Ini Nih 9 Dampak Buruk Sinetron Buat Bocah Jaman Sekarang


Tehnologi yang terus berkembang sekarang ini ternyata menimbulkan dampak negatif juga. Ini tentu membuat para orang tua menjadi sangat khawatir, apalagi dengan berbagai tayangan di televisi yang seakan tiada habisnya.

Selain itu konten internet yang dengan bebas bisa diakses serta gaya hidup yang terpampang nyata di akun media sosial. Berbagai sajian yang menarik itu disajikan oleh televisi dan di internet dan bisa menimbulkan pengaruh ke siapa saja termasuk bocah-bocah sekalipun.

Beberapa kasus yang terjadi dan melibatkan bocah di bawah umur lambat laun mulai terbuka. Kita bisa melihat langsung bagaimana keadaan mereka di jaman sekarang ini. Tentu saja kelakuan mereka bikin kita geleng-geleng kepala.

Di bawah ini 9 contoh kelakuan bocah jaman sekarang akibat tayangan telivisi dan internet yang kurang mendidik, antara lain :

1. Bocah masih SD tapi sudah pacaran

1

Jaman kita dulu masa SD masih senang bermain-main dan bersenda gurau, namun beda yang terjadi di jaman sekarang ini. Bocah berseragam merah putih ternyata sudah berani pacaran. Ketika sedang baikan atau tengah berantem tanpa segan mereka mempostingnya di akun media sosial.

2. Bocah bau kencur sudah tau rasanya sakit hati bahkan mau bunuh diri

2

Ketika cinta ditolak oleh sang pujaan hati, bocah jaman sekarang nekat mau loncat dari ketinggian. Darimana mereka tau hal semacam itu kalau nggak niru dari sinetron.

3. Bocah SD udah berani pamer paha

4

Entah apa yang dipikirkan oleh bocah ingusan ini, rok panjangnya diangkat hingga paha. Padahal bocah ini memakai hijab juga. Bener-bener edan!

4. Bocah SD sudah berani bawa motor sendiri , nggak bawa helm dan bonceng tiga

6

Kadangkala orangtua juga yang salah juga karena ngijinin anaknya yang masih SD bawa motor sendiri ke sekolah. Kan belum cukup umur. Belum punya dan belum bisa bikin SIM. kalau terjadi kecelakaan gimana? Siapa yang rugi?

5. Bocah SD sudah merokok

7

Merokok dari usia dini bisa menimbulkan penyakit yang serius. Lagian darimana mereka bisa beli rokok? Tentu uang saku dari orangtua mereka. Coba bayangkan rasa sakit dan sedihnya orangtua kalau duitnya yang seharusnya buat beli jajan dibelikan rokok.

Komentar:

Komentar