6 Mitos Dunia Persilatan yang Paling Sering Kita Temukan di Film-Film

Dulu, saya juga masih berpikir kalau film Shaolin Soccer itu diangkat dari kisah nyata

Saya masih ingat waktu kecil dulu, saya dan teman-teman suka meniru adegan pertarungan di film silat. “Kayaknya bakal keren kalau saya bisa bertarung kayak Jean Claude van Damme, Jackie Chan, atau Jet Li,” kata versi saya waktu kecil yang memang masih polos, menggemaskan, dan inosen.

Walaupun adegan film aksi bisa mendorong seseorang buat belajar bela diri, nyatanya nggak semua aksi bela diri di film sesuai dengan kenyataan. Yaa, namanya juga film, ‘kan? Pasti ada unsur dramatisasinya biar makin seru pas ditonton. Adegan satu lawan banyak orang mungkin paling sering muncul di film bela diri, di mana biasanya sang karakter utama bakal menang tanpa cedera sedikit pun.

Walaupun keren, dan saya pun pengin sesekali mempraktikannya, adegan itu cuma mitos.

Faktanya, atlet bela diri sekalipun bakal kesulitan berkelahi lawan segerombolan orang sekaligus, apalagi selamat tanpa terluka. Pengin tahu lebih banyak tentang mitos ilmu bela diri beserta faktanya? Coba simak daftar di bawah ini, nggak usah malu-malu.

1. Death touch: membunuh lawan dengan satu jari

Contoh death touch di dunia… sepak bola/via imgur.com

Konon, dalam ilmu bela diri ada yang namanya death touch atau dinmak. Death touch adalah teknik mematikan yang bisa membunuh lawan dalam satu serangan saja. Caranya? Dengan menekan titik saraf menggunakan telunjuk.

Orang sekuat apa pun pasti kesakitan kalau titik sarafnya ditekan. Tapi serangan semacam itu nggak mungkin bisa langsung membunuh korbannya. Sejauh ini nggak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan keefektifan death touch di dunia persilatan.

Setahu saya, satu-satunya tokoh yang menguasai teknik death touch hanya Saitama dari anime One Punch Man.

2. Tangan kosong vs senjata, mana yang bakal menang?

Keren sih, tapi kalau ditembak… matilah sudah/via giphy.com

Memang ada banyak teknik bela diri khusus buat melawan musuh bersenjata, salah satunya kayak cuplikan di atas. Tapi saya berani jamin, tentara botak itu belum tentu bisa melakukan hal yang sama saat berhadapan dengan penjahat sungguhan.

Saya nggak bilang teknik melucuti senjata itu nggak berguna ya, hanya saja terlalu riskan untuk digunakan di situasi nyata. Salah sedikit saja, teknik itu malah bisa jadi bumerang. Jangankan pistol deh, melawan pria berpisau pun bisa jadi petaka kalau kamu nggak pintar baca situasi. Terlebih lagi kalau kamu nggak tahu sehebat apa kemampuan silat dari lawan kamu.

Intinya, kemungkinan menang melawan musuh bersenjata dengan tangan kosong itu sangat tipis, mau sejago apapun ilmu bela diri yang kamu punya. Mending kabur deh, atau nyari balok kayu dulu. Tapi kalau kekuatanmu setara dengan Saitama… sikaaaaat!

3. Gambar ilustrasi nggak bisa bikin kamu jago bela diri

Hayo, siapa yang pernah belajar bela diri dari buku ilustrasi?/via pinterest.com

Ilustrasi seperti di atas biasa digunakan orang-orang buat belajar bela diri. Tapi jangan salah, belajar dari ilustrasi nggak semata-mata bisa bikin kamu jadi master Kung Fu. Karakter yang Stephen Chow mainkan di film Kung Fu Hustle sudah membuktikan hal tersebut.

Menguasai gerakan-gerakan di buku bela diri tentunya harus dibarengi dengan sparring atau lawan tanding. Dengan begitu, kamu bisa mempelajari gerakan bela diri dengan lebih nyata. Iya, nggak?

4. Cara kotor nggak bisa bikin kamu memenangkan pertarungan

Sayangnya ini bukan pertarungan sungguhan/via gifycat.com

Banyak orang yang menganggap menendang selangkangan adalah cara ampuh buat melumpuhkan lawan. Tapi anggapan ini sama sekali nggak benar.

Yang benar itu lawanmu bakal tambah marah waktu “adeknya” ditendang. Yaa, mungkin saja ia langsung tersungkur kesakitan. Tapi itu juga sekaligus jadi satu-satunya kesempatan kamu buat kabur.

Teknik lain yang katanya bisa bikin musuh keok adalah dengan mencakar muka. Nggak sedikit lho orang yang nyakar-nyakar lawannya pas berantem. Tapi bukannya bikin lawan tersungkur, cara ini malah bisa bikin lawanmu dendam kesumat.

5. Meninju tulang hidung ke dalam otak dengan satu pukulan

Tinju mematikan ala Chuck Norris, idola bapak dan emak saya dulu/via gifbin.com

Selain bikin hidung bengkok, teknik ini sangat jitu buat menjatuhkan lawan dalam satu kali serangan. Tapi itu nggak lebih dari sekadar mitos.

Faktanya, hidung manusia sama sekali nggak punya tulang. Jadi kalau lawan kamu langsung terjatuh karena ditinju hidungnya, itu bisa jadi dia kesakitan. Tulang rangu hidung memang bakal terasa sakit banget kalau kena tinju. Tapi sekuat apa pun tinju kamu, nggak mungkin bisa bikin tulang rangu lepas dan masuk ke otak.

6. Berkelahi melawan banyak musuh

Adegan 1 vs 10 di film Ip Man/via imgur.com

Kamu yang pernah nonton Ip Man pasti tahu adegan ikonik saat Donnie Yen bertarung melawan sepuluh karateka sekaligus. Jujur, adegan itu bikin adrenalin saya terpacu dan makin suka sama film kung fu. Tapi sayangnya, adegan semacam itu cuma bisa kamu lihat di film, bukan di dunia nyata.

Di film bela diri musuh yang jumlahnya lebih banyak biasanya menyerang karakter jagoan secara bergantian. Itulah kenapa si jagoan selalu berhasil bikin mereka babak belur.

Nah, beda lagi persoalannya pas kamu dikeroyok sepuluh preman sekaligus. Kira-kira apakah preman yang mengeroyok kamu bakal menyerang secara bergantian? Kayaknya nggak mungkin deh. Kalau saja adegan 1 vs 10 terjadi di jalanan, mungkin bakal ada satu orang yang babak belur, dan kamu pasti tahu siapa orangnya.

Master bela diri pun pastinya punya batasan jumlah lawan yang sanggup dihadapi sekaligus. Kalau dua sampai tiga orang, mungkin masih bisa ditangani. Tapi sepuluh? Hmm… nope!

Belum lagi kalau gerombolan orang itu benar-benar punya niat membunuh, mending kabur aja!

Ingat, adegan bela diri di film itu nggak nyata. Pas terjebak di situasi genting, jangan sampai kamu kepikiran buat jadi Jackie Chan atau Bruce Lee. Nggak semua yang kita tahu tentang ilmu bela diri itu benar adanya, sebagiannya cuma mitos, kayak daftar yang baru saja kamu baca.

Komentar:

Komentar