Masih Ingat Rumah yang Ada di Film Ju-on/The Grudge? Ini 3 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Rumah Terkutuk Itu


Setiap rumah “yang katanya angker” pasti menarik minat orang-orang tertentu, entah itu orang yang penasaran membuktikan cerita yang mereka dengar sampai para sineas yang ingin menjadikan rumah angker sebagai setting filmnya.

Dan salah satu rumah dengan reputasi menyeramkan adalah rumah yang akrab disebut The Saeki House/Rumah Saeki. Kalau kamu pernah nonton film Ju-on, kamu pasti tahu rumah yang dimaksud. Yup, The Saeki House memang rumah yang ada di film horor arahan Takashi Shimizu tersebut.

Lalu, apakah rumah itu beneran ada di dunia nyata? Jawabannya, IYA. Rumah itu emang beneran ada di Jepang sana. Tapi sebelum kita mencari tahu seperti apa rumah itu sebetulnya, kita coba ingat kembali penggambaran rumah itu di filmnya yang membuatnya jadi tampak begitu mengerikan.

1. Tempat Terkutuk Dimana Orang yang Memasukinya Dipastikan Mati

Ada legenda urban di Jepang yang menyebut orang yang mati membawa dendam, maka kematiannya itu akan disusul dengan kutukan yang akan menyelimuti tempat tinggalnya atau tempat di mana ia mati. Inilah yang menjadi ide dasar dari film Ju-on.

Diceritakan, rumah itu dihuni oleh Takeo Saeki dan keluarganya; sang istri, Kayako, dan anak satu-satunya yang mereka miliki, Toshio. Awalnya kehidupan mereka terbilang normal. Hingga suatu hari, Takeo (yang dasarnya memang posesif dan pencemburu) mengetahui kalau istrinya jatuh cinta pada Kobayashi, gurunya Toshio yang sekaligus teman Kayako semasa kuliah. Bahkan Takeo berpikir kalau Toshio bukan anaknya, melainkan anak Kobayashi. Merasa dikhianati, Takeo pun membunuh Kayako, Toshio, sekaligus kucing peliharaan mereka di rumahnya.

vlcsnap-2012-02-18-13h21m35s48
takeo saeki via brittmartinez.wordpress.com

Nggak puas dengan membunuh keluarganya sendiri, beberapa hari kemudian Takeo juga mendatangi apartemen Kobayashi, lalu membantai istrinya yang tengah hamil sebelum mengeluarkan janin dari perut sang ibu. Dengan berjalan kelimpungan seperti orang gila dan menenteng bayi yang belum sempurna itu, Takeo lalu menelepon Kobayashi dari telepon umum dan memberi tahu kalau Kobayashi punya anak perempuan. Ia juga mempersilakan Kobayashi merawat Toshio yang dianggapnya anak haram. Setelah menutup telepon, ia mati dibunuh arwah Kayako yang tiba-tiba muncul dari tumpukan sampah untuk membalas dendam.

Lalu di mana Kobayashi saat dihubungi Takeo? Ia sedang berada di Rumah Saeki, menengok Toshio yang dikiranya “membolos” sekolah (padahal Toshio udah tewas dibunuh). Saat ia sadar apa yang terjadi, semuanya sudah terlambat. Arwah Kayako pun mendatangi Kobayashi dan membunuhnya.

Tapi ternyata, kematian Takeo dan Kobayashi tidak lantas membuat Kayako pergi dengan tenang. Kutukannya terus menghantui rumah tersebut, dan siapa pun keluarga yang menempatinya akan menemui nasib naas: mereka akan mati dengan cara mengerikan atau menghilang begitu saja.

Juonkannajaw
via ju-on-the-grudge.wikia.com

2. Siapa/Apa Saja Sosok Penunggu dan Fenomena Misterius yang Ada di Rumah Itu?

Kayako ju-on
via neogaf.com

Yang paling utama dan yang paling terseram tentu Kayako, yang kemarahannya saat ia dibunuh dengan keji terus membuatnya ‘hidup’ di rumah tersebut. Biasanya, ia datang dari langit-langit rumah, dimana itu adalah tempat “persemayaman terakhirnya”, lalu menuruni tangga sambil merangkak. Korban-korbannya pun tidak bisa berbuat apa-apa saat melihat langsung Kayako, karena mereka keburu takluk pada rasa ngeri saat melihat sosoknya.

Selain Kayako, ada pula Toshio yang biasanya muncul dengan kulit pucatnya, mulut terbuka lebar, dan mengeluarkan suara mengeong mirip kucing.

hqdefault
via youtube.com

Itu sosok penunggu yang ada dalam film. Kalau dari cerita lain yang beredar… well, nggak jauh berbeda dari cerita-cerita soal rumah hantu kebanyakan: fenomena bunyi dan suara aneh yang nggak jelas sumbernya, penampakan hantu, benda-benda yang bergerak tanpa ada yang menggerakkan (inisiatifnya tinggi sekali ini benda, heheh).

3. Di Mana Lokasi Asli Rumah Itu?

JUON CURSE 1
via blackholereviews.blogspot.com

Ada yang menyebut rumah tua itu mustahil diketemukan. Kenyataannya sih, malah ada peta yang menggambarkan lokasinya, walaupun kamu harus berusaha dulu buat dapetinnya. Dalam filmnya, The Saeki House ada di Nerima, Tokyo. Namun, lokasi asli rumah tersebut berada di Tokorozawa, Saitama, yang notabene bertetanggaan dengan Tokyo. Walaupun dekat dengan stasiun kereta api (yang jembatannya ada di film), untuk menemukan rumahnya sendiri memang nggak mudah karena sedikit menyempil dan tersembunyi di antara gang sempit.

Namun begitu, beberapa orang yang penasaran bahkan ada yang sengaja datang ke rumah itu demi melihat penampakan luarnya, sebelum mereka tuliskan atau rekam pengalaman saat menatap langsung rumah yang dulunya “ditempati” keluarga Saeki tersebut. Itu baru yang sempat menceritakan. Dipasangnya CCTV dan inframerah di rumah itu membuktikan ada aja orang-orang (tanpa punya izin?) yang mencoba memasukinya dan nggak pernah menceritakan pengalaman mereka. Yah, mungkin Rumah Saeki kini nggak ubahnya tempat uji nyali. Dan mungkin karena itu pula rumah itu digembok dan seakan tertutup rapat buat orang-orang luar.

Dont-go-in-the-house-Rika
via nerdmuch.com

Sebenarnya rumah itu sendiri ada yang punya, tapi pemiliknya nggak tinggal di situ, seolah tempat tersebut memang sengaja dibiarkan kosong. Dan wajar aja sih kalau pemiliknya jadi nggak mau tinggal di sana gara-gara film Ju-on, kalau dilihat sekilas rumah itu emang nyeremin. Baru lihat luarnya aja (dan dari foto pula) udah bikin perasaan nggak enak, apalagi masuk langsung ke dalamnya.

Tapi di sisi lain, rumah itu dapat reputasi horor karena besarnya pengaruh cerita-cerita yang menyelubunginya. Dengan kata lain, bisa aja ketakutan orang-orang pada rumah itu lebih disebabkan oleh sugesti. Bulu kuduk pun bisa tiba-tiba merinding kalau udara di sekitar kita memang dingin.

Tapi tidakkah hal ini bikin kamu jadi penasaran? Kalau-kalau kamu ke Jepang, berani membuktikan keangkeran tempat itu? Tapi hati-hati, takutnya kamu terkena “kutukan” Kayako lho, hehehe.

Komentar:

Komentar