5 Permainan Horor yang Katanya Bisa Memanggil Hantu, Menurut Urban Legend

Gosipnya sih seperti itu

:

Nggak tahu kenapa, dunia ini nggak pernah kekurangan orang yang tertarik dengan hal-hal gaib atau mistis. Coba perhatikan sekeliling kamu, kamu pasti punya kenalan yang selalu bersemangat kalau membicarakan tentang hantu. Intinya sih, orang-orang ini pengin ketemu hantu. Dan nggak cukup hanya dengan nonton film horor, mereka pun mencari cara untuk bisa melihat dan berinteraksi langsung sama makhluk halus tersebut.

Salah satu cara paling lumrah adalah dengan memainkan permainan horor. Salut banget dah buat mereka yang pernah coba. Orang biasanya takut kalau ketemu hantu. Eeeeh, ini mereka malah manggil hantu. Waaaw!

Saya sendiri belum pernah coba satu pun permainan horor buat memanggil hantu. Karena yaah, buat apa juga? Saya lebih suka memanggil tukang pijat ke rumah ketimbang mengundang hantu. Tapi, kalau-kalau kamu penasaran dan pengin kenalan sama hantu, berikut saya beberkan 5 permainan yang bisa membuat hantu mendatangi kamu.

1. Daruma-san

via hideandgokill.fandom.com

Permainan horor yang berasal dari Jepang ini dikenal juga sebagai The Bathtub Game. Kalau dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia, ini permainan nggak enak banget disebutnya: Permainan Bak Mandi. Kesannya kok kayak “permainan orang dewasa” gitu ya.

Alasan kenapa namanya Bathtub Game karena ia mengharuskan kamu untuk berendam di bathtub. Tentu berendamnya harus sambil telanjang bulat dan kondisi lampu mati, biar makin asoy. Setelah itu kamu harus keramas. Mau pakai sampo atau nggak, terserah kamu. Tapi saya sarankan kamu keramas pakai sampo aja, supaya rambutnya wangi.

Selagi keramas, jangan lupa juga untuk bilang, “Daruma-san jatuh, Daruma-san jatuh,” sampai kamu merasakan kehadiran makhluk gaib di sekitar kamar mandi. (Saya nggak tahu seperti apa wujud hantunya. Konon, hantunya merupakan orang Jepang. Jadi bila kamu kuliah di jurusan bahasa Jepang, mungkin kamu bisa ngobrol-ngobrol sama dia. Kalau kamu bingung mau ngomong apa, coba aja teriak, “Ikeh, ikeh, ikeh! Kimochiiiii!” Dia mungkin bakalan ngangguk-ngangguk paham.)

Anyway, jika aura dan kemunculan hantunya sudah semakin kental terasa, kamu diharuskan untuk tidur demi memulai permainan keesokan harinya. Apa? Kamu insomnia? Mamam tuh insomnia!


Saat kamu terbangun, itu artinya permainan Daruma-san sudah dimulai. Tugas kamu selanjutnya adalah untuk nggak membiarkan hantu menangkap kamu. Ketika kamu merasa hantu berada di dekat kamu, kamu harus mengatakan dengan lantang, “Berhenti!”

Kemudian kamu harus berlari menjauhi hantunya. Permainan akan berhenti ketika kamu melihat sekilas sosok hantunya secara utuh dan mengatakan “longgar”.

Risiko dari Daruma-san:

Begini deh logikanya, melihat hantu saja sudah menyeramkan dan bikin trauma, apalagi kalau dikejar-kejar sama hantu seharian penuh. Katanya sih, kalau cara main kamu salah, hantunya nggak akan pergi dan bakal terus menghantui kamu selamanya.

Catatan editor: Bila kamu merasa permainan Daruma-san kurang menarik, kamu bisa nyalakan konsol atau PC, lalu mainkan game A Plague Tale: Innocence. Saya sendiri lagi menamatkannya, dan astaga… ini game seru banget!

2. Bloody Mary

via sites.psu.edu

Menurut legenda urban, Bloody Mary adalah arwah perempuan yang terperangkap di balik cermin. Karena ingin keluar, Bloody Mary akan selalu menampakkan diri setiap kali namanya dipanggil di depan cermin.

Walaupun dianggap cuma mitos, banyak orang masih percaya permainan Bloody Mary bisa dilakukan untuk memanggil hantu (Bloody Mary itu sendiri) lewat cermin sebagai medianya. Untuk memainkan Bloody Mary, kamu harus menatap cermin di kamar mandi dengan kondisi ruangan yang gelap tanpa penerangan.

“Terus gimana kalau kamar mandi di rumah saya nggak ada cermin?”

Pindahkan saja dulu cermin di kamar kamu ke kamar mandi. Jika kamu nggak kuat menggotongnya, minta bantuan “jasa pengangkutan cermin dari kamar tidur ke kamar mandi” yang ada di kota kamu. Bila kamu malas melakukannya, ya udah, nggak usah main.

Setelah semuanya siap, sebutkan nama “Bloody Mary” tiga kali di depan cermin sampai sosoknya muncul di hadapanmu. Kamu bisa terus mengulangi prosesnya sampai merasakan kemunculan Bloody Mary di cermin. Jika dia nggak kunjung muncul, lebih baik kamu menyerah dan lakukan aktivitas lain yang benar-benar produktif.

Risiko dari Bloody Mary:

Rasa kaget tiada tara pasti nggak bisa dihindari kalau kamu memang kedapatan melihat sosok Bloody Mary. Bisa saja, imej Bloody Mary yang menyeramkan akan selalu terekam di dalam ingatan kamu.

Ingatan kamu akan wajah pacar, calon mertua, dan pegawai “jasa pengangkutan cermin dari kamar tidur ke kamar mandi” akan menghilang dari otak kamu. Wajah mereka akan tergantikan oleh Bloody Mary. Bahkan saat kamu BAB, kamu nggak akan bisa konsentrasi cebok, karena yang ada di otak kamu hanyalah Bloody Mary.

3. Midnight Man

via dictio.id

Awalnya, ritual Midnight Man dilakukan oleh kaum Pagan kuno untuk menghukum orang yang melanggar aturan hukum dan tradisi agama. Seiring berjalannya waktu, ritual tersebut kembali dilakukan oleh banyak orang untuk sekedar mencoba berhubungan dengan makhluk gaib.

Untuk memainkan Midnight Game, diperlukan beberapa barang seperti lilin, kertas, pulpen, korek api, garam, dan jarum. Lokasi untuk bermain Midnight Game juga harus spesifik, yakni di dalam rumah yang memiliki pintu kayu.

Ribet ya? Siapa pun orang yang pertama kali memainkan permainan ini, saya curiga dia lagi dikerjain sama temannya.

Langkah pertama untuk bermain Midnight Game mengharuskan kamu untuk menulis nama lengkap di secarik kertas. Nama asli ya, bukan nama panggilan kayak Pangeran Kegelapan. Setelah itu, kamu harus menusuk jari dengan jarum untuk membiarkan darah jatuh mengalir ke kertas yang berisi nama kamu. Matikan lampu dan tempatkan kertas yang sudah terkena darah di depan pintu kayu. Lalu simpan lilin di atas kertas tersebut dan nyalakan lilinnya. Proses pertama sudah selesai, kita lanjut ke proses selanjutnya.

Setelah semua barang-barang disiapkan, kamu tinggal mengundang Midnight Man untuk berkunjung ke rumahmu. Saat jarum jam tepat menunjuk pukul 12 malam, ketuk pintu rumah sebanyak 22 kali. Ketukan tersebut harus selesai sebelum jam menunjukkan pukul 12:01.

Buka pintu dan tiup lilin yang terletak di dekatnya. Lalu tutup kembali pintunya dan nyalakan lagi lilinnya. Proses mengundang Midnight Man sudah selesai, dan kini saatnya bagi kamu untuk bertahan dari gangguan hantunya. Untuk menyelesaikan permainan, kamu harus menunggu sampai Midnight Man pergi pada pukul jam 03:33.

Risiko dari Midnight Man:

Menurut legendanya, kalau peserta permainan sampai tertangkap oleh Midnight Man, kemungkinan terbesarnya adalah dia akan diculik dan dibawa oleh sosok gaib tersebut. Sejauh ini belum ada sumber yang bisa menjelaskan lokasi di mana korban penculikan Midnight Man dibawa.

Mungkin mereka dibawa ke istana Nyi Roro Kidul? Heey, saya baru dapat ide cerita brilian untuk dibuat jadi film. Crossover antara Midnight Man dan Nyi Roro Kidul!

4. Hitori Kakurenbo (petak umpet sendirian)

Secara konsep, permainan ini sebetulnya mirip dengan Daruma-san, di mana kamu akan diajak bermain dengan makhluk gaib lewat permainan anak-anak. Perbedaannya ada di objek makhluk gaibnya yang “ditempatkan” pada sebuah boneka. Singkatnya, kamu akan bermain petak umpet dengan boneka yang disusupi makhluk gaib.

via aminoapps.com

Apa kita bisa pakai boneka Doraemon ya? Kalau bisa, bakal keren banget tuh kayaknya. Boneka Doraemon kerasukan setan!

Untuk bermain Hitori Kakurenbo, siapkan sebuah boneka yang sudah diisi dengan beras dan dijahit dengan benang berwarna merah. Kamu juga harus menyiapkan pisau dan segelas air garam untuk menyelesaikan permainannya. Tenang, ini bukan resep masak kok. Setelah menyiapkan barang-barang tersebut, permainan bisa dimulai.

Pada jam tiga dini hari, kamu harus menyimpan boneka di dalam bathtub yang berisi air. Berikan nama untuk boneka tersebut dan bisikkan mantra “(nama boneka) yang mulai” sebanyak tiga kali ke telinga boneka itu. Lalu bersembunyilah dan hitung mundur dari angka 10.

Setelah selesai berhitung, kamu harus kembali lagi ke tempat boneka itu ditaruh, lalu tusuk boneka tersebut dengan pisau sambil mengucapkan, “Aku menemukanmu, (nama boneka)” dan “sekarang giliranmu, (nama bonekanya).” Setelah itu, bersembunyilah lagi.

Konon, setelah kamu keluar dari persembunyian, boneka itu akan berpindah dari tempat awal saat kamu menaruhnya. Untuk mengakhiri permainan, kamu harus menumpahkan air garam ke boneka tersebut sesaat setelah menemukannya dan mengucapkan, “Aku menang” sebanyak tiga kali.

Risiko dari Hitori Kakurenbo:

Permainan ini cukup terkenal di kalangan Youtuber, walaupun nggak ada yang sukses melakukannya. Namun menurut kabar burung, nasib buruk akan menimpa orang yang nggak berhasil menyelesaikan permainan di sepanjang sisa hidup mereka.

Mungkinkah Bad Luck Brian itu korban dari permainan Hitori Kakurenbo?

5. Jaelangkung

Siapa yang tidak tahu permainan horor yang sudah melegenda di Indonesia ini? Asal usul Jaelangkung masih menjadi misteri, tapi ada sumber yang menyatakan bahwa Jaelangkung merupakan adaptasi dari ritual asal Tiongkok, Cai Lan Gong.

Secara konsep, Cai Lan Gong dan Jaelangkung memang memiliki prosesi yang sama. Keduanya membutuhkan media berbentuk boneka dari kayu sebagai wadah untuk arwah yang akan diajak berkomunikasi. Boneka Jaelangkung biasanya dilengkapi dengan alat tulis untuk mempermudah arwah yang ada di dalam boneka untuk berkomunikasi.

Saran saya, jangan pakai pulpen mahal buatan Swiss. Sayang…

Jaelangkung mensyaratkan pemainnya untuk mengajak dua orang lain sebagai pemegang boneka, sementara pemain utamanya bertugas untuk memanggil arwah. Jadi jika kamu nggak punya teman, kasihan, kamu nggak bisa main Jaelangkung dong.

Untuk mengundang arwahnya, ucapkan kalimat ini dengan gagah berani: “Jelangkung jelangsat, Di sini ada pesta, Pesta kecil-kecilan. Jelangkung jelangsat, Datang tidak diundang, Pergi tidak diantar.“

Permainan tersebut akan bisa berlangsung bila arwah berhasil masuk ke dalam boneka. Pemain yang bertugas sebagai pemegang boneka bakalan bisa merasakannya, karena boneka itu akan lebih berat dari sebelumnya.

via gfycat.com

Setelah arwahnya datang, kamu bisa bertanya kepadanya. Kamu bisa bertanya soal remeh-temeh seperti, “Hei, kamu udah makan belum?” sampai ke peruntungan asmara, mungkin. Boneka itu akan menuliskan jawabannya lewat alat tulis yang ditempelkan di tubuhnya yang ceking. Untuk mengakhiri permainan, kamu harus berpamitan dengan bonekanya agar arwah yang menempel bisa pergi dengan tenang.

Risiko dari Jaelangkung:

Ada kemungkinan arwah yang dipanggil nggak akan senang, apalagi kalau kamu bertanya hal-hal yang nggak penting. Saya juga nggak akan senang kalau lagi asyik-asyiknya ngaso, tiba-tiba ada orang yang menyeret saya dengan paksa dan bertanya, “Hai setan, siapa nama kamu!?”

Konon katanya, kalau arwah yang kamu panggil termasuk arwah yang kuat (kelas bantam mungkin), dia akan susah disuruh pergi.

Tertarik untuk memainkan permainan-permainan horor ini? Hmm, kamu punya banyak waktu luang ya?

Komentar:

Komentar