Pacar Kamu Selalu Menolak Diajak Nikah Karena 4 Alasan Ini? Say No More!

"Nikah yuks, udah nggak kuat nih"

Oke, karena kamu buka artikel ini, saya asumsikan kamu punya pacar yang hebat banget mengelak kalau dapat pertanyaan “kapan nikah?” Atau mungkin juga kamu punya saudara atau teman yang udah kebelet nikah, tapi pacarnya masih ogah-ogahan.

Sebenarnya mengulur-ngulur waktu nikah itu adalah aktivitas harian yang wajar banget buat dilakukan. Rata-rata orang pasti menginginkan pernikahan mereka langgeng untuk selama-lamanya. Oleh karena itu biasanya “kaum yang menolak cepat-cepat menikah” punya segudang amunisi alasan untuk mengulur waktu: belum mapan, belum punya duit, takut sama calon mertua, atau belum siap jadi orangtua.

Nah, kalau ternyata pacarmu seperti itu, tunjukkan satu dari empat hal ini padanya.

1. Alasan pertama dan paling sering dipakai: kerjaan belum mapan

via pixabay.com/StartupStockPhotos

Faktor-faktor seperti status yang masih fresh graduate, doyan pindah-pindah kantor, belum punya jabatan tinggi, atau punya kerjaan dengan pendapatan nggak stabil, membuat sebagian orang berpikir dua kali ketika mereka diajak nikah. Biasanya sih alasannya takut ketika nantinya udah nikah, terus ternyata ada apa-apa dengan kerjaan mereka. Kalau sudah begitu, keluarga mau dikasih makan apa?

Kalau pacar kamu punya pola pikir kayak gitu, ada satu hal yang pengin banget saya bisikkan di telinganya: di dunia ini nggak ada pekerjaan yang benar-benar aman. Mau itu PNS, karyawan swasta, wirausaha, atau freelancer, semuanya sama. PNS bisa aja dimutasi atau penurunan jabatan, karyawan bisa saja di PHK karena perusahaan merugi, wirausaha bisa saja mengalami kerugian dalam berbisnis, dan freelance bisa saja tidak mendapat job selama beberapa waktu.

Nah, mumpung pacar kamu masih punya kerjaan yang bisa dijadikan pegangan, segerakanlah menikah. Daripada khawatir soal pekerjaan, apa dia nggak lebih khawatir kalau nantinya kamu berpaling ke orang lain gara-gara nggak kunjung dapat kepastian!?

2. Nggak punya duit/tabungan buat nikah

via pixabay.com/nattanan23

Ini merupakan masalah yang cukup umum terjadi di zaman sekarang. Alasannya nggak punya duit buat nikah, tapi tiap hari ngopi ke Starbucks; makan di resto; rajin ganti gadget; sampai liburan ke luar negeri.

Atau ada juga orang yang nggak hedon tapi pengin pesta pernikahan yang wah. Alasannya karena pesta pernikahan itu cuma sekali seumur hidup, jadi harus berkesan (pakai banget).

Tapi ayo kita pakai sudut pandang alternatif. Daripada uang dihabiskan buat menjaga gengsi, apa nggak lebih baik dipakai buat bulan madu atau mengarungi kehidupan rumah tangga? Seperti yang kamu ketahui, biaya nikah itu sebenarnya terjangkau. Yang mahal itu gengsinya.

Kalau nggak percaya, contoh nyatanya tuh tetangga saya sendiri. Biaya buat dia nikah dan lain-lain nggak lebih dari Rp1 juta aja. Nikah di KUA, syukuran seadanya, yang diundang hanya teman dan keluarga dekat saja. Jadi mau alasan apa lagi?

Tapi… Kalau memang ingin pernikahan yang cukup wah, gampang aja sih. Kalian berdua harus rajin menambah pemasukan dan menekan pengeluaran yang nggak perlu.

3. Masih jiper ketemu calon mertua

via pixabay.com

Menikah itu nggak hanya menyatukan dua insan, tapi juga mempersatukan dua keluarga. Salah satu alasan seseorang menolak menikah adalah karena masih jiper saat ketemu calon mertua. Entah itu calon mertuanya yang nyeremin atau memang hubungan dengan calon mertua kurang baik.

Daripada dia selalu terbayang-bayang dengan ketakutan dan pada akhirnya kamu diembat sama orang lain, mending suruh dia persiapkan diri hadapin calon mertua dengan baik. Buktikan kepada mereka bahwa dia bersungguh-sungguh.

4. Belum siap jadi orangtua

aroni-738302_960_720
via pixabay.com

Mau nggak mau, ketika kalian sudah menikah, harus siap buat jadi bapak atau ibu buat anak-anak kalian kelak. Mungkin doi nggak bisa membayangkan bagaimana repotnya mengurus lahiran, mengurus kebutuhan anak, memilihkan sekolah, membayangkan pergaulannya, sampai memikirkan siapa pacarnya nanti. Nikah aja belum udah membayangkan yang macam-macam.

Kata teman saya, proses pembelajaran menjadi orangtua itu bertahap, alias trial and error. Soalnya pengalaman dari si A belum tentu sama dengan si B, begitu juga sebaliknya. Dia juga berkata, kalau ditanya siap atau nggak, sebenarnya jawaban dari setiap orang itu pasti asyiaaappp nggak bakal siap dan nggak akan pernah siap. Makanya, daripada nunggu kesiapan yang nggak kunjung datang, mending jalanin aja dan let it flow.

Menikah itu berbeda dengan pacaran yang bisa putus nyambung semaunya. Wajar saja kalau ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Tapi jangan sampai hal itu menyebabkan dia jadi overthinking. Daripada menyesal karena kehilangan orang yang dicintai ‘kan?

3 Shares

Komentar:

Komentar