Konon Angka 13 Dipercaya Bisa Membawa Kesialan, Bener Nggak Sih?

Kamu percaya, nggak?

:

Percaya nggak percaya, pasti kamu sering mendengar kalau angka 13 disebut sebagai angka sial. Beberapa negara pun juga meyakini kalau angka ini merupakan angka yang harus dihindari. Kalau kamu sendiri termasuk yang percaya atau yang skeptis dengan mitos ini? Emang dari mana sih awal mulanya angka 13 disebut sebagai angka sial?

via mentalfloss.com

Ada beberapa teori terkait asal-usul angka 13 ini, beberapa diantaranya adalah:

1. Legenda Norwegia

via neatorama.com

Donald Dossey, pengarang buku “Holiday Folklore, Phobias and Fun“, mengungkapkan bahwa asal-usul angka 13 berasal dari legenda Norwegia yang menceritakan tentang pesta makan malam yang seharusnya dihadiri oleh 12 Tuhan, akan tetapi terdapat tamu ke-13, tamu yang tidak diundang, turut datang ke pesta tersebut. Tamu tersebut adalah Loki, yang kemudian menembak Balder.

2. The Last Supper

via yahalavoice.com

Ceritanya hampir sama dengan poin pertama, ada pesta makan malam yang dihadiri oleh 12 rasul, termasuk Kristus sendiri. Hanya saja tamu ke-13 tersebut bukan Loki, melainkan Judas, si pengkhianat Kristus.

3. Knights Templar

via realmofhistory.com

Pada hari Jum’at, 13 Oktober 1307, King Philip IV dari Perancis memerintahkan penangkapan Knights Templar. Selain itu, beberapa ksatria juga disiksa dan dibunuh oleh King Philip IV.

4. Repressed Lunar Cult

via thefemininebelle.com

Pada saat budaya kuno, angka 13 di kalender bulan dianggap merepresentasikan kewanitaan, karena sesuai dengan siklus menstruasi dalam satu tahun (13 x 28 = 364 hari). Dan ketika kalender bulan digantikan oleh kalender matahari, angka 13 dianggap sebagai kutukan.

Tapi, apakah sebenarnya angka tersebut memang membawa kesialan? Menurut Radun, co-author dari penelitian yang berjudul “Females Do Not Have More Injury Road Accidents on Friday the 13th” dan dipublikasikan di jurnal BMC Public Health pada tahun 2004, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada angka keberuntungan atau angka sial, karena hal tersebut hanya ada di dalam kepala kita dan sugesti kita yang menyebabkan hal itu benar-benar terjadi.

Hal ini juga ditegaskan oleh Robert Luben, peneliti dari University of Cambridge, yang menjelaskan bahwa takhayul seperti itu mempengaruhi kebiasaan kita. Jadi ketika kita menganggap kalau 13 angka sial, maka kita akan menghubungkan angka tersebut dengan kesialan yang kita alami. Padahal kesialan yang kita dapatkan merupakan konsekuensi dari pilihan yang kita tetapkan sebelumnya. Contoh, pada tanggal 13 kamu terlambat bangun pagi, sehingga harus terburu-buru dan lupa memeriksa indikator bensin. Ketika motornya mogok karena kehabisan bensin, kita akan cenderung menyalahkan angka 13, padahal sebenarnya kesalahan kita yang bangun kesiangan.

Jadi setelah membaca penjelasan di atas, apa kamu masih percaya kalau angka 13 membawa kesialan?

31 Shares

Komentar:

Komentar