Mengharukan Sekali, Binatang Ini Bahkan Lebih Bermoral Dari Mereka Yang Menyebut Dirinya Manusia


Jika kamu melihat berita-berita di televisi saat ini, dengan maraknya tindak kriminal seperti pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penipuan, bahkan korupsi, pernahkah kamu berpikir apakah memang sebagian besar manusia sudah serusak ini? Apakah layak mereka yang menyebut dirinya sebagai manusia memperlakukan sesamanya seperti itu?

Jika dibandingkan dengan binatang satu ini, mungkin mereka seharusnya merasa malu karena apa yang mereka lakukan malah membuat derajat mereka lebih rendah daripada binatang.

Jadi ceritanya, ada seekor anjing betina yang terluka dan tengah terbaring lemah di atas lintasan rel kereta api. Karena terlalu lemah, dia hanya bisa meraung kesakitan dan tidak dapat beranjak dari tempatnya. Mungkin karena mendengar suara dari anjing betina tersebut, datanglah seekor anjing jantan ke rel kereta tersebut.

via boredpanda.com

Anjing jantan tersebut menemani anjing betina di rel tersebut selama dua hari, melindunginya dari hawa dingin Ukraina, menjaganya tetap hangat. Ketika mendengar suara kereta datang, si anjing jantan menghampiri anjing betina tersebut dan mereka menunduk bersama menghindari kereta. Kereta itu pun melintas di atas kepala mereka berdua.

via boredpanda.com

Hingga akhirnya setelah mendapat laporan dari beberapa orang, organisasi penyelamat binatang dari Uzhgorod, Ukraine, datang, memberikan perawatan pada kedua anjing tersebut, dan mengembalikannya kepada pemiliknya.

via boredpanda.com

Kisah anjing jantan yang ternyata bernama nama Panda dan anjing betina yang bernama Lucy itu menyebar luas di dunia maya melalui akun Facebook Denis Malafeyev. Kamu bisa melihat video mereka disini.

Wah, mengharukan sekali ya. Panda sampai rela menemani Lucy selama 2 hari di rel tersebut. Apa kamu rela membantu temanmu sampai sejauh itu apabila mereka sedang dalam kesulitan?

Yah, mungkin memang masih ada manusia yang memperlakukan sesamanya dengan baik. Dan semoga manusia-manusia semacam itu semakin bertambah banyak, bukannya malah menjadi langka.

139 Shares

Komentar:

Komentar