Kisah Hidup Giacomo Casanova, Playboy Paling Terkenal Sepanjang Sejarah

Tokoh sejarah yang terkenal pandai merayu wanita

:
via italymagazine.com

Womanizer (pencinta wanita). Itulah istilah yang identik dengan sosok Giacomo Girolamo Casanova (1725-1798). Dialah tokoh legendaris yang bisa bikin playboy Tinder zaman sekarang merasa ciut dan iri hati. Konon, setiap wanita yang bertemu dengan Casanova bakal langsung kelepek-kelepek nggak berdaya layaknya ikan mas yang baru dipancing. Tutur kata Casanova pada lawan jenisnya selalu berhasil menyulap pertemuan jadi kemesraan di atas ranjang.

Hmm… kalau wanita Eropa abad 18 masih hidup sampai sekarang, mereka pasti bakal setuju nih sama perkataan saya.

Kehidupan Casanova memang dipenuhi petualangan erotis. Tapi ibarat game RPG, hal itu nggak lebih dari side quest yang dijalani saat pemain merasa bosan dengan misi utama. Yaah, walaupun “bermain” dengan wanita jadi “hobi” yang dijalani Casanova, banyak hal menarik yang bisa kita simak dari perjalanan hidupnya. Faktanya, Casanova tergolong playboy yang sangat produktif dalam urusan berkarya dan menuntut ilmu. Menjelang akhir hayatnya, Casanova menulis autobiografi berjudul Story of My Life yang jadi acuan para sejarawan tentang kehidupan masyarakat Eropa abad 18.

via en.wikipedia.org

Giacomo Girolamo Casanova lahir di Venice, Italia, pada tahun 1725 dari pasangan suami-istri yang bekerja sebagai aktor drama. Pada masa itu Venice masih jadi kota hiburan yang sering dikunjungi masyarakat Eropa untuk berpesta dan hura-hura. Pesta karnaval, rumah judi, dan gadis-gadis penghibur yang cantik jelita jadi daya tarik utama dari Venice. Tak heran kalau kota ini membentuk tokoh sejarah yang penuh skandal seperti Casanova.

Sejak kecil, Casanova dirawat oleh neneknya. Ayahnya meninggal saat Casanova baru berusia 8 tahun, sedangkan Ibunya sibuk keliling Eropa di berbagai pementasan drama. Sang nenek kemudian memasukkan cucunya ke sekolah asrama, dan di sana Casanova diasuh oleh gurunya, Abbe Gozi. Dengan baik hati, Gozi menampung Casanova di rumahnya, memberikannya pendidikan, dan mempertemukan Casanova dengan adik perempuannya, Bettina. Pertemuan Casanova dan Bettina jadi awal ketertarikan Casanova muda pada wanita.

Selain tampan, Casanova tergolong anak yang cemerlang. Dia kuliah di usia 12 tahun dan mendapat gelar sarjana saat usianya masih 17 tahun. Bidang yang dia pelajari antara lain filosofi moral, musik, kimia, dan matematika. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya untuk menjadi pendeta di bawah asuhan senator Alvise Gasparo Malipiero. Di lingkungan barunya, Casanova bertemu kakak beradik Natetta dan Marta Savorgnan.

via wikimedia.commons.org

Suatu malam Casanova bersama kedua gadis itu minum anggur sampai mabuk. Pesta yang mereka lakukan berlanjut ke atas ranjang, dan itu jadi malam ketika Casanova kehilangan keperjakaannya.


Tak hanya itu, suatu hari Casanova pun merebut hati kekasih Malipiero, guru yang memberinya pendidikan dan tempat tinggal. Hubungan gelap tersebut akhirnya terendus, dan Casanova diusir dari lingkungan gereja.

Setelah karier kependetaannya pupus, Casanova mulai menjajal beberapa bidang pekerjaan seperti menjadi tentara dan pemain biola. Tapi dua profesi itu nampaknya tak bisa dia jalani dengan sepenuh hati. Casanova pun akhirnya meninggalkan pekerjaannya dan kembali menganggur di usia 21 tahun.

Namun ternyata keberuntungan masih berpihak pada Casanova. Di tahun 1746, bangsawan Matteo Giovanni Bargadin memberi Casanova tempat tinggal sebagai balasan atas jasa Casanova yang sudah menyelamatkannya dari serangan stroke. Selama tiga tahun Casanova mendapat perlindungan dari bangsawan dan menjalani hidup yang bergelimang harta. Tapi kebiasaan buruknya dalam membawa wanita nakal ke lingkungan bangsawan lama-kelamaan bikin Bargadin geram. Setelah tindakan cabul yang kesekian kalinya, Bargadin yang sudah muak akhirnya mengusir Casanova dari Venice.

via ranker.com

Sejak saat itu, Casanova bepergian dari kota ke kota, lalu tinggal di Prancis selama dua tahun dan mulai belajar bahasa setempat. Di sana dia berkenalan dengan kaum elite Prancis dan menumpang di rumah aristokrat Madame Quinson. Sayangnya, Quinson punya anak gadis yang akhirnya jatuh hati pada Casanova. Merasa terlena, sang gadis akhirnya jatuh ke pelukan Casanova tanpa sepengetahuan ibunya. Setidaknya sampai Madame Quinson tahu kalau perut anaknya tiba-tiba membesar. Tapi usaha Quinson menggugat Casanova ke pengadilan ditolak oleh otoritas Prancis.

Di tahun 1753 Casanova kembali lagi ke Venice. Semangatnya untuk berpesta pora dan main perempuan tak kunjung padam. Dan untuk kedua kalinya, Casanova membuat otoritas Venice kesal tak kepalang. Dua tahun semenjak kepulangannya, dia langsung dijebloskan ke penjara setelah berhubungan intim dengan dua biarawati. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun kurungan di penjara Kastil Doge, Venice, atas tuduhan penistaan agama dan tindakan asusila. Tapi beruntung, Casanova berhasil kabur dari penjara lalu menyusuri kanal menggunakan gondola menuju Paris.

Selama 18 tahun menjadi buronan pihak berwenang Venice, Casanova hidup dari satu negara ke negara lainnya di Eropa. Saat kembali lagi ke Prancis di tahun 1757, Casanova mengenalkan permainan lotre ke masyarakat di sana. Sistem lotre yang mengandalkan kemampuan matematika itu laku keras dan membuat Casanova kaya raya. Dia lalu menjalin hubungan dengan orang-orang penting Prancis, tak lupa juga para aktris dan wanita penghiburnya.

Tapi pemasukan yang diperoleh Casanova dari lotere tak sebanding dengan kebiasaan buruknya, berfoya-foya dan berjudi. Akhirnya dia bangkrut dan terlilit utang yang memaksanya memakai nama palsu dan kabur (lagi) dari Prancis.

via ranker.com

Casanova melanjutkan petualangannya di beberapa negara, mulai dari Inggris hingga Rusia. Pada masa itu pula skandal demi skandal bermunculan di berbagai lokasi yang jadi tempat singgah Casanova. Di masa tuanya (73 tahun), Casanova akhirnya menetap dan bekerja sebagai pustakawan di perpustakaan milik bangsawan Bohemia, Joseph Charles von Waldstein. Di sinilah dia menulis riwayat hidupnya yang terdiri dari dua belas volume, The Story of My Life.

Casanova tak pernah menikah. Tapi dari sekian banyak hubungan gelap yang dijalaninya, dia punya anak yang “bertebaran” di penjuru Eropa. Bahkan Casanova pernah menjalani hubungan yang tak lazim dengan salah satu putrinya, Leonilda, saat berkunjung ke Napoli, Italia di tahun 1761. Leonilda sendiri merupakan anak dari hubungan mesum Casanova dengan Lucrezia Castelli.

Waktu itu, Castelli bercerita pada Casanova tentang Leonilda yang merasa tak bahagia karena tak kunjung mendapat anak dari suaminya. Anehnya, Castelli menyarankan Casanova untuk menghamili darah dagingnya sendiri. Menurut kamu apa Casanova bakal menolak? Tentu saja tidak. Casanova menyetujui saran Castelli dan setelah itu, Leonilda akhirnya melahirkan bayi laki-laki hasil hubungan intim dengan bapaknya sendiri. Perkawinan sedarah ini diabadikan oleh Casanova ke dalam autobiografinya.

Mungkin cerita di atas belum bisa mewakili keseluruhan petualangan hidup Casanova sang playboy legendaris. Tapi nampaknya sudah cukup buat menjelaskan reputasinya sebagai womanizer, reputasi yang bertahan dua ratus tahun lamanya dan membuat namanya dikenal sampai saat ini. Sayangnya, hasrat Casanova untuk mencintai dan dicintai wanita malah membuatnya tak bisa menentukan pasangan hidup yang mungkin bisa mendampinginya sampai akhir hayat.

Komentar:

Komentar