Saat Makan Bareng Pacar, Apa Harus Cowok yang Bayar Semuanya?

"Sayang, kita diner yuk, di warung kopi Mang Ujang"

:

Entah siapa orang yang memulai dan membuatnya, kamu pasti sadar ‘kan ada beberapa aturan tak tertulis yang mengatur tingkah polah kita saat sedang berkencan? Mau kamu itu cewek atau cowok, kamu yang pernah atau lagi menjalani hubungan pasti tahu apa yang saya maksud.

Nah, salah satu topik yang menarik untuk dibahas adalah, “Apakah cowok harus membayar makanan yang dipesan kekasihnya saat mereka kencan? Atau mending bayar sendiri-sendiri?”

Bagi cowok yang menjawab, “Ya, pria harus membayar makanan yang dipesan pacarnya!” menurut mereka kebiasaan ini merupakan wujud cinta pada pasangannya dan melambangkan salah satu sikap sebagai seorang gentleman. Dengan membayar makanan sang kekasih, si cowok merasa sudah menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab pada pasangan mereka.

Meskipun akhirnya kondisi dompet berakhir kayak gini/via pixabay.com

Lain lagi dengan cewek. Ada cewek yang enggan dibayarkan pacarnya; ada cewek yang menganggap kebiasaan tersebut harus dilakukan pacarnya. Cewek yang masuk kategori kedua biasanya menganggap mereka dapat menilai sifat pasangan dari kebiasaan tersebut (apakah mereka pelit atau perhitungan misalnya). Tapi ada juga yang nggak menolak ditraktir pacar, karena mereka sudah terbiasa diperlakukan seperti itu oleh mantannya.

Lalu bagaimana dengan cowok yang merasa mentraktir pacar makan itu bukan suatu kewajiban?

Ada sebagian orang yang merasa bahwa kebiasaan selalu mengeluarkan uang untuk dua orang ketika makan bersama merupakan pemborosan. Sesekali nggak masalah, tapi kalau terlalu sering biasanya mereka bakal keberatan. Meskipun ada juga cowok yang mempunyai pemikiran terlalu logis seperti, “Yang makan kamu, kenapa yang bayar aku?”

Ada kok orang kayak gitu, beneran.

“Beb, kamu kok pesennya yang mahal-mahal sih. Kita bayar ndiri-ndiri ya?”/via pexels.com

Senada dengan pendapat di atas, para cewek yang enggan dibayari cowok (ada ya yang seperti ini? Ada dong) beranggapan bahwa hal tersebut malah bakal membebani si cowok. Terlebih kalau si cowok belum bekerja atau penghasilannya masih di bawah upah minimum. Mereka merasa uang tersebut bisa dipakai untuk hal lain yang lebih bermanfaat, misal ditabung buat modal nikah. Makanya ketika diajak makan, mereka lebih memilih untuk bayar sendiri.


Lalu mana yang benar nih? Apakah nggak membayari makan berarti nggak cinta sama pasangannya?

Jawabannya tergantung kamu sendiri. Tapi di sini saya juga pengin mengungkapkan argumen. Pertama, wujud cinta pada seseorang nggak harus melulu ditunjukkan lewat uang.

Kedua, dengan membiasakan diri dibayari pasangan, secara implisit si cewek terlihat sangat bergantung pada pasangannya. Sebaliknya, si cowok juga secara implisit terlihat lebih dominan dibanding pasangannya, seolah-olah si cowok melanggengkan paham “Pria tugasnya bekerja mencari uang, wanita tugasnya di dapur.”

Padahal nikah aja belum.

“Ntu makanan harganya tujuh juta, lho beb, tujuh juta! Gapapa, biar gua yang bayar semua!”/via pixabay.com

Itu cuma pendapat pribadi kok. Toh, bisa saja si cowok yang malah didominasi pacarnya. Dia nggak bisa nolak kalau diminta mentraktir pacarnya saat mereka kencan. Tapi ya… itu terdengarnya menyedihkan sih.

Balik lagi, setiap orang punya kepribadian yang berbeda. Apa yang kita anggap benar belum tentu dianggap benar juga oleh orang lain. Karena masih dalam tahap pacaran, makanya kita harus bisa memahami, menyesuaikan, dan mengevaluasi sikap pasangan. Kalau memang kamu keberatan dengan suatu hal, maka ungkapkanlah, dan lihat reaksi pasangan kamu.

Nggak ada jawaban yang benar dan salah soal topik ini. Buat yang merasa harus, ya nggak perlu menghina yang menjawab nggak harus. Dan begitu juga sebaliknya.

Jadi apakah cowok harus membayarkan makanan saat kencan? Bisa jadi, tapi tidak harus. Meskipun, jika kamu suka mentraktir pacar karena berpikir itu adalah sesuatu yang lumrah dan normal, baiknya sih kamu pikir-pikir lagi dan bertanya pada diri sendiri, “Memangnya siapa yang bikin aturan kayak gitu?”

Komentar:

Komentar