Punya Akun Media Sosial Kok Bikin Jadi Anti Sosial?


Media sosial yang satu dekade terakhir ini mengalami perkembangan cukup pesat telah merubah pola hidup masyarakat. Ditambah lagi dengan majunya dunia teknologi yang mendukungnya menjadi sebuah kebudayaan baru. Tapi ternyata imbasnya tidak terlalu positif bagi masyarakat luas. Media sosial tidak lagi menjadi penghubung dan meningkatkan aktivitas manusia sebagai sosial. Justru menjadi ruang baru dan jauh dari aktivitas sosial alami manusia.

 

Nah, jika kamu punya akun media sosial dan kamu mengalami beberapa hal di bawah ini, waspadalah. Sepertinya kamu sedang berubah menjadi makhluk yang tidak sosial.

1. Pamer kehidupan pribadi di Path

 

pamer

 

Hal yang paling harfiah dari akun media sosial adalah pamer. Tahu sendiri kan pamer dalam kehidupan nyata itu nggak banget?  Pamer hanya dilakukan oleh orang-orang yang butuh pengakuan atas pencapaiannya. Ada tetangga baru punya mobil langsung lewat depan rumah sambil klakson. Ya, itu dia bisa dibilang pamer. Tinggal lempar sandal aja kalau kamu kesel!

 

Tapi hal ini justru lumrah di akun media sosial. Pamer adalah hak sekaligus kewajiban bagi setiap pemilik akun. Apa yang kamu lakukan, dengan siapa, mendengarkan lagu apa, apa yang kamu rasakan, putus cinta, marahan, sampai hal mendasar ingin makan nasi goreng pun masuk ke dalam aktivitas di media sosial.

 

Apakah menurutmu semua orang yang melihatnya akan menyukainya? Tentu tidak. Dan pembelaan yang kamu lakukan adalah “Biarin dong, ini kan statusku. Kalo gak suka ya udah!”   Plis dong… kalau kamu udah bisa berkomentar demikian berarti kamu memang sudah tidak sosial lagi. Egois dan pamer adalah sikap yang menjauhkan manusia dari aktivitas sosial dengan sesamanya.

 

2. Berempati hanya dengan komen dan like di Facebook

like dan komen

 

Nasib Bangsa Palestina yang sedang kesusahan di jalur Gaza hanya dibantu dengan tombol like dan komen “amiin” dan sebagainya. Tolong, mereka yang kesusahan di sana bahkan tak sempat membuka akun sosial. Itu bukan bantuan yang mereka inginkan dan butuhkan. Mengumpat pihak yang bersalah pun tak ada gunanya di akun media sosialmu.  Apalagi jika di statusmu itu malah jadi ajang perdebatan dengan orang lain yang membuahkan pertengkaran, itu nggak banget, deh!

 

Kamu pikir dengan membuat status ratapan dan melaknat kejahatan adalah jalan yang paling ampuh untuk menyebarkan perdamaian ke seluruh penjuru dunia? Sama sekali tidak! Jika kebaikanmu hanya berada di ujung sentuhan jari dan gerakan mouse semata berarti memang kamu sudah kehilangan hati nurani sebagai makhluk sosial.

 

3. Punya banyak teman dan follower FB dan twitter tapi gak kenal

follower

 

Ada banyak list pertemanan di akun media sosialmu. Dari kalangan mahasiswa yang cantik dan ganteng hingga artis-artis terkenal. Tapi ternyata tak kurang dari 50 persennya tak ada yang mengenalmu atau kamu kenal. Jumlah pertemanan yang kamu dapatkan tak ada gunanya karena kalian pun tak pernah saling kenal atau bahkan menyapa.

 

Ini adalah gengsi semata agar segelintir teman yang benar-benar mengenalmu bangga dan iri dengan jumlah temanmu yang melimpah ruah. Teman di dunia maya tak bisa diandalkan. Apakah ketika kamu tertimpa musibah maka ribuan teman yang ada di Facebook atau follower di Twitter akan datang membantumu? Paling hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah poin no.2.

 

4. Asal share info dari semua akun medsos

 

share

 

Kamu sangat aktif berselancar di dunia maya dan mengikuti tren terkini dari hal paling ngehits sampai berita fenomenal paling baru. Atau kamu sangat senang membaca artikel menarik seperti tulisan ini, endingnya adalah kamu akan membagikannya di akun sosialmu seperti Path, Facebook, atau Twitter dengan harapan akan ada orang yang membacanya dan kamu bangga telah membagi informasi dengan mereka.

 

Tapi apakah semudah itu? Apakah artikel dan berita tersebut bisa membuatmu jadi orang yang lebih baik. Jika ada gambar Mario Teguh dengan kalimat motivasinya yang luar biasa, tanganmu gatal untuk membagikannya, padahal secuilpun motivasi itu tidak kamu terapkan dalam kehidupanmu. Yang penting kamu bangga telah berbagi dan teman-teman dunia mayamu akan berdecak kagum karena kamu adalah orang yang bijak.

 

Atau berita lain yang belum tentu kebenarannya namun sesuai dengan opinimu, kamu pun tak segan untuk berbagi tanpa memastikan berita tersebut faktual atau rekayasa. Sekali lagi yang penting kamu jadi ngehits banget dengan beragam aktivitas berbagi di halaman profilmu. Dan kamu pun puas!

 

Nah, karena sudah tahu 4 hal di atas, yuk sebaiknya kita perbaiki diri.  Mari lebih bijak lagi menggunakan sosial media, karena jika digunakan dengan benar akan ada banyak hal bermanfaat yang bisa kita raih.  Yang setuju, jangan lupa bagikan, ya!

Komentar:

Komentar