5 Fakta Unik soal Perkembangan Robot Seks, Antara Takjub dan Ngeri

Masih harus nunggu sampai tahun 2050

Pada hakikatnya, teknologi diciptakan dan dipercanggih biar manusia jadi terbantu saat melakukan aktivitas. Bahkan teknologi zaman now nggak cuma bisa diandalkan untuk aktivitas umum aja, tapi juga aktivitas yang bersifat saaaangat personal. Dan wujud teknologi canggih itu hadir dalam bentuk robot seks.

Sebelum kamu iseng googling buat cari tahu harganya, saya kasih tahu aja nih, harganya mahal banget. Lagian, yakin mau beli sekarang? Kamu mungkin bakal dipandang aneh sama orang-orang sekampung. Yaah, seenggaknya untuk beberapa tahun ke depan, mayoritas orang belum akan terbiasa dengan robot tersebut, meskipun para ilmuwan memprediksi robot seks bakal digunakan secara luas di tahun 2025 nanti.

Tapi itu pun hanya terbatas di kalangan masyarakat kelas atas saja. Dengan kata lain, cuma orang-orang berdompet tebal yang bisa menikmati layanan memadu kasih dengan robot. Sementara rakyat jelata kayak kita mungkin cuma bisa baca artikel review di internet sambil berimajinasi.

Nggak apa-apa deh, walaupun nggak sanggup beli, seenggaknya kita bisa menelusuri perkembangan  dan prediksi dampaknya terhadap kehidupan sosial, lewat 5 fakta menarik berikut ini.

1. Digisexual, orientasi seksual yang baru

via mikufan.com

Digisexual adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ketika seseorang lebih suka berhubungan mesra dengan teknologi digital ketimbang manusia sungguhan. Cakupannya nggak cuma sebatas robot seks aja. Bisa juga dalam bentuk teknologi digital lain yang membantu seseorang memenuhi kebutuhan asmara, dan bahkan kebutuhan biologisnya.

Contoh nyatanya bisa kita lihat lewat kisah Akiho Kondo, pria asal Jepang yang menikah dengan karakter hologram 3D. Akiho percaya, istri digitalnya punya banyak keunggulan dibanding wanita normal pada umumnya. Misalnya kayak nggak bisa menua, nggak bakal selingkuh, dan selalu bisa memenuhi keinginannya.

Kamu merasa aneh mendengarnya? Akiho sendiri mungkin nggak akan peduli sama pendapat kamu.

Dari kisah Akiho, kita bisa menarik kesimpulan bahwa digisexual adalah cara baru untuk menjalin hubungan yang intim dengan lawan jenis, meskipun lawan jenisnya itu berbentuk digital. Cara tersebut cukup memuaskan bagi kalangan yang nggak bisa menemukan kepuasan fisik dan batin lewat hubungan asmara di dunia nyata.

Faktanya, sekarang udah ada layanan pornografi canggih seperti virtual reality dan (bentuk awal) robot seks. Kalau teknologi ini terus dikembangkan, nggak menutup kemungkinan populasi digisexual bakal meningkat di masa depan.

2. Spesifiksi robot seks masa depan

via steemit.com

Untuk saat ini, robot seks mungkin nggak lebih dari boneka seks yang dilengkapi mekanisme dan program komputer canggih. Bercinta dengan robot seks nggak bakal sama sensasinya dengan manusia sungguhan. Maka dari itu, para peneliti terus mengembangkan aspek vital dari robot seks, yakni kemiripannya dengan manusia normal saat “dipakai”.

Beberapa fitur yang masih dikembangkan yakni kehangatan tubuh, respons teradap sentuhan, dan kepribadian robot itu sendiri. Apa jadinya kalau tiga fitur tersebut berhasil diimplementasikan? Saya juga nggak kebayang hasilnya bakal kayak gimana. Yang jelas, robot canggih yang benar-benar bisa menggantikan peran manusia dalam urusan pergumulan akan terlahir di dunia ini.

Menurut prediksi para ahli, robot seks juga akan dilengkapi sensor di bagian kulit. Sehingga saat robot itu dipegang atau diraba di bagian tertentu, ia akan merespons layaknya manusia sungguhan. Fakta menariknya, saat ini para ilmuwan sudah mengembangkan teknologi “kulit pintar” yang dijuluki TouchYou. Teknologi ini membuat robot seolah merasakan sentuhan penggunanya. Tapi mungkin, respons yang dihasilkannya nggak senyata manusia tulen.

“Jangan pegang di situ, Mas!”

Kebayang nggak kalau robot bisa ngomong kayak gitu sambil mendesah? Antara menyeramkan sekaligus menakjubkan sih.

3. Pernikahan manusia dan robot

via losangelestimes.com

Pernah nonton film Her? Film fiksi ilmiah romantis itu menceritakan hubungan asmara seorang pria dan asisten komputernya. Tapi sayang, Her punya ending yang menyedihkan, nggak seperti kisah Akiho Kondo yang berakhir bahagia.

Di kalangan digisexual, Akiho kayaknya cocok dijadikan duta dalam upaya pelegalan pernikahan manusia dan teknologi digital (apa pun bentuknya). Tapi apakah mungkin suatu negara mengizinkan manusia menikah dengan robot? Tergantung. Kalau robot yang dimaksud punya fisik dan kecerdasan yang menyerupai manusia, mungkin hal itu bisa dipertimbangkan.

Menurut para ahli robot seks, pernikahan robot dan manusia diprediksi akan mulai marak di tahun 2050. Dan Amerika Serikat disebut-sebut bakal jadi negara pertama yang melegalkan pernikahan antimainstream itu.

4. Rumah bordil robot seks

via theguardian.com

Popularitas robot seks yang disinyalir bakal melesat di masa depan sepertinya akan dimanfaatkan pula oleh kalangan pebisnis, khususnya yang bergerak di bidang prostitusi. Logikanya begini, robot seks nggak bisa dimiliki semua kalangan karena harganya yang mahal. Alhasil, orang-orang berdompet tipis yang kepincut sama robot seks pasti nyari cara hemat buat memenuhi keinginannya. Jalan pintasnya yakni dengan menyewa robot di rumah bordil.

Malahan sekarang, di kota-kota luar negeri yang melegalkan prostitusi, udah ada rumah bordil yang khusus menyediakan boneka seks dengan berbagai macam varian. Kalau rancangan robot seks di masa depan udah rampung dan sempurna, mungkin tinggal tunggu waktu sebelum rumah bordil robot menjamur di kota-kota besar di luar negeri.

Di sisi lain, popularitas robot seks yang diprediksi terus menanjak pasti membuat harganya turun drastis biar bisa menjangkau seluruh kalangan. Mungkin nanti kamu tinggal pilih antara membeli atau menyewa robot seks. Yaah, pokoknya sesuaikan saja dengan bujet. Itu pun kalau kamu berminat (dan kalau dilegalkan).

5. Penambahan kecerdasan buatan

via fortune.com

Jujur, sampai sekarang saya masih dibuat takjub dengan apa yang bisa dilakukan Siri dan Google Assistant. Asisten pribadi pintar semacam itu dilengkapi teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Siri dan Google Asistant bisa mendeteksi berbagai jenis perintah yang keluar dari mulut penggunanya. Kemudian, mereka akan melakukan apa yang diperintahkan jika itu memungkinkan. Misalnya kayak menyetel lagu, menelusuri kata kunci tertentu di internet, mengatur jadwal, atau menyalakan perangkat.

Di level yang lebih tinggi lagi, AI mungkin nggak hanya memungkinkan robot mengingat atau melakukan apa yang diperintahkan, tapi juga belajar dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Nggak menutup kemungkinan juga mereka jadi punya kehendak sendiri yang nggak berkaitan dengan kebutuhan pemiliknya. Setidaknya begitulah kata para ilmuwan komputer mengenai ciri-ciri AI di level paling tinggi.

Tapi menurut saya, manusia nggak mungkin bisa menciptakan sesuatu yang menyamai kecanggihan otaknya sendiri. Terserah kamu mau setuju apa nggak sama pendapat saya.

Anyway, kalau pun teknologi AI termutakhir diterapkan pada robot seks, kecanggihannya bakal terlihat dari kemampuan mendeteksi tindakan pengguna dan variasi respons yang bisa diberikan. Tujuannya supaya hubungan antara manusia dan robot terkesan lebih nyata. Tapi hati-hati, jangan sampai kamu dibikin baper sama robot seks. Lagian, kamu juga harus waspada, katanya robot seks juga punya efek samping berbahaya lho.

Itulah 5 fakta menarik tentang perkembangan robot seks dan prediksi dampaknya terhadap kehidupan kita di masa mendatang. Ah, kalau saya sih, buat apa beli robot seks. Mending nyari pasangan manusia nyata buat dilamar, terus punya anak-cucu. Kenapa sih harus ada robot seks di dunia ini? Kenap…

Hmm…

Komentar:

Komentar