Tips Basa-basi Berkualitas yang Bisa Kamu Terapkan Saat Pedekate ke Gebetan

Di sini nggak tercantum pertanyaan "Udah makan belum?"

Buat sebagian orang, berbicara dengan orang yang tak dikenal akrab bisa jadi tantangan tersendiri. Apalagi kalau orang itu adalah gebetan yang kamu incar sejak lama. Wah, rasanya bibir dan lidah tiba-tiba jadi kaku terus, otak ngeblank, dan kamu nggak tahu mau ngomong apa. Ada yang pernah kayak gini?

Kalau kamu termasuk tipe orang yang seperti ini, ada sesuatu yang perlu kamu perbaiki nih: cara berkomunikasi. Saat berbicara dengan orang lain, terlebih orang baru kamu kenal atau kurang akrab, ada metode yang bisa kamu terapkan, yaitu metode ‘Standar-Follow up‘.

via pixabay.com

Seperti apa metode tersebut? Seni dari berkomunikasi yang asyik sebenarnya bisa dimulai dengan menanyakan pertanyaan standar. Tapi setelah lawan bicara menjawab, kamu langsung berikan pertanyaan susulan tentang topik yang kamu utarakan sebelumnya. Pertanyaan standar yang kamu lontarkan pertama kali nggak usah terlalu formal atau bernada kayak lagi menginterogasi. Nggak usah juga kamu mengambil topik yang terlalu berat. Cukup pertanyaan ringan basa-basi pada umumnya.

Mau diberi contoh? Nih.

1. Topik tentang asal daerah

via pergimulu.com

Pertanyaan standar:

“Asalnya dari mana?”

Pertanyaan susulan:

“Apa kamu suka sama tempat dan lingkungan itu ketika masih kecil? Atau kamu berharapnya tinggal di tempat lain?”

“Selain tempat itu, apa ada tempat lain yang kamu anggap sebagai rumah?”

“Kalau nanti aku main ke sana, ada tempat yang bisa kamu rekomendasikan?”

2. Topik tentang keluarga

via tribunnews.com

Pertanyaan standar:

“Ngomong-ngomong, kamu berapa bersaudara?”

Pertanyaan susulan:

Kalau misal dia anak tunggal,

“Gimana rasanya jadi anak tunggal? Enak nggak sih menurut kamu jadi anak tunggal?”

“Lebih dekat ke ayah atau ibu?”

“Apa yang bikin kamu beda dengan ayah atau ibumu?”

Kalau misal dia punya saudara ya sesuaikan aja pertanyaannya.

3. Topik tentang kota

via haberturk.com

Pertanyaan standar:

Kalau misal dia anak rantau, tanyain aja “Apa yang bikin kamu tertarik datang ke kota ini?”

Pertanyaan susulan:

“Apa kota ini sesuai nggak sama bayangan kamu sebelum pindah ke sini?”

“Biasanya ngapain aja selama kamu tinggal di sini?”

“Apa ada hal yang kurang kamu suka tentang kota ini pada awalnya?”

“Apa ada masalah yang bikin kamu kesal selama kamu tinggal di sini?

“Udah terbiasa sama kehidupan kota ini?”

4. Topik tentang pendidikan

via tribunnews.com

Pertanyaan standar:

“Kuliah di mana?”

Pertanyaan susulan:

“Kayaknya asyik ya kuliah di sana. Ada pengalaman yang seru atau memorable, nggak?”

“Lebih enak mana, SMA atau kuliah?”

“Kalau misalnya kamu bisa memutar waktu, apa kamu bakal milih jurusan yang sama?”

“Kenapa kok tertarik ambil jurusan itu?”

5. Topik tentang pekerjaan

via idntimes.com

Pertanyaan standar:

“Kerja di mana?”

Pertanyaan susulan:

“Apa kamu sukai pekerjaan kamu sekarang?”

“Kamu tipe orang yang bangun pagi atau tidur pagi?”

“Kalau misalnya kamu lagi stres sama kerjaan yang numpuk, gimana cara kamu buat melampiaskan rasa stres kamu itu?”

6. Topik tentang hobi

via billboard.com

Pertanyaan standar:

“Apa kamu punya acara TV/musik/buku favorit?”

Sesuaikan pertanyaan di atas dengan minat gebetan kamu.

Pertanyaan susulan:

Ini terlalu banyak pilihan, sih. Yang penting, selama dia mau menanggapi kamu, pertanyaan-pertanyaan susulan akan mengalir dengan sendirinya.

7. Topik tentang traveling

via pexels.com

Pertanyaan standar:

“Apa kamu suka traveling? Terakhir kali pergi ke mana?”

Pertanyaan susulan:

“Apa ada tempat spesial yang nggak akan pernah bosan kamu kunjungi?”

“Tempat apa yang paling mengecewakan ketika kamu kunjungi?”

“Ketika di daerah yang baru pertama kali kamu datangi, apa lokasi wisata yang langsung kamu kunjungi?”

“Eh, kamu tipe gunung atau pantai, nih?” disusul dengan “Katanya orang introvert itu suka gunung; ekstrovert lebih suka pantai. Kalau kamu introvert apa ekstrovert?”

Daaaaan pertanyaan-pertanyaan lain yang sejenisnya.

Nah, sekarang sudah punya gambaran ‘kan apa yang bisa kamu olah untuk bikin kamu terlihat nggak membosankan di mata gebetan? Tapi ingat, buat pembicaraan kalian senatural mungkin. Kalau cara nanya kamu poin per poin kayak di atas, jatuhnya lebih mirip interogasi dong. Tanggapi juga jawaban dari lawan bicara kamu.

Sudah siap? Sekarang saatnya kamu take action. Jangan terlalu banyak membaca teori tapi praktik nol. Selamat mencoba ya.

- Advertisement -
Shares 3

Komentar:

Komentar