Rahasia Sukses Milyarder Mark Cuban ini Ternyata Simpel Banget. Kamu Juga Bisa, Kok!

Satu rahasia sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang. Apa itu?

Parameter kesuksesan tiap orang memang berbeda-beda. Akan tetapi kalau melihat profil dari Mark Cuban, tentu kita semua setuju kalau dia bisa disebut sebagai orang sukses. Mark Cuban merupakan seorang milyarder dan pengusaha yang memiliki tim basket bernama Dallas Mavericks. Dia juga sering hadir di acara televisi ABC bernama Shark Tank.

via youtube.com/watch?v=QMITubk2ajQ

FYI, Shark Tank adalah reality show asal Amerika yang menampilkan para calon pengusaha yang mempresentasikan bisnis mereka di hadapan 5 ‘shark’ investor. Nantinya para investor ini akan memilih peserta sebagai partner bisnis mereka.

Kembali lagi soal Mark Cuban, dia adalah salah satu pengusaha sukses yang tidak berasal dari latar belakang akademi yang mentereng ataupun menjalani pelatihan tertentu di salah satu bidang. Cuban menjelaskan bahwa kesuksesannya berasal dari sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang: membaca.

Nggak percaya? Yuk, kita coba telusuri masa lalu Mark Cuban dulu.

Nih dengerin cerita gue via cnbc.com

Setelah Cuban lulus dari jurusan bisnis di Indiana University, dia diterima kerja di Mellon Bank, Pittsburgh. Nah, kebetulan pada awal 1980, perusahaan tersebut memutuskan untuk melakukan komputerisasi di seluruh aspek bisnis mereka dan meninggalkan sistem lama yang masih manual atau analog. Cuban pun nggak tinggal diam, dia memutuskan untuk membaca semua buku yang dapat dia temui tentang mesin.

Alhasil, setahun kemudian, dia yang lebih tahu soal mesin dan komputer dan bisa mendapat kerjaan sebagai sales software di Dallas. Tak lama kemudian, dia membuka perusahaan konsultasi yang bernama MicroSolutions. Kurang dari 10 tahun setelah MicroSolutions berdiri, dia berhasil menjual perusahaannya tersebut ke raksasa industri CompuServe sebesar $6 juta (sekitar Rp 86M).

Editor’s Pick

Beberapa tahun kemudian, dia dan seorang alumni Indiana membuat perusahaan audio broadcasting yang bernama Broadcast.com. Nah, pada tahun 1999, dia dan temannya menjual perusahaannya itu kepada Yahoo! sebesar $6 milyar (sekitar Rp 86T)!!! Gile lu, Ban!

Keren kan gue? via entrepreneur.com

Kok bisa seperti itu?

Dia mengatakan bahwa yang dia lakukan hanyalah melahap semua buku yang bisa dia temui. Dia selalu mencari ide dan pengetahuan baru melalui buku atau majalah. Semua buku dan majalah yang dia baca juga bisa ditemui dan dibeli oleh semua orang. Yang membedakan adalah adanya keinginan untuk membaca atau tidak.

Bahkan dia mengalokasikan 3 jam/hari untuk membaca sesuatu. Nggak jarang dia bisa menghabiskan waktu lebih dari 3 jam ketika sedang membaca. Terlebih di zaman digital ini semakin memudahkan Cuban untuk mencari sumber bacaan yang dia inginkan.

Dari sekian banyak buku yang pernah dia baca, ada 4 buku yang dia rekomendasikan. Buku apa saja itu?

1. ReWork karangan Jason Fried dan David Heinemeier Hansson

via amazon.com

Buku yang ditulis oleh dua pengusaha sukses ini mendobrak aturan lama dan menawarkan sudut pandang dan saran-saran baru yang tidak lazim pada saat menjalankan bisnis.

2. The Lean Startup karangan Eric Ries

via amazon.com

Buku ini dapat membantu perusahaan teknologi atau startup baru untuk mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan berdasarkan studi kasus terbaru.

3. The Only Game in Town karangan Mohamed A. El-Erian

via amazon.com

Buku ini membahas soal risiko bank sentral yang mengambil alih peran ekonomi setelah krisis keuangan yang melanda pada tahun 2008. Nggak hanya risiko, namun bagaimana cara mengatasi risiko tersebut juga dijelaskan di buku ini.

4. How to Win at the Sport of Business karangan Mark Cuban sendiri

via amazon.com

Buku ini merupakan kumpulan saran dari Cuban mengenai cara bertahan hidup dan meraih kesuksesan pada saat berbisnis. Siapa sih yang nggak percaya sama saran pengusaha yang sudah sukses?

Nah, siapa yang menyangka kalau kesuksesan Cuban ternyata didapat dari kehausannya akan informasi dan ketekunannya dalam membaca. Semua orang bisa melakukannya, yang jadi pertanyaan adalah mau atau tidak? Pilihan untuk sukses ada di tanganmu sendiri, bro.

Jadi mulai kapan kamu mau memperdalam pengetahuan dan ide-ide baru?

 

sumber: curiosity.com

- Advertisement -
Shares 4

Komentar:

Komentar