Pengalaman Hidup 6 Orang Ini Terdengar Seperti Kisah Fiksi, tapi Beneran Kejadian Lho


Mungkin kamu menjalani hidup yang normal atau bahkan cenderung mudah saat ini. Saking normalnya, mungkin juga kamu ngerasa bosan setengah mati. Atau kamu udah pernah berkata pada diri sendiri, “Seandainya saya terlahir sebagai…”

Tunggu dulu! Sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum mengharapkan sesuatu.

Bayangin kalau kamu terbangun di suatu pagi (atau sore kalau kamu suka begadang), dan kamu menyadari ternyata jiwa kamu udah masuk ke tubuh orang lain. Parahnya lagi, diri kamu yang baru itu ternyata menjalani hidup yang sulit, seperti terjebak di medan perang misalnya.

Terdengar seperti kisah fiksi, ya? Well, kalau kamu mau mendengar kisah nyata, baca aja pengalaman hidup 6 orang ini.

1. Mehran Karimi Nasseri

nasseri_airport
via thedailynugget.com

Cerita pria asal Iran ini bermula ketika ia diusir dari negaranya sendiri pada tahun 1977. Tanpa tempat yang bisa disebutnya rumah, ia lalu berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Pertama, ia mengungsi ke Belgia, lalu ke London, Inggris, setelah sebelumnya transit di Perancis terlebih dahulu.

Tapi ia seolah tak putus dirundung malang, karena selama perjalanannya itu paspor dan dokumen miliknya hilang entah ke mana. Hasilnya mudah ditebak. Ia langsung dipaksa kembali lagi ke Perancis saat baru menjejakkan kaki di London.

Namun tanpa mengantongi paspor dan dokumen yang dibutuhkan, ia tak bisa kemana-mana. Pintu wilayah Perancis tertutup baginya.

Tanpa mengantongi pilihan lain, akhirnya ia memutuskan untuk tinggal di Terminal Satu Bandara Charles de Gaulle. Tak tanggung-tanggung, ia menetap di sana selama 18 tahun, terhitung sejak 1988.

Baru pada tahun 2006, ia dibawa ke rumah sakit, sebelum berpindah tinggal di penampungan di Paris sejak 2008.

2. Hubert

hubert-blaine-wolfeschlegelsteinhausenbergerdorff-rev2
via keepo.me

Nama pendek pria yang lahir di Jerman ini adalah Hubert Blaine Wolfeschlegelsteinhausenbergerdorff, Senior. Nama pendek tapi kerasa panjang, ya? Yakin? Kamu belum denger nama lengkapnya sepanjang apa sih. Nih:

Adolph Blaine Charles David Earl Frederick Gerald Hubert Irvin John Kenneth Lloyd Martin Nero Oliver Paul Quincy Randolph Sherman Thomas Uncas Victor William Xerxes Yancy Zeus Wolfe­schlegel­stein­hausen­berger­dorff­welche­vor­altern­waren­gewissen­haft­schafers­wessen­schafe­waren­wohl­gepflege­und­sorg­faltig­keit­be­schutzen­vor­an­greifen­durch­ihr­raub­gierig­feinde­welche­vor­altern­zwolf­hundert­tausend­jah­res­voran­die­er­scheinen­von­der­erste­erde­mensch­der­raum­schiff­genacht­mit­tung­stein­und­sieben­iridium­elek­trisch­motors­ge­brauch­licht­als­sein­ur­sprung­von­kraft­ge­start­sein­lange­fahrt­hin­zwischen­stern­artig­raum­auf­der­suchen­nach­bar­schaft­der­stern­welche­ge­habt­be­wohn­bar­planeten­kreise­drehen­sich­und­wo­hin­der­neue­rasse­von­ver­stand­ig­mensch­lich­keit­konnte­fort­pflanzen­und­sicher­freuen­an­lebens­lang­lich­freude­und­ru­he­mit­nicht­ein­furcht­vor­an­greifen­vor­anderer­intelligent­ge­schopfs­von­hin­zwischen­stern­art­ig­raum, Senior.

Ternyata nama yang bisa dijadiin dua paragraf itu hasil pemikiran kakek buyutnya. Duh, kebayang repotnya kalau kamu punya nama lengkap kayak gitu.

3. Raymond “Ray” Robinson

creepiest-urban-legends-raymond-robinson
via the-line-up.com

Pernah denger nama Charlie No-Face/Charlie Tanpa Wajah? Yup, itu adalah nama panggilan Raymond yang mesti rela kehilangan hidung, mata, dan lengan kanannya kala ia berumur 9 tahun. Penyebabnya tragis, yakni kecelakaan yang melibatkan listrik.

Semenjak insiden tersebut, Raymond hanya keluar rumah saat malam hari karena ia takut. Meskipun begitu, rasa takutnya itu bisa dipahami; ia pasti merasa khawatir akan mendapat omongan yang tak sedap didengar karena penampilannya yang nggak biasa itu.

Raymond sendiri adalah orang Amerika Serikat, dimana ia tinggal di Pennsylvania Barat.

4. Si Kembar June dan Jennifer Gibbons

The-Gibbons-Twins-001
via modernnotion.com

Tinggal di Wales bagi sepasang anak kembar berdarah Barbados ini bukanlah hal yang mudah. Mereka jadi korban perisakan/bully oleh teman-temannya di sekolah.

Trauma atas perlakuan rasis yang mereka dapatkan, akhirnya membuat June dan Jennifer memutuskan tak akan pernah lagi berbicara dengan orang lain. Mereka hanya mau berbicara satu sama lain, tentunya dengan bahasa khas mereka berdua.

Tahun berganti tahun, dan setelah mengalami beberapa kegagalan dalam hidup, mereka pun tersesat dalam dunia kriminal, sebelum akhirnya dibawa ke institusi mental.

Di tempat itulah, mereka seolah memercayai bahwa salah satu dari mereka harus memiliki kehidupan normal jika yang lainnya mati. Peran itu akhirnya jatuh ke tangan Jennifer, yang wafat pada tahun 1993. Dan benar saja, semenjak kematian saudarinya, kata-kata mulai berhamburan keluar dari mulut June.

Semenjak itu pula June baru bisa menjalani kehidupan normal.

5. Hiroo Onoda

123655867_1419979906
via findagrave.com

Nyaris selama 30 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II, ada satu orang prajurit Jepang yang meyakini perang masih belum usai.  Tak ada satu orang pun yang bisa meyakinkannya tentang fakta bahwa perang telah usai. Ia mengatakan hanya bisa diyakinkan jika komandannya memberi tahu ia langsung.

Barulah pada tahun 1974 ia berhasil diyakinkan dan pulang kembali ke Jepang. Ia ditemukan sendirian setelah tiga rekannya yang lain tewas atau menyerah beberapa tahun sebelumnya. Selama 30 tahun ‘bertugas’ di Pulau Lubang, sekitar 30 nyawa orang Filipina melayang di tangan Hiroo dan tiga kawannya yang terisolasi dari dunia luar.

Bisa bayangin kalau kamu punya kehidupan seperti enam orang ini. Pasti kehidupan kamu yang sekarang, jauh, jauuuuh lebih menyenangkan daripada mereka, kan? Meskipun kenyataannya pasti masih banyak manusia yang nasibnya jauh kurang beruntung dari mereka.

Sumber: Buzzfeed.com

Komentar:

Komentar