebih baik daripada manusia. Tapi ternyata, kucing punya pendengaran yang lebih bagus daripada anjing lho. Selain itu kucing punya 100 macam suara yang bisa dikeluarkan, dibanding anjing yang bisa membuat 10 suara berbeda.

Jadi dalam kedua hal itu, kucing lebih unggul dari anjing. Satu poin plus lainnya, kucing lebih banyak dipelihara daripada anjing.

5. Mereka suka ketinggian…

Tabby_cat_jumping_to_a_window-Hisashi-01
via wikimedia.org

… Dan juga bisa mendarat dengan mulus jika terjatuh dari tempat tinggi. Bahkan konon mereka bisa selamat ketika terjatuh dari tempat setinggi sekitar 20 sampai 320 meter. Mereka bisa melakukan hal itu karena mereka ahli dalam mengatur posisi dan bisa mengurangi kecepatan ketika terjatuh dari tempat tinggi. Bayangkan aja gimana saat penerjun melakukan aksinya.

Tapi kucing juga butuh waktu untuk mengatur posisi tubuhnya. Itu sebabnya kemungkinan kucing selamat dari lantai tujuh sampai 32 lebih tinggi dibanding jika mereka jatuh dari lantai tiga sampai enam.

6. Kucing jarang mengeong ke sesamanya

7544072388_d3e2f0c9fd_b
via flickr.com

Cuma anak kucing yang suka melakukan itu, karena mereka masih butuh perhatian induknya. Kucing dewasa lain lagi, mereka malah mengeong pada manusia. Dan itu juga seringkali kalau mereka lagi ada butuhnya doang.

Apa? Kamu pernah mendengar kucing dewasa mengeong ke kucing lainnya? Jadi kamu bilang kalau informasi yang saya tulis di atas nggak benar!?

Hehehe, kamu nggak salah kok. Mereka juga kadang suka mengeong ke kucing dewasa lainnya, terutama kalau lagi musim kawin atau bila mereka merasa terganggu dengan polah temannya. Tapi dalam situasi normal, kucing dewasa biasanya lebih suka mendesis atau mendengkur ke sesama kucing.

7. Kenapa kucing punya kumis?

pexels-photo-160233
via pexels.com

Satu yang pasti, alasannya bukan buat terlihat fashionable atau maskulin. Kumis pada kucing memegang peranan yang jauh lebih penting dalam kehidupan sehari-hari mereka, yakni untuk mengukur apakah tubuh mereka bisa muat melewati suatu celah atau nggak.

Jadi kalau misalkan kamu lagi nggak ada kerjaan, jangan pernah berpikir buat mencukur kumis kucing yah. Kasihan, nanti mereka kerepotan. Ditambah lagi obat penumbuh kumis yang dipakai manusia belum terbukti ampuh kalau dipakaikan ke kucing. Atau bisa-bisa nanti kumisnya jadi baplang lagi. Apa bakal ada orang yang mau melihara kucing berkumis baplang?

8. Minum Air Laut Bukan Masalah Besar bagi Mereka

cat-944581_960_720
via pixabay.com

Dari zaman SD dulu, kemungkinan besar kamu udah pernah dengar kalau air laut itu bisa menyebabkan dehidrasi jika diminum. Nah, kalau kucing yang minum bakal beda lagi ceritanya. Garam yang terkandung dalam air laut ternyata bisa disaring sama ginjal mereka. Hasilnya, mereka bisa bertahan dengan meminum air laut tanpa harus menderita dehidrasi.

Duh, sayang banget saya belum bisa pelihara kucing sampai sekarang. Kalau kamu pengin bikin saya iri sama pengalaman kamu selama melihara kucing, silakan aja.

266 Shares

Komentar:

Komentar