Meski Kini Terdengar Konyol, 4 Ritual dan Mantra Sihir Kuno nan Nyeleneh Ini Sempat Populer Pada Masanya

Yang jelas nggak sesederhana "sim salabim"

Jika kamu merasa sakit, seperti flu atau demam, otomatis kamu bakal mendatangi dokter atau membeli obat di apotek, kan? Tapi itu jika kita bicara zaman sekarang. Zaman dulu, duluuu… banget, orang belum tentu menyembuhkan penyakit dengan mendatangi dokter dan minum obat. Yup, zaman dulu banyak orang yang lebih percaya pada keampuhan aji-aji, mantra, atau ritual. Bahkan mantra-mantra kerap digunakan bila seseorang pengen membuat lawan jenisnya jatuh cinta.

Kalau kamu tau gimana cara orang zaman dulu mempraktikkan mantra sihir, ini ada 4 contoh yang udah dihimpun dari Listverse.

1. Mantra untuk Menyembuhkan Luka Gigitan Anjing

snout-1444697_960_720
via pixabay.com

Siapa sih yang suka bila bagian tubuhnya digigit anjing. Pasti nggak akan ada seorang pun yang mau, termasuk juga orang-orang Mesir kuno. Mereka lebih tepatnya takut pada racun mematikan yang ada di mulut anjing.

“Untunglah” para tukang sihir kala itu menemukan jalan keluar bila seseorang digigit anjing, dan mudah pula.

Caranya, kumpulkan darah anjing dan berkumur pakai darah tersebut. Lalu saat pengobatannya, maklumatkan kata-kata yang kira-kira berbunyi seperti ini: “Aku telah datang dari Arkhah. Mulutku penuh darah anjing hitam. Aku ludahkan darah ini.”

Ritual belum selesai, karena sehabis ini orang yang terkena gigitan mesti menempelkan bawang putih ke lukanya sembari berteriak-teriak ke arah luka… setiap hari… dengan mulut yang tentunya berisi darah anjing… sampai lukanya sembuh.

Mudah, kan? Hahaha. Mau percaya atau nggak, praktik menempelkan bawang putih ke luka bekas gigitan anjing ini masih dilakukan beberapa orang di zaman modern lho, meskipun khasiatnya udah dibantah oleh praktisi kesehatan profesional.

2. Mantra untuk Jadi Tak Terlihat

4447974015_9ba4e1e6db
via flickr.com

Entah apa yang mendasari pikiran sang pencipta mantra ini. Apa dia pengen menjahili orang lain seperti yang dilakukan Spongebob dan Patrick? Apa pun motivasinya, mantra ini konon bisa membuat si pengucapnya jadi invisible alias nggak terlihat oleh mata orang lain ini udah berumur sekitar 1.700 tahun

Jika diterjemahkan, mantranya kira-kira berbunyi begini: “Assesouo, redupkan mata setiap pria dan wanita, ketika aku muncul, sampai aku memperoleh sebanyak mungkin hal yang aku inginkan!” Hmm, kamu pengen tau apa arti Assesouo? Aah, cari aja terjemahannya sendiri deh.

Selesai ngucapin mantra, selanjutnya tinggal lumuri wajah pake rendaman minyak yang telah dicampur kotoran buaya dan beberapa bahan sederhana lainnya. Dan voila, katanya orang yang melakukannya bisa jadi manusia invisible!

Mau coba? Silakan. Dan karena mencari dan ngumpulin kotoran buaya itu bukan pekerjaan gampang, saya bakal hargai usaha kamu kalau ternyata mantra dan ritual ini nggak mempan (kemungkinan besar nggak bakal mempan sih). Cuma jangan salahin saya kalau orang lain ngakak guling-guling ngeliat kamu mendatangi suatu tempat sambil bugil dan muka belepotan kotoran buaya.

3. Ramuan untuk Membuat Orang yang Disukai Jadi Berbalik Suka

halloween-1784568_960_720
via pixabay.com

Kalau sihir yang satu ini banyak banget jenisnya di dunia. Ritual yang harus dilakukan di tiap-tiap daerah pun berbeda pula bentuknya. Tapi, ada satu mantra dan ritual sihir dari zaman Yunani kuno yang terdengar ribet dan nyaris mirip sama resep memasak.

Langkah pertama, siapkan kumbang scarab. Langkah kedua, rendam kumbang itu ke dalam susu selama empat hari. Ketiga, potong kumbang itu jadi dua bagian; kiri dan kanan. Untuk bagian kiri harus diikat di lengan. Selain itu, pelaku ritual ini juga harus turut mengikat kemenyan dan kunyit di lengannya, jangan tanya kenapa alasannya.

Untuk bagian kanannya tinggal diletakkan di sebuah wadah, lalu campurkan dengan seluruh kuku dari bagian kanan tubuh, sembilan benih apel, dan sebanyak mungkin air seni.

Terakhir, campurkan “bahan-bahan masak” yang terkumpul di wadah itu ke dalam segelas wine dan suruh si target buat meminumnya. Gimana caranya membuat dia bersedia meminum wine yang udah dicampur air seni, kumbang, dan kuku, saya juga nggak tau. Lebih menarik membayangkan ada orang yang pernah berpikir:

“Astaga, saya jatuh cinta sama dia. Gimana caranya bikin dia suka sama saya, ya? Hmm… sepertinya jika saya mencampurkan air seni, kuku, dan kumbang scarab, dia bakal tergila-gila sama saya! Duh, kenapa ide brilian kayak gini nggak terpikirkan dari dulu!?”

4. Mantra untuk Menyembuhkan Penyakit

kids-798496_960_720
via pixabay.com

Profesi dokter itu udah eksis semenjak zaman dulu kala. Otomatis, ada dokter, ada juga pasien. Tapi… ada pasien yang puas jika hanya dikasih obat-obatan; ada pasien yang belum puas jika obatnya belum dikasih mantra atau aji-aji sama si dokter. Mantra tersebut seolah wajib diberikan sekalipun si pasien nggak ngerti apa yang dikatakan si dokter. Orang-orang Babilonia dan Asiria dulu termasuk pasien tipe kedua, meskipun mereka tetap nerima pengobatan yang seharusnya setelah mereka puas mendengar mantra dirapalkan dokter.

Contohnya, jika seseorang kena penyakit mata, maka si dokter bakal merapal mantra “Igi bar igi bar, bar igi bar!” yang punya makna “mata”. Tapi betapa pun absurdnya kata-kata itu terdengar, seenggaknya masih ada makna yang terkandung di dalamnya. Coba kamu bayangin jika si dokter merapal mantra yang berbunyi “Ko Ro Ko No Ko Ro Ko No,” dan si pasien manggut-manggut aja seolah kata-kata si dokter punya kekuatan sakti.

Ngomong-ngomong, “Ko Ro Ko No Ko Ro Ko No” sendiri nggak punya arti apa-apa. Kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia, kata-kata itu nggak bakal berubah sedikit pun. Tetap aja Ko Ro Ko No Ko Ro Ko No.

Nggak kebayang kalau zaman sekarang masih harus pake mantra saat berobat ke dokter.

Pasien: “Duh, dok. Saya diare nih dari kemarin.”

Dokter: “Wah, bahaya itu. Coba saya periksa dulu ya… Hmm, ya, ya… Minum obat ini tiga kali sehari, sampai sembuh aja, nggak perlu sampai habis. Oh ya, obatnya perlu saya kasih mantra?”

Pasien: “Oh iya, pasti dong, dok!”

Dokter: Oke. “Ko Ro Ko No Ko Ro Ko No…”

Pasien: “Mantap, dok! Dokter emang the best!

Setelah lihat mantra-mantra di atas, satu saran aja sih dari saya: nggak usah repot-repot nyoba 4 mantra di atas, hehehe. Mantra (terutama dari jenis serupa dengan nomor empat) banyak dipercaya mungkin lebih karena efek placebo. Menurut kamu sendiri gimana?

103 Shares

Komentar:

Komentar