8 Fakta tentang Bumi yang Mungkin Sebelumnya Belum Pernah Kamu Dengar di Sekolah

Gimana ya kira-kira kalau semua benua jadi satu lagi?

:

Kalau kita ngomongin fakta soal bumi, sebenarnya fakta tersebut bisa berubah-ubah terus lho. Misalnya saja, dulu banyak orang percaya bumi itu datar. Tapi sekarang mayoritas orang percaya bumi itu bulat. Dengan kata lain, apa yang hari ini kita percayai sebagai kebenaran, sewaktu-waktu bisa dibantah dan digantikan sama teori lain yang dianggap lebih benar.

Well, perubahan itu sendiri bisa terjadi karena sains dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Bahkan di zaman yang serba cepat ini, mungkin ada juga berita mengenai perkembangan sains yang kamu lewatkan.

Makanya, daripada kamu kurang mengenal bumi yang notabene tempat tinggal kamu sendiri, mendingan sekarang kita bahas 8 fakta tentang bumi yang mungkin belum kamu ketahui ini.

1. Bumi sebagian besarnya dipenuhi oleh air, tapi…

woman-in-the-ocean
publicdomainpictures.net

… Apa semua air itu bisa kita minum? Nggak semuanya bisa. Coba kamu ingat-ingat, kebanyakan air yang ada di bumi ini berada di samudera dan lautan. Dan air yang berada di lautan itu adalah air asin yang nggak layak kita konsumsi.

Jumlah air asin tersebut mencapai angka 97 persen dari semua air yang ada di dunia; sisa tiga persennya barulah bisa kita minum. Dari tiga persen jumlah air layak minum tersebut, 70 persennya bisa ditemukan di gletser dan 20 persennya berada di Danau Baikal.

2. Bumi sebenarnya didominasi oleh kegelapan

underwater-802092_960_720
via pixabay.com

Nah, kalau ini masih berhubungan dengan fakta kalau bumi ini didominasi sama lautan. Perbandingannya sekitar 70:30 dengan daratan.

Terus, apa sinar dan cahaya matahari itu bisa menembus sampai ke dasar lautan? Hahaha, kamu pasti udah tahu jawabannya. Sinar matahari bahkan cuma bisa menembus jarak 200 meter dari permukaan air laut.


Itu berarti, mayoritas dari lautan berada dalam kegelapan dari zaman duluuuuu sekali. Dan hal itu juga sekaligus menandakan kalau planet kita ini selalu didominasi oleh kegelapan.

3. Teori superbenua Pangea dan kembali bersatunya benua-benua di bumi

hands-600497_960_720
via pixabay.com

Sebelum tujuh benua yang ada di bumi ini terbentuk, sekitar 330 juta tahun yang lalu semua benua itu bersatu sebagai satu superbenua bernama Pangea. Superbenua ini kemudian terpecah menjadi dua, Laurasia dan Gondwana, yang lalu terpecah-pecah lagi seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya terbentuklah tujuh benua yang kita kenal sekarang.

Tapi, banyak ilmuwan yang yakin kalau benua-benua di bumi ini selalu bergerak. Pada akhirnya mereka akan kembali bersatu membentuk superbenua yang baru. Nama superbenua itu adalah Pangea Ultima, dan diprediksi akan muncul sekitar 250 juta tahun di masa depan.

Apa kita masih akan hidup untuk melihat terbentuknya superbenua itu? Hmm…

4. Apa penyebab kepunahan massal sekitar 252 juta tahun yang lalu?

earth-683436_960_720
via pixabay.com

Ya, bumi pernah mengalami krisis lingkungan yang hebat pada masa lalu. Krisis yang terjadi sekitar 252 tahun yang lalu itu sampai menyebabkan kepunahan massal pada 90 persen hewan dan tumbuhan di muka bumi.

Lalu apa penyebabnya?

Institut Teknologi Massachusetts di Amerika Serikat udah menemukan biang keladinya. Bukan… penyebabnya bukan bencana alam atau serangan asteroid, melainkan mikroba yang bisa mengeluarkan gas metana, methanosarcina.

Methanosarcina tersebut menyebarkan metana ke lapisan atmosfer bumi, dan menyebabkan iklim berubah drastis ke titik ekstrem.

5. Pulau dan benua yang terbentuk dari sampah

maxresdefault-e15035676053
via asiasentinel.com

Pernah dengar tentang Great Pacific Garbage Patch?

Begini… sampah-sampah yang kita buang setiap hari itu ujung-ujungnya bakal dibuang lagi ke lautan dan samudera. Sampah tersebut bakal terombang-ambing di lautan, terbawa oleh arus, hingga membentuk garbage patch atau timbunan sampah. Nah, timbunan sampah yang terbesar di dunia itu nggak lain nggak bukan adalah Great Pacific Garbage Patch.

Mungkin, menurut para ilmuwan, suatu hari nanti kita bisa melihat benua baru yang muncul dan terbentuk dari timbunan sampah yang dibuang manusia.

6. Di mana tempat terkering di dunia terletak?

6917763277_f5baf849a4_b
via flickr.com

Begitu mendengar pertanyaan di atas, mungkin pikiran kamu langsung melayang ke gurun.

Memang ada gurun di Chili, Gurun Atacama, yang belum pernah menerima air hujan selama ribuan tahun. Tapi, Gurun Atacama masih kalah jika dibandingkan McMurdo Dry Valleys atau Lembang Kering McMurdo di Antartika. Daerah tersebut sudah berada dalam kondisi kering dan tanpa hujan sekitar 2 juta tahun!

Di tempat terkering sedunia ini kamu nyaris nggak bisa menemukan salju. Angin di sana pun kencang banget; bisa mencapai hingga kecepatan 320 km/jam.

7. Gunung tertinggi di dunia…

manu-kea-
via lugaresdenieve.com

… Belum tentu Gunung Everest seperti yang selama ini mungkin sering kamu dengar. Gunung Everest sendiri punya tinggi sampai 8.848 dari permukaan air laut.

Tapi kalau kita membandingkannya dengan Gunung Mauna Kea di Hawaii, Everest bisa dibilang lebih pendek dari Mauna Kea. Soalnya, Gunung Mauna Kea punya bagian yang terletak di bawah permukaan air laut. Jadi jika kita menghitung tinggi gunung tersebut dari dasarnya, kita bakal menemukan angka 10.203 meter.

Menarik, bukan? Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya: gunung tertinggi di dunia bisa jadi Everest, bisa juga Mauna Kea.

8. Bumi dan luar angkasa dipisahkan oleh suatu garis

nasa_-_earth_and_moon
via npr.org

Dan garis itu bernama Garis Karman; garis yang telah diakui oleh dunia internasional sebagai batas pemisah antara atmosfer bumi dan luar angkasa. Garis ini terletak 100 meter di atas permukaan air laut.

Apa kamu punya fakta-fakta lain tentang bumi yang nggak kalah menarik?

Sumber: Brainberries

Komentar:

Komentar