Seorang Sarjana yang Menjadi Ibu Rumah Tangga, Apakah Salah?


:

Pekerjaan menjadi seorang ibu rumah tangga sampai saat ini masih dianggap sebagai pekerjaan yang sepele bagi sebagian orang. Untuk itu tidak perlu pendidikan yang tinggi karena pekerjaannya hanya mengurus rumah, anak dan suami. Padahal menjadi ibu rumah tangga malah menghabiskan waktu 24 jam tanpa henti.

Dan ketika ada seorang sarjana yang kemudian memutuskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dianggap telah mengambil keputusan yang salah besar. Namun, apakah benar seorang sarjana yang menjadi ibu rumah tangga adalah salah?

1. Berpendidikan tinggi merupakan impian banyak orang, tidak banyak orang yang bisa meraihnya.

b

Selama beberapa tahun kamu habiskan waktumu untuk menuntut ilmu, setelah lulus dengan nilai yang memuaskan tentu langsung berpikiran untuk berkarier di dunia kerja. Kamu ingin menerapkan ilmu yang kamu dapat di bangku kuliah di lapangan kerja.

2. Tiba-tiba ada seorang yang datang, orang yang mampu meluluhlantakkan hatimu.

c

Dunia kamu tiba-tiba berubah, lebih ceria dan berwarna. Seseorang yang kamu dambakan akhirnya datang dan seolah-olah melengkapi hidupmu. Kemudian kamu dan dia memutuskan untuk menikah, karena kamu dan dia tidak ingin lagi berpisah. Pernikahan yang sakral pun digelar, kebahagian yang sulit dilukiskan.

3. Buah hati yang sangat dinantikan pun datang, pilihan untuk berhenti berkarier dan menjadi ibu rumah tangga pun di depan mata.

d


Setelah menikah, hanya kebahagian yang dirasakan karena belum begitu banyak beban. kamu hanya mengurusi suami doang namun ketika kehamilan datang, semua mulai berubah, kamu mulai berpikir bagaimana nanti anak yang kamu kandung. Apakah akan tetap berkarier atau berhenti dan mengasuhnya? Apakah akan memakai jasa baby sitter tapi adakah yang bisa dipercaya mengingat jaman sekarang yang sulit mendapatkan orang yang baik?

4. Hidup adalah pilihan, mau tidak mau, suka tidak suka harus tetap memilih. Dan kamu memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga.

e

Saat itupun tiba, kamu akhirnya berhenti bekerja dan memilih mengurus rumah tangga. Kamu lebih mementingkan keluarga kecilmu dibanding karier yang kamu impi-impikan. Dan dengan ikhlas kamu lakukan itu, sekali lagi untuk kebahagian keluarga kecilmu.

Menjadi seorang Ibu rumah tangga justru memiliki banyak kesulitan dan tantangan tersendiri. Ibu rumah tangga mempunyai daftar pekerjaan yang tak kunjung habis. Itu semua dilakukan sendiri tanpa pernah mengeluh atau mengharap imbalan.

5. Semua yang kamu lakukan ada alasan logisnya, Kamu ingin anak dan suamimu terurus dengan baik.

6

Dengan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, kamu dengan mudah mengasuh anakmu dengan pola asuh yang kamu inginkan. Kamu akan melihat secara langsung tumbuh kembang anakmu dari hari ke hari. Masa pertumbuhan anak tidak akan terulang, ini adalah momen emas yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Bahkan kalau mau dirinci pekerjaan Ibu rumah tangga seperti tak akan pernah habis dan selesai. Tidak cukup 24 jam bahkan lebih dari 36 jam. Dari mulai bangun pagi hingga tidur malam seorang ibu rumah tangga disibukkan dengan urusan-urusan rumah tangga. Bahkan tak jarang untuk urusan mereka sendiri malah terabaikan.

 

Komentar:

Komentar