Saat Pacar Ketahuan Selingkuh, Baiknya Kamu Maafkan atau Nggak?

Maafin nggak, ya?

Selingkuh… itu adalah kata yang kayaknya sering kamu temukan di kehidupan sehari-hari, terutama dari infotainment tuh. Contohnya kayak gini:

“Artis A putus dengan kekasihnya yang juga aaaartis sinetron. Kekasih artis A, yang kini telah menjadi mantan, ditemukan sedang bermesraan dengan selingkuhannya di samping perosotan.”

Diselingkuhi itu memang nggak enak, sama nggak enaknya dengan mie instan yang udah kita masak 7 jam yang lalu, terus kelupaan kita makan. Bayangin kalau kamu di posisi si artis A, punya pacar tapi tahunya dia menjalin hubungan dengan orang lain tanpa sepengetahuan kamu. Bawaannya jadi pengin ketok magic kepala si penyeleweng itu deh.

Karena M-Tronik adalah teman curhat yang selalu siap sedia untuk kita semua/via pinterest.com

Pengalaman diselingkuhi yang sangat nggak enak

via pinterest.com

Selama ini saya mengetahui cerita perselingkuhan cuma dari sinetron yang ada di televisi. Heey, sebagai calon emak-emak, saya juga demen nonton sinetron! Jangan remehkan kekuatan sinetron!

Anyway, pada suatu hari yang mendung, ada salah satu sahabat saya yang mengalaminya sendiri. Di situlah pertama kalinya saya menyaksikan langsung pengalaman orang diselingkuhi. Serasa nonton sinetron secara live, lebih seru.

Pengalaman satu ini datang dari teman kuliah saya yang bernama Lala (bukan nama sebenarnya). Waktu itu saya dan Lala masih berstatus mahasiswa baru, lagi polos-polosnya. Dan kepolosan Lala-lah membawanya ke masalah cinta segitiga yang belum pernah dia alami sebelumnya. Saat yang lain pengin mencari pengalaman baru lewat organisasi mahasiswa, Lala malah mendapatkannya lewat pacar yang selingkuh.

Pacarnya waktu itu, sebut saja namanya Juned Jatmiko, merupakan kakak kelas yang mengurus kami waktu Ospek. Saat itu ada senior lain yang mukanya mirip Nicholas Saputra. Tapi karena hatinya Lala terlanjur jatuh ke Juned Jatmiko, mereka pun jadian. Bisa dibilang tampangnya Juned Jatmiko sendiri biasa aja, tapi karismanya itu lho… mirip-mirip Jajang Nurjaman, mantan pelatih Persib.

Hubungan antara Lala – Juned Jatmiko awalnya berjalan mulus. Hampir setiap kali saya ketemu mereka, Lala dan Juned terlihat mesra. Sampai suatu hari datanglah seorang perempuan yang mengaku sebagai pacarnya Juned Jatmiko.

“Itu siapa sih?” tanya saya yang waktu itu lagi sibuk mendengarkan jingle Tahu Bulat di smartphone.

“Pacarnya Juned Jatmiko,” kata Lala.

“Oh, pacar Juned Jatmiko… (5 detik kemudian) Haaah, Pacar Juned Jatmiko!? Kalau dia pacarnya, terus kamu siapanya Juned?”

Shocked Jim Carrey GIF - Find & Share on GIPHY

Dari obrolan Lala dan perempuan itu, udah dipastikan kalau Juned Jatmiko selingkuh. Parahnya lagi, Lala-lah yang jadi orang ketiganya. Kalau pakai istilah sekarang, bisa aja Lala kena cap pelakor.

“Semua orang pasti punya kesempatan buat selingkuh. Tapi semuanya kembali ke keputusan masing-masing orang: apakah dia bisa menahan hasrat untuk selingkuh atau tidak?”

Saya sendiri lihat gimana pengalaman diselingkuhi bisa memengaruhi Lala. Tapi untungnya, dia bisa mengambil keputusan dengan cepat. Selain memutus hubungan dengan Juned Jatmiko, Lala bahkan nggak menganggap Juned Jatmiko sebagai teman.

Tapi itu ‘kan pengalamannya Lala. Kalau kamu sendiri gimana?

Habis diselingkuhi seperti itu, mending pilih memaafkan atau nggak?

via rawpixel.com

Dulu saya pernah dengar seseorang berkata, “Semua orang pasti punya kesempatan buat selingkuh. Tapi semuanya kembali ke keputusan masing-masing orang: apakah dia bisa menahan hasrat untuk selingkuh atau tidak?”

Alasan orang yang pernah selingkuh berbeda satu sama lainnya. Jika kita mau mengambil sudut pandang orang yang selingkuh, sebagian dari alasan mereka juga kedengarannya masuk akal. Mungkin ada orang yang selingkuh karena pasangannya udah nggak kasih perhatian sama sekali, atau dia udah muak sama kelakuan pasangannya. Jadi yah, masuk akal ‘kan kalau mereka selingkuh?

Tapi, biar bagaimanapun juga, selingkuh itu perbuatan orang yang pengecut. Seenggaknya bagi saya, orang yang selingkuh nggak jauh beda sama pengecut. Kalau mereka memang udah nggak betah menjalin hubungan sama seseorang, kenapa nggak bilang terus terang? Itu jauh lebih simpel ketimbang harus selingkuh secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi.

Dan ada lagi satu masalah lain yang ditimbulkan dari selingkuh: masalah trust atau kepercayaan. Kamu berhak banget buat nggak memercayai orang yang udah mengkhianati kamu. Apalagi jika seseorang udah pernah berselingkuh, bukan nggak mungkin dia bakal melakukannya lagi suatu saat nanti. Dia juga bakal belajar dari pengalaman gimana cara buat berselingkuh secara aman, tanpa ketahuan sama pasangan.

Dan mengembalikan rasa percaya pada seseorang itu sendiri bukan pekerjaan yang gampang. Kalaupun kamu memutuskan untuk memaafkan, kamu pasti butuh waktu yang nggak sebentar. Kamu harus lihat gimana usahanya buat mengembalikan kepercayaan kamu.

Jadi, apa orang yang selingkuh itu harus dimaafkan atau nggak? Sebenarnya jawaban dari pertanyaan itu harus kamu jawab sendiri. Apa dia masih bisa dipercaya kalau kalian terus berhubungan sebagai pasangan? Apa dia masih bisa dipercaya bahkan jika kamu menganggapnya sebagai teman biasa?

Tapi satu hal yang pasti, jika kamu merasa pasangan kamu selingkuh, pastikan dulu apa dia memang benar-benar selingkuh, atau itu cuma salah paham doang? Jangan sampai kamu bikin keputusan yang terburu-buru. Kalau bisa, kamu tanyakan juga alasan kenapa dia selingkuh. Apa sikap kamu selama ini juga jadi alasannya?

Buat saya sendiri sih, selingkuh itu nggak perlu banget untuk dilakukan, apa pun alasannya. Kalau mau coba melatih keberanian mengambil resiko kan banyak cara yang lain. Misalnya, menghilangkan Tupperware punya ibu kamu.

5 Shares

Komentar:

Komentar