Nggak Terjamah Dunia Modern, Ada Fakta Menyeramkan di Balik Pulau Sentinel Utara

Cara hidupnya bikin melongo!

Bisa nggak kamu ngebayangin hidup tanpa smartphone, internet, tv, dan kendaraan bermotor? Bagi generasi millenial, hidup dengan cara itu pasti sangat membosankan dan bikin mati gaya.

Tapi, ada sebuah pulau nan jauh di sana yang sama sekali tak terjamah dunia modern. Jangankan teknologi, masyarakat setempat sama sekali tak mengizinkan orang asing menginjakkan kaki di tanah mereka.

Kamu mungkin nggak percaya, tapi kamu bisa buktiin sendiri kok dengan datang ke Pulau Sentinel Utara. Tapi, daripada diserang masyarakat setempat, baca ulasan  ini aja deh!

Anti dengan dunia luar

via insidetonight.com

Masyarakat di Pulau Sentinel Utara sama sekali nggak mau kehidupan damai mereka diusik oleh orang-orang nggak dikenal. Mereka juga ketat banget menjaga wilayah tempat tinggalnya.

Tiap kali ada yang mendekat ke pulau, mereka akan bersiap dengan busur, panah, tombak. Mereka mempertahankan wilayahnya selama 60.000 tahun dengan cara itu.

Tempat ini sebenarnya pernah ditemukan di tulisan-tulisan Marco Polo. Tapi, sejarawan modern meragukan bahwa Marco pernah mendarat di pulau itu jika mengingat pertahanan warga pulau terhadap dunia luar.

Dilansir curiosity.com, satu-satunya kontak yang pernah berhasil adalah pada tahun 1991. Kala itu antropolog bernama TN Pandit berhasil berinteraksi dengan warga pulau. Itupun setelah dia melakukan pengamatan lebih dari dua dekade. Meski begitu, warga pulau tetap menutup diri dari dunia luar.

Saat ini, pemerintah India mengakui pulau ini sebagai wilayah yang berdaulat dan berupaya agar pulau ini tak diganggu oleh dunia luar.

Cara hidup warga Pulau Sentinel Utara

via mybestplace.com

Kalau nggak ada teknologi, menutup diri dengan dunia luar, dan nggak mau berinteraksi dengan orang asing, kira-kira bagaimana kehidupan warga setempat?

Pertanyaan ini sedikit terjawab dengan melihat sejumlah pulau Andaman lain di sekitarnya. Sebelum dipenuhi toko, jalanan, dan kota, sejumlah pulau Andaman lain juga pernah hidup dengan cara primitif.

Biasanya, warga pulau akan tinggal bersama di sebuah wilayah. Setiap populasi di suatu tempat sekitar 50 sampai 400 orang.

Untuk mendapatkan makanan, mereka akan mendapatkannya dengan cara berburu. Karena telah lahir sebelum pertanian dikenal luas, ada dugaan warga setempat hanya mengandalkan perburuan untuk mengisi perut.

Bagi masyarakat modern, cara hidup warga Pulau Sentinel Utara mungkin sangat aneh dan nggak masuk akal. Tapi, begitulah mereka ingin menikmati hidup. Tanpa terjamah teknologi ataupun berinteraksi dengan dunia luar.

Kira-kira kalau tinggal di Pulau Sentinel Utara kamu bakal betah nggak nih?

14 Shares

Komentar:

Komentar