Kamu Punya Teman yang Mukanya Sering Terlihat Jutek? Menurut Ilmuwan, Ini nih Penyebabnya

"Senyuuuum dong!"

“Biasa aja dong mukanya, jangan jutek gitu.”

“Lu kenapa sih, dari mukanya kelihatan kayak yang kesel terus dari tadi?”

Apakah kamu pernah mengalami cibiran seperti di atas? Kalau nggak, mungkin kamu kenal seseorang yang raut mukanya sering kelihatan jutek, kesal, marah, atau terganggu? Mereka tanpa sadar sering menampilkan raut muka seperti itu, walaupun sebetulnya mereka lagi rileks atau ketika mereka lagi masang wajah tanpa ekspresi.

Nah, kalau kamu sering lihat orang dengan ciri-ciri tersebut, mereka kemungkinan besar “mengidap” Resting Bitch Face (RBF).

Kristen Stewart sedang menampilkan mimik muka Resting Bitch Face dengan anggunnya/via quartz.com

Biasanya orang-orang berwajah RBF nggak menyadari ekspresi kurang menyenangkan yang mereka tunjukkan. Mereka pun nggak tahu pasti apa yang menyebabkan raut wajah mereka seperti itu. “Dari lahir muka gue memang udah kayak gini,” mungkin begitulah jawaban kebanyakan orang dengan wajah RBF ketika ditanya soal raut muka mereka.

Anna Kendrick pernah mengakui kalau dirinya mengidap RBF/via abc.net.au

Menurut saya aman jika mengatakan RBF bukanlah kondisi fisik yang terlalu serius. Tapi untungnya, berdasarkan sebuah penelitian kita mulai bisa memahami apa penyebab di balik RBF.

Ilmuwan Jason Rogers dan Abbe Macbeth dari Noldus Information Technology pernah melakukan penelitian menggunakan software Face Reader. Face Reader sendiri akan menentukan mimik muka seseorang berdasarkan emosi yang dimiliki manusia: bahagia, sedih, takut, terkejut, marah, muak, sombong, dan netral.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa wajah rata-rata orang punya unsur netral sampai 97%. Sisa 3 persennya diisi oleh sedikit unsur emosi, seperti rasa sedih dan terkejut.

Tapi ketika mereka meneliti foto dari selebriti yang dikenal memiliki RBF (Kristen Stewart, Kanye West), ada peningkatan sebesar 6% dalam unsur emosi, terutama pada rasa sombong atau meremehkan. Tapi itu bukan berarti mereka yang punya wajah RBF suka meremehkan orang lain; mereka hanya terlihat seperti itu dari ekspresi mukanya. Mereka sendiri nggak sadar kok wajah mereka seperti itu.

Kalau-kalau kamu masih belum paham, coba lihat gambar Kanye West di bawah ini.

Nyebelin banget ‘kan ekspresinya?/via buzzfeed.com
Kanye West sendiri pasti nggak sadar dia pasang muka kayak gitu, saya yakin.
Di sisi lain, penelitian tersebut juga mengungkap kalau RBF ternyata bukanlah kondisi fisik yang ditentukan oleh faktor gender. Lantas kenapa RBF cenderung dikaitkan dengan cewek (dikenal juga dengan istilah “jutek”) dibanding cowok? Menurut Macbeth, hal itu disebabkan karena dalam kehidupan sehari-hari kita lebih sering mengharapkan cewek untuk tersenyum.
Jadi RBF bukanlah sesuatu yang lebih banyak dimiliki perempuan. Tapi itu karena perempuan punya tuntutan yang lebih berat untuk selalu terlihat bahagia dan ramah pada orang lain. Hmm… apa kamu setuju dengan pendapat Macbeth?
Anyway, ada beberapa lelucon yang saya temukan tentang RBF di internet. Dan dari lelucon itu saya menyadari kalau orang dengan wajah RBF terkadang mendapatkan keuntungan tertentu dari kondisi mereka. Misalnya ketika mereka lagi ada di mal, nggak akan ada salesman yang berani menawarkan brosur karena raut muka mereka kelihatan marah. Atau waktu ikut casting sinetron, orang berwajah RBF pastinya langsung digaet jadi pemeran antagonis asalkan punya skill akting yang mumpuni. Iya nggak?
Apa kamu punya teman yang punya mimik muka RBF? Apa kamu merasa segan kalau melihat ekspresi muka RBF mereka? Apa kamu bakal minta mereka untuk lebih banyak tersenyum biar nggak kelihatan terlalu seram?
Itu terserah kamu sendiri dah.
- Advertisement -
280 Shares

Komentar:

Komentar