Punya Mimpi Jadi Princess Disney di Disneyland? Ini Tantangan Berat yang Harus Kamu Lewati

Jadi tuan putri itu nggak gampang!

via twentytwowords.com

Suatu hari saat masih menjadi guru, saya pernah bertanya kepada anak-anak di sekolah (TK) tentang cita-cita mereka kelak. Dengan lugunya beberapa anak perempuan menjawab “pengin jadi princess.” Awalnya saya menganggap cita-cita itu hanya sebatas khayalan saja. Tapi kalau yang mereka maksud menjadi princess di Disneyland, impian mereka itu nggak mustahil jadi kenyataan.

Namun perjalanan buat mendapatkan peran tuan putri di Disneyland ternyata nggak mudah. Nggak cuma bermodalkan wajah cantik saja, ada kriteria khusus dan pengorbanan yang harus dilewati. Kira-kira begini gambaran perjalanan menjadi tuan putri di Disneyland.

Proses audisi menjadi tuan putri sangat ketat dan melelahkan

via disneylandparis-news.com

Jika kamu berminat menjadi tokoh Princess di Disneyland, hal pertama yang harus kamu lakukan yaitu mengikuti audisinya. Yup, Disney nggak semata-mata merekrut orang berpenampilan mirip dengan tokoh kartunnya. Ada beberapa persyaratan dan kemampuan khusus yang mesti kamu miliki.

Pertama, minimal usia kamu sudah menginjak 18 tahun; maksimalnya nggak tua-tua amat, sekitar 23-26 tahun.

Tinggi badan yang ideal untuk karakter princess Disney sekitar 163-170 sentimeter. Kalau tinggi badanmu kurang atau lebih dari syarat, kemungkinan besar kamu nggak bakal lolos. Tinggi badan diperlukan untuk menjaga keutuhan karakter asli tuan putri seperti di dalam film. Lagian kalau tinggi badanmu nggak sesuai, kostum yang bakal kamu pakai nanti nggak akan muat.

Berarti ukuran badan yang harus menyesuaikan dengan kostum, bukan sebaliknya? Ya, betul sekali.

Buat menjelma jadi tokoh princess, para peserta pastinya harus punya skill akting, menyanyi, dan menari yang baik. Ketiga kemampuan ini bakal diuji, dan biasanya para kontestan harus bertahan selama 8 jam untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Tentu saja nggak semua peserta bakal lolos audisi, sebagian besar akan gagal. Dan mereka yang gagal harus rela pulang tanpa tahu apa kekurangan yang harus diperbaiki. Para penguji hanya berkata ‘yes’ atau ‘no’ saja untuk merespons penampilan para peserta. Wah, kejam ya.

Wajahmu nggak cuma harus mirip sama satu karakter saja

via flickr.com

Pihak Disneyland nggak akan memberi tahu karakter mana yang mereka perlukan saat audisi. Jadi walaupun wajahmu sangat mirip dengan salah satu tokoh Disney, belum tentu kamu bakal lolos. Uniknya, kesempatan untuk lolos audisi malah lebih besar kalau kontestan punya wajah mirip dengan aktor yang sudah direkrut sebagai princess Disney. Tujuannya untuk menambah jumlah peran yang sama di beberapa tempat di Disneyland.

Proses seleksi wajah saat audisi bisa sangat menegangkan lho. Mengutip dari laman thetalko, para calon pemeran tuan putri biasanya diminta berjejer di ruangan audisi. Lalu penguji akan mendekat dan melihat wajah mereka satu per satu untuk memastikan kemiripan kontestan dengan pemeran princess yang sudah ada. Kalau dirasa kurang cocok, kontestan akan diminta untuk meninggalkan ruangan. Sementara yang bertahan akan lanjut ke tahap improvisasi dan interviu.

Selamat, Kamu diterima jadi Princess Disney! Sekarang tantangan terbesarnya baru saja dimulai

via mtlblog.com

Sebagai pemeran tuan putri, tentu kamu harus tahu semua hal yang berkaitan dengan karakternya. Nggak cuma asal usul karakter saja yang mesti dipelajari. Tapi cara berbicara, berjalan, etika, dan sifat asli tokoh yang diperankan pun wajib dikuasai. Tak jarang rekrutan baru harus rela menonton film Disney berulang-ulang, dan mempelajari setiap detail yang berguna untuk kelanjutan kariernya. Ya, butuh waktu dan proses yang panjang untuk menjadi princess Disney seutuhnya.

Layaknya seorang model, princess Disneyland juga harus pandai menjaga penampilan fisik. Berat badan dan kesehatan kulit tentunya jadi hal yang wajib untuk diperhatikan.

Karakter putri yang diperankan harus terus melekat. Dengan kata lain pemeran nggak boleh melamun, atau menunjukkan sifat aslinya selagi memakai kostum tuan putri. Senyum ala princess di wajah pun harus mereka pertahankan walau sedang berdiri di bawah terik matahari. Anak-anak nggak bakal suka sama princess yang mukanya jutek ‘kan?

via hong-kong-hotels.ws

Perlu kamu tahu, nggak semua pengunjung Disneyland itu ramah. Terkadang pemeran tuan putri harus berhadapan dengan anak-anak nakal atau orangtua yang nggak sabar menunggu antrean supaya anak mereka bisa bertemu dengan tuan putri. Sementara sang aktris harus tetap terlihat ceria dan bahagia meski terjebak dalam situasi buruk tersebut.

Beda lagi halnya jikalau ada pengunjung yang melakukan pelecehan. Mungkin akan langsung diringkus oleh petugas keamanan di sana.

via slate.com

Setiap Disneyland princess diminta untuk bisa menjawab pertanyaan apa pun dari pengunjung. Tentunya para pemeran princess harus berpikir cepat buat menjawab pertanyaan dari pengunjung. Terkadang mereka pun harus berimprovisasi supaya menghindari jawaban membosankan seperti ‘iya’ atau ‘tidak. Uniknya, jika ada pengunjung yang bertanya tentang cerita selain film princess Disney (contohnya Harry Potter atau Spiderman), tuan putri diminta untuk menjawab “saya tidak mengerti.”

Ada beberapa hal yang memengaruhi kehidupan di luar pekerjaan sebagai princess Disney, dan nggak semuanya menguntungkan

via thetalko.com

Oke, tugas membahagiakan anak-anak di Disneyland sekarang sudah selesai. Kamu sudah jadi bagian dari mimpi anak-anak bertemu princess favorit mereka. Walaupun mulia, harus diakui kalau itu bukanlah pekerjaan mudah. Stres bisa saja menyerang jika tuan putri mengalami hari yang buruk di Disneyland. Nah, untuk melepas penat biasanya kita curhat ke teman atau keluarga ‘kan? Tapi sayang, cara itu nggak berlaku untuk setiap tuan putri Disneyland.

Mengutip dari laman Disneyfanatic, setiap aktris “Tak diperbolehkan bercerita tentang karakter apa yang diperankan, dan dilarang memposting tentang pekerjaan mereka di media sosial. Disney sangat menjaga ketat peraturan tersebut.” Demi menaati peraturan ini, pastinya para tuan putri bakal berbicara sesedikit mungkin tentang pekerjaan mereka.

Salah seorang mantan tuan putri Disney pernah menceritakan pengalaman buruknya. Menurut dia, cukup sulit untuk berteman dengan karyawan Disneyland lainnya. Dia sering dianggap tidak ramah (ramahnya hanya ke pengunjung saja), padahal karyawan lain pun nggak ada yang mencoba untuk berteman dengan wanita itu, atau sekadar menyapanya.

Setelah baca artikel tadi, apa kamu berminat meniti karier sebagai tuan putri? Jangan lupa share artikel ini ke penggemar Disney lainnya ya!

- Advertisement -
Shares 41

Komentar:

Komentar