Masih Ada Lagi, 5 Kisah Orang Memenangkan Darwin Awards karena Kematian Mereka (Part 3)

Kamu nggak segila ini 'kan?

:

Saya sudah menulis dua kali tentang kisah-kisah kematian yang konyol. Dengan kata lain, ini sudah ketiga kalinya saya membahas hal yang sama. Tapi saya sendiri nggak pernah bosan mengumpulkan kisah-kisah konyol untuk kamu baca. Kalau bisa sih, apa yang kamu baca di artikel ini jangan ditiru ya.

Editor’s Pick

Beberapa orang yang ada di dalam kisah nyata berikut ini merupakan pemenang Darwin Awards. Buat kamu yang belum tahu, Darwin Awards adalah sebuah penghargaan bagi insan yang secara sukarela menghapus nama mereka dari daftar populasi dunia. Mungkin di antara kamu masih ada yang belum paham maksud dari “sukarela” yang saya maksud. Jadi biar lebih jelasnya, coba kamu simak langsung 5 kisah kematian ini.

1. Snapchat maniac

via huffingtonpost.com

Darah muda memang suka hal-hal yang menantang. Tapi kalau lagi apes, tantangan yang kelihatannya nggak berbahaya malah bisa merenggut nyawa. Seperti kisah remaja asal Singapura yang meninggal di sebuah pusat perbelanjaan akibat kejahilannya sendiri.

Pada tanggal 27 Juni 2017, Jonathan Chow (17) dan teman perempuannya sedang mengobrol di samping pagar pembatas Orchard Central lantai 5. Selidik punya selidik, ternyata mereka sedang membicarakan Snapchat. Dan sekonyong-sekonyong saja Chow punya ide gila buat bikin video Snapchat yang keren.

Idenya: melompati pagar pembatas dan mendarat di atas sandaran yang ada di seberangnya. Nggak butuh waktu lama, Chow pun mulai melompat sembari direkam oleh temannya. Tapi nahas, sandaran di seberang pagar yang dikiranya solid itu ternyata terbuat dari gipsum yang rapuh. Gipsum itu kemudian hancur, membuat Chow terjun empat lantai menuju kematiannya.

2. Selfie bareng gajah

via laughingcolors.com

Leornad Tonui dan Michael Shikuku tewas mengenaskan setelah mencoba swafoto dengan gajah liar di Kenya. Entah dari mana mereka mendapatkan ide gila selfie bareng gajah. Tapi yang jelas, gajah liar itu kayaknya nggak senang dengan tingkah sok akrab yang kedua pria itu tunjukkan.


Masalahnya, ketika mengambil foto, Tonui dan Shikuku terlalu bersemangat. Mereka secara nggak sadar memilih gaya yang “mematikan”, dengan masing-masing dari mereka memegang gading dan belalai si gajah. Dan siapa yang bisa menerka selera pose dari hewan. Si gajah liar sepertinya menganggap pose dua sekawan itu terlalu menghina. Ia kemudian menjatuhkan mereka dengan belalainya, lalu menginjak-injak keduanya sampai mati.

3. Adu mulut di pinggir sungai

via ru.pngtree.com

Pada tanggal 14 Februari 2018 di Berlin, seorang laki-laki berusia 19 tahun dan kekasihnya terlihat sedang bersitegang di samping Sungai Havel. Nggak bisa memenangkan argumen, laki-laki itu meluapkan amarah dengan mendorong-dorong kekasihnya ke arah sungai sambil berkata kasar. Dua sejoli itu pun akhirnya tercebur ke sungai yang hampir membeku.

Tapi ternyata hanya satu dari mereka yang bisa berenang. Dan coba kamu tebak siapa? Yup, jawabannya adalah si perempuan.

Setelah tercebur perempuan itu berhasil berenang ke tepian dan selamat dari hipotermia. Sedangkan laki-laki yang menyerangnya tenggelam ke dalam air yang bersuhu 2° Celsius dan langsung tak sadarkan diri. Jasadnya kemudian ditarik oleh polisi setempat untuk dibawa ke Virchow Clinic di pusat kota Berlin.

Lelaki yang sudah meninggal itu pun dibuatkan surat penahanan atas tuduhan percobaan pembunuhan tingkat rendah.

4. Pesta kolam

via telegraph.co.uk

Di desa kecil di Karczówka, Polandia, pernah terjadi sebuah tragedi di mana tujuh orang tanpa sengaja tenggelam ke dalam septic tank, satu demi satu. Terdengar ganjil bukan? Saya juga sempat tercengang. Tapi mari coba kita telusuri kisahnya.

Di sebuah peternakan babi ada seorang pekerja yang hendak mengosongkan tanki septik dengan menggunakan traktor. Nahas, tingkat hidrogen sulfida di dalam kubangan tersebut terlalu tinggi. Zat beracun itu pun membuat si pekerja pingsan dan jatuh ke dalam tangki.

Tapi yang tak disangka, enam orang lainnya mengikuti nasib pria malang itu. Masing-masing berniat menyelamatkan mereka yang jatuh sebelumnya. Tapi ujung-ujungnya, orang yang berniat menyelamatkan malah pingsan, sebelum akhirnya tenggelam.

Kejadian ini terjadi pada 17 Juli 2014 di desa yang penduduknya hanya berjumlah 160 orang. Kalau dilihat dari jumlah korban, kira-kira desa itu sudah kehilangan 5% dari populasi penduduknya.

5. Saus atau bensin?

via youtube.com

“Sungguh insiden yang aneh!” kata seorang polisi yang menyelidiki kasus kematian Gary Allen Banning (43). Ketika berada di apartemen temannya, Gary melihat toples berisi cairan misterius. Ia mengira kalau cairan itu adalah minuman beralkohol dan kemudian meminumnya. Gluk… ia tenggak isi toples tersebut. Tapi tak lama kemudian, ia langsung memuntahkannya kembali ke arah bajunya. Wajar saja, toh cairan itu ternyata bensin.

Merasa terkejut sekaligus apes, Gary lalu mencoba menenangkan diri dengan menyalakan sebatang rokok. Ya, kamu nggak salah dengar, ia menyalakan sebatang rokok. Oh, Gary… anak kecil juga sepertinya tahu kalau gas + api = kebakaran.

Petugas pemadam kebakaran menanggapi laporan kebakaran di apartemen itu, dan menemukan Gary yang sudah terbakar parah seraya terduduk di karpet yang hangus. Keesokan harinya, Gary meninggal di tempat perawatan korban kebakaran UNC di Chapel Hill, Amerika Serikat.

Menjadikan cerita-cerita di atas sebagai pelajaran hidup boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai kamu jadikan inspirasi hidup ya. Kecuali kalau kamu mau menjadi pemenang Darwin Awards selanjutnya.

Komentar:

Komentar